Teddy Bear

8K 124 2
                                        

      Ia bergegas memasukkan sebuah kotak kado berukuran besar ke bagasi mobil ku. Lalu ia menoleh kearah ku yang sedari tadi memperhatikannya, "buka nya nanti, ketika sampai dirumah ya" ia tersenyum sambil mengedipkan matanya padaku.
      Seakan aku akan pergi jauh, seakan aku tak akan kembali kepeluknya lagi, ia seperti enggan merelakan kepulanganku. Sabarlah sayang, bukan kah kita telah terbiasa dijauhkan oleh jarak seperti ini? Nanti, kau akan terbiasa lagi tanpaku. Kulihat tawa nya seperti tak rela melepasku, tapi apa boleh buat, jarak lebih berkuasa dibanding kita.
                               ○○○
        Kupandang dan kupeluk lagi, teddy bear yang dulu pernah kau beri, katamu sebagai hadiah ulang tahunku yang tak sempat kaurayakan. Bukan kah dulu, kamu yang yang memohon agar tak pernah melepasmu, atau meninggalkan dalam kondisi apapun?
        Teddy bear mu masih kujadikan tempat ku berbagi, masih saja kulihat bayangmu didalamnya. Masih saja kurasa kehangatan mu dibalik kedua mata teddy bear pemberianmu ini. Lalu apa yang mesti kulakukan dengan beruang kecil nan manis ini? Sementara kau sudah kubuang jauh-jauh, apakah aku juga harus membuangnya? Sebab setiap kali melihatnya, ingatanku melayang memutar kembali semua hal yang pernah kita lakukan bersama.
        Tapi aku tak tega, kau tau persis bahwa aku amat menggilai teddy bear ini. Kau lebih paham seberapa inginnya aku memilikinya dari dulu. Tak apa, sementara aku berusaha kuanggap ini hadiah perpisahanmu.
Biarkan aku tenang bergelut dengan perasaan ku saat ini, setelah ini akan kupikirkan apa yang mesti kuperbuat pada pemberianmu ini.

Dari gadismu yang benar-benar menggilaimu(dulu).
30-08-2016

Sebuah Usaha MelupakanCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang