The Key #9

5.4K 334 4
                                    

Justin's POV

Aku merasa sangat bersalah sekarang ketika mengatakan sesuatu tentang ibunya. Aku benar-benar tak tahu jika ibunya sudah meninggal ketika ia berumur 15 tahun, dan jika tak salah Jesslyn sekarang berumur 17 tahun, berarti itu sudah 2 tahun yang lalu. Aku juga tak percaya ketika Jesslyn mengatakan, aku baru saja memercayaimu dan menyukaimu. Apa dia memang bermaksud mengatakannya? Dan kemudian lari begitu saja dariku tanpa memikirkan konsekuesinya?

"Jesslyn! Tunggu!" aku mencoba mengejarnya, dengan kakiku yang baru saja tertembak, "Jesslyn!! Berhenti! Kau dalam bahaya besar, ingat itu?! Aku minta maaf!!"

Ia tak sama sekali berhenti untuk menoleh ke belakang. Aku tahu aku takkan berhasil jika mengejarnya dengan berlari, kakiku masih sakit sekali jadi aku berbalik dan masuk ke mobilku. Ia tak tahu jika aku bisa sangat mudah menemukannya. Ia tak tahu apa yang sudah kutemukan.

'Aku minta maaf dan kau tak seharusnya berlari dariku!' Aku mengirim SMS itu ke nomor Jesslyn,

Aku menancap gas hingga mencapai batas maksimal. Ia takkan ada jauh sekali dariku sekarang, ia berlari sedangkan aku mengendarai. Aku yakin akan mendapatkannya. Membawanya ke California dan menyelesaikan misiku agar aku takkan bisa menatap wajahnya yang terkadang membuatku menyukainya.

Aku berhenti di salah satu tempat, terdapat banyak orang mengerumuni sesuatu. Aku keluar dan mencoba untuk melihat apa yang terjadi. Aku yakin Jesslyn berada di sekitar sini. Aku mencoba berlari dan melewati kerumunan ini. Tapi tiba-tiba hatiku berdebar kencang ketika melihat mayat yang sudah terbungkus kantong jasad.

"Hey nak, kau tak boleh berada disitu!" kata seorang polisi,

Aku menoleh, "Sebentar saja!"

Aku mencoba membuka ritsleting kantong itu perlahan dan berharap tak ada yang terjadi dengan Jesslyn, aku terus membuka ritsleting itu hingga melihat wajah dari jasad yang ternyata bukan Jesslyn. Aku pun berlari lagi kembali ke mobil.

Jesslyn's POV

Aku berlari dari Justin, kemudian seseorang mengejarku jadi aku harus berlari lebih cepat. Aku berlari diantara orang-orang yang sedang mengerumuni sesuatu, namun saking banyaknya orang disini, aku sulit berlari. Satu mobil van hitam mendekat, kemudian dua orang keluar dari mobil itu dan menangkapku, mereka menutup mulutku. Aku melihat Justin yang baru keluar dari mobilnya tapi ia tak melihatku, ia malah masuk ke kerumunan itu.

"Tak ada gunanya berteriak!"

"Ini akhir untukmu, Nona Rischène!"

Mereka kemudian tertawa dan memasukanku ke mobil van hitam milik mereka. Nona Rischène? Darimana mereka tahu nama keluargaku? Sebenarnya siapa mereka? Mobil van ini mulai berjalan dan kini aku tak tahu harus bagaimana. Aku sangat marah dengan Justin pada saat itu, hingga aku bisa lupa jika aku sekarang berada dalam masalah besar. Aku bodoh.

"Kita titipkan dia ke Thierry dan Marcelo. Mereka ada di gedung dekat laut." aku mendengar salah satu dari mereka,

"Lalu apa yang akan kita lakukan?"

"Kita akan pergi mencari makanan. Kau ikut tidak?!"

"Oh ya, aku ingin Dougnuts!"

Aku berfikir, apa mereka selalu seperti ini? Aku ingin berbicara namun mereka menutup mulutku dengan lakban berwarna hitam dan tanganku terikat. Aku tak tahu apa Justin akan menemukanku atau tidak. Aku berharap ia bisa menemukanku sebelum semuanya terlambat. Aku membutuhkannya. Jika aku bisa memutar ulang waktu, aku takkan marah padanya. Ia bahkan belum tahu ibuku meninggal jadi seharusnya ia wajar mengatakan itu.

The KeyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang