Kamu masih berpikir kamu segalanya bahkan setelah apa-apa yang sempat kita rajut bersama telah usai berantakan. Lalu apaa yang membuatmu sebegitu yakinnya bahwa aku takkan berpaling darimu? Bukankah segalanya bisa hilang begitu saja bahkan tanpa pernah kamu sadari? Seperti halnya k i t a. Ah aku masih saja mengingat banyak hal yang pernah kita lalui bersama, berdua. Tapi tetap saja kau harus pergi, sebab cerita kita tak lagi sama. Ketika Tuhan sudah meletakkan kita dijalur yang berbeda, bagaimana caramu mempertahankan jalur yang tak lagi mengarah padamu? Kamu harus tahu, manusia memang berencana. Tapi bukankah Tuhan sebaik-baiknya penulis skenario? Kamu hanya perlu mengikutinya, ada hal yang lebih baik menantimu di akhir ceritanya. Jadi bagiku kamu belum menjadi akhir cerita yang Tuhan tulis, sebab aku sadar bahagia enggan mengunjungi kita. Lalu apalagi yang harus kuperbuat? Jika sesekali aku masih saja merindukanmu? Apa segalanya bisa berubah secepatnya? Sebab perlahan aku mulai muak merindukan apa-apa yang tak membahagiakan, apa-apa yang membuat dadaku sakit.
Teruntuk kamu yang menjadi segalanya bagiku, namun bukan akhir ceritaku, beranjaklah kisah kita sudah lama ditamatkan!
Sep16
KAMU SEDANG MEMBACA
Sebuah Usaha Melupakan
Short StoryAku tak mengerti, bagaimana rasa mengetuk dinding beku hatiku dan membiarkanmu begitu saja singgah disana. Tak masalah jika berniat untuk tinggal dan menetap, hanya saja ia hanya singgah lalu pergi. Setelah ia telah berhasil menciptakan perasaan-per...
