Selamat pagi tuan😊
Bagaimana kabarmu? Bagaimana hari mu? Apa teman-teman dan orang baru yang ada disekelilingmu memperlakukanmu dengan baik? Bagaimana makanan disana, apakah baik-baik saja dengan perut jawamu? Ah aku lupa, kamu memang sedang disana sekarang, harusnya perutmu lebih baik.
Ini sudah keberapa hari sejak kamu pergi dan kita benar-benar tak berkomunikasi(lagi)? Aku penasaran apakah kamu juga melakukan hal yang sama sepertiku, mengingatmu disetiap pejam menjelang tidur, menyebut namamu dibait terakhir doaku atau menjadi orang yang menari-nari dipikiranku kala kesepian menghadang. Mungkin sepertinya aku terlihat tak terlalu memperhatikan mu, tapi percayalah aku benar-benar mengkhawatirkanmu.
Kau ingat? Saat pertama kali kau kerumah, pertama kali juga kau kukenalkan pada keluargaku. Aku memperhatikanmu dari ujung rambut sampai kaki, aku diam mematung. Ia mengenakan kaus oblong hitam-jeans hitam-converse hitam, kukira kau salah alamat ketika berkunjung dengan setelan seperti itu. Lalu kamu tersenyum, menyadarkan ku dari lamunan.
Ah aku merindukanmu lagi.
Teruntuk kamu yang memang bukan siapa-siapa aku lagi, teruntuk kamu yang terpisah kota denganku, dan teruntuk kamu yang masih saja kurindukan, semoga hal-hal baik berada disekelilingmu selalu❤
KAMU SEDANG MEMBACA
Sebuah Usaha Melupakan
Short StoryAku tak mengerti, bagaimana rasa mengetuk dinding beku hatiku dan membiarkanmu begitu saja singgah disana. Tak masalah jika berniat untuk tinggal dan menetap, hanya saja ia hanya singgah lalu pergi. Setelah ia telah berhasil menciptakan perasaan-per...
