Teruntuk sayap-sayap yang dulu nyaris patah, terselamatkan sebab campur tangan semesta..
Kukira rindu itu kejam, nyatanya diammu lebih kejam.
Lalu kukira jarak itu jahat, nyatanya abaimu lebih jahat.
Kamu datang, pergi, lalu datang lagi, seolah aku— halte tempat mu bisa singgah seenaknya semaumu—
Mungkin bagaimana aku mencinta kamu, membuatmu yakin-dengan seyakin yakinnya, aku adalah rumah yang akan selalu membuka pintu untukmu kala engkau lelah.
Sayapku sudah nyaris patah, sebentar lagi patah.
Tinggallah bersama, biar sayapku tak terlanjur patah.
Jika kamu pergi lagi, aku patah. Makin parah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sebuah Usaha Melupakan
Cerita PendekAku tak mengerti, bagaimana rasa mengetuk dinding beku hatiku dan membiarkanmu begitu saja singgah disana. Tak masalah jika berniat untuk tinggal dan menetap, hanya saja ia hanya singgah lalu pergi. Setelah ia telah berhasil menciptakan perasaan-per...
