Belum ada judul.

3.7K 99 0
                                        

Lalu aku merasa bosan, berulang kali mengetik kata rindu yang aku tau takkan pernah kau temui. Kita, hanyalah bagian cerita masa lalu. Tapi aku masih terjebak didalam perasaan-perasaan tak karuan. Bukan tak ada yang datang dan memberi cinta yang baru, hanya saja hatiku membatu semenjak kamu tinggalkan. Aku benar-benar lupa, bagaimana mencinta dengan orang baru. Sekuat apapun aku, masih akan kalah ketika sapamu kudengar diujung telpon. Kamu masih memperlakukanku layaknya aku seutuhnya punyamu. Bagaimana bisa aku beranjak, nyatanya sayangku masih milikmu.

Lalu tiba-tiba seseorang menyapaku, menepuk pundakku, dan berkata aku akan menemani mu hingga kamu mampu pergi darinya. Ia tersenyum, harusnya ia sakit setelah rasa sayangnya kutolak mentah-mentah dengan alasan aku masih mencintai masa laluku. "Aku percaya, waktu bisa saja mengubah perasaanmu. Aku percaya, dengan kasih tulus yang tiap harinya kutujukan padamu, akan membuat mu perlahan menghapusnya. Aku percaya, nanti kamu akan jadi milikku" katanya sembari menghapus air mataku yg menetes perlahan. Tak ada yang salah darinya, ia tulus, dan bukankah harusnya aku memberi kesempatan? Kelak jika usahanya-usahaku berhasil, tolong jangan (pernah) datang lagi kekasihku.

Sebuah Usaha MelupakanCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang