" ketika lo berani jatuh cinta , lo juga harus berani patah hati. Ketika kita patah hati itu yang membuat kita tambah kuat. Ketika lo belum pernah mencoba sesuatu hal yang belom pernah lo coba, gw saranin cobalah sebelum terlambat"
Kata- kata galvin tadi malem membuat gw berfikir keras , apa maksud dia berkata seperti itu? atau gw harus mencoba melupakan dimas dan mencoba mencintai seseorang? Apa iya maksudnya seperti itu? Gw harus cari galvin.
"Eehh karel , liat galvin ga?" Tanyaku ke karel.
"Ada dikanti sama dio, nico, rivan , abel , dinda. Kan lo tadi diajak ke kanti ga mau"
"Oh iya" gw pun bergegas keluar dan pergi kekantin.
"Al, tunggu gw ikuttt"
Gw dan karel jalan beriringan kekantin sesampai dikantin gw memcari sosok yang gw cari.
"Di sana al" ucap karel.
Kita ber2 pun berjalan ke maja galvin.
"Hai" sapaku dan langsung duduk disebelah galvin karna kebetulan disebelah galvin kosong, karel duduk ditengah dinda dan rivan (A/N waahh pho ni si karel haha)
Semua yang duduk dimeja menjawab sapaanku kecuali galvin yang sibuk sama hpnya. 'Ah dasar cowo berhati es balok'
"Vin" bisik ku ke galvin.
"Hm?" Jawab dia berdehem tanpa melihat kearahku.
"Gw pengen ngomong sama lo"
"Paan?"
"Tapi ga disini"
"Males"
Karna geram dengan dia , gw pun mengambil hpnya dan menarik tangannya menjauh dari meja dan berjalan ke taman belakang sekolah.
Setelah sampai gw duduk dibawah pohon dan menaro hpnya galvin disebelah gw sedangkan galvin masih berdiri.
"Vin"
"Hm?" Dehem galvin yang mengambil hpnya disebelah gw dan duduk disebelah gw.
"Apa yang tadi malem lo katakan itu maksudnya mencoba untuk nelakukan hal yang baru? yang selama ini ga pernah gw coba?"
Galvin hanya diam dengan muka datarnya memandang lurus kedepan.
"Vin?" panggilku, dia masih diam.
"Vinn!!" Panggil ku kedua kalinya dengan menaikan satu nada.
"GALVIN!!" Panggilku ke 3 kalinya.
"Hah?" Ucapnya dengan muka kagetnya dia.
"HAHA, muka lo lucu kalo lagi kaget"
"Bodo"
"Ish!" ucapku geram dan meninggalkan dia yang masih terdiam duduk ditaman. Tujuan gw sekarang adalah kantin.
POV GALVIN
Gw duduk dibawah pohon taman belakang sekolah karna ditarik oleh alicia yang ingin membicarakan sesuatu hal. Tapi pikiran gw kemana2, entah apa yang diomongin alicia. gw mengabaikan apa yang diomongin alicia dan fokus dengan pikiran gw.
"Dia dateng lagi dikehidupan gw, membuat gw muak sama mukannya. Gw harus bikin dia ngejauh dari gw, tapi apa?" Ucap ku dalam hati sambil berfikir keras.
"GALVIN!!" Teriak alicia yang membuat gw kaget.
"Hah?" Ucapku yang kaget dengan muka yang udah ga bisa gw bayangin.
"HAHA, muka lo lucu kalo lagi kaget"
"Bodo"
"Ish!" Ucap alicia yang langsung meninggalkan gw yang masih dia duduk dibawah pohon, mungkin dia marah sama gw.
Tiba2 sebuah ide terlintas dipikiran gw, akhirnya gw berniatan untuk samperin alicia. Tapi langkah gw berhenti ketika mendengar ucapan nico yang menyebalkan. Gw makin terdiam ketika ada seseorang yang datang mendekat kearah meja yang diduduki alicia dan yang lainnya.
POV ANATHOR
Karna kesal dengan galvin yang mengabaikan ucapannya dan malah bengong memikirkan sesuatu yang lain, alicia meninggalkannya yang masih diam mematung duduk dibawah pohon. Alicia berjalan kekantin tepat kemeja yang diduduki dinda, dio, abel, nico , rivan dan karel. Alicia duduk dengan muka yang kesal dan tangan yang dilipat didada.
"Lo kenapa al?" Tanya dio melihat muka alicia yang berbeda sebelum alicia pergi bersama galvin.
"Au dah" jawab alicia dengan malas
"Haha, paling gara2 galvin. Kek ga tau aja lo, ya kan al?" Ucap nico dengan enteng.
"Ga tau ah gw mau pesen minum dulu" ucap alicia beranjak dari tempat duduk dan berbalik badan berjalan untuk memesan minuman.
Tapi sayang saat alicia berbalik badannya dia tiba2 kedatangan naomi dengan jessica dan angel dibelakangan. Cewe itu langsung menumpahkan minuman yang di bawanya kekepala alicia. semua terkejut melihat kejadian itu. Rio, kerel, rivan, nico, dinda dan abel yang ada dimeja itu langsung berdiri. Sedangkan alicia masih terdiam kaku karna kaget.
"Tuh minumannya, jadi lo ga perlu repot2 buat mesen" ucap naomi diiringi suara tawa dayang2nya dibelakang.
"Salah gw apa sama lo!" Teriak alicia.
"Salah lo deketin dimas"
"Mau lo apaan?"
"Mau gw? Mau gw lo jauhin dimas"
"Gw ga bisa jauhin dia, karna dia sahabat gw!" Teriak alicia yang kesal.
"Loh ya!" Ucap naomi yang mau menampar alicia, alicia udah pasrah jika ditampar naomi , mata alicia langsung terpejam.
1 detik...
2 detik...
3 detik...
4 detik...
5 detik...
Ga ada yang dirasakan oleh alicia, sedikitpun dipipinya tidak terasa sakit. Akhirnya alicia pun memberanikan membuka matanya pelan2, dia melihat punggung laki-laki yang berdiri didepannya membelakangi dirinya.
"Gw kasih tau lo ya, sekali lagi lo berani gangguin pacar gw. Pala lo ilang!" Ancam galvin yang masih menahan tangan naomi yang tadi ingin menampar alicia.
Alicia terkejut mendengar apa yang barusan dikatakan oleh galvin. Mungkin bukan alicia doang yang kaget tapi semuanya yang mendengarnya. Aktivitas dikantin berhenti karna ulah naomi dan dayang2nya.
"Huffttt!!, bagus deh kalo lo udah pacaran sama alicia" ucap naomi dengan enteng.
"Lo ikut gw sekarang ke ruang bp. Din, bel temenin alicia kekamar mandi buat bersihin rambut dan bajunya" ucap galvin yang langsung menarik naomi keruang bp. Abel dan dinda yang kaget dengan apa yang tadi dilihatnya ketika galvin berbicara tadi mereka ber2 langsung tersadar dan membawa alicia kekamar mandi meninggalkan dio dan yang lainnya.
Au lah ah gw gatau ini cerita kek gimana , yang penting update , ya ga? 😂
Maaf ya dipart 1-11 galvinnya ga keliatan banget jadi badboy tapi nanti selanjutnya galvin bakal bad kok tenang aja haha. Nanti di part selanjutnya bakalan dikasih tau kok alesan galvin kenapa dipart itu badnya ga keliatan.
Jangan lupa ya.
Vote + comment💋.
KAMU SEDANG MEMBACA
Impossible
JugendliteraturSeorang perempuan cantik bernama Alicia yang cuek tapi kadang cerewet . Suatu ketika sekolahnya kedatangan anak baru laki2 yang sedikit badboy dan sifatnya yang dingin dengan hatinya yang amat sangat beku. 'Apakah aku bisa meluluhkan hati mu yang s...
