Visual diatas adalah Mesya
Selamat membacaaa!!!!
***
Hari kedua dimulainya pelajaran yang sudah intensif. Berbagai mata pelajaran yang melelahkan harus dilewati, pertemuaan fisika dan matematika yang membuat otak semakin mendidih.
Semua siswa mulai menguap satu-persatu kecuali Sera. Ia tampak sangat bersemangat meski yang lain telah menyerah.
Bunyi bel istirahat terasa seperti pertolongan dari surga bagi para siswa yang mulai tak bernyawa.
"Ser mau beli apa? Biar aku beliin sekalian aku mau ke kantin nih.", ucap Yoga seraya bangkit dari kursinya.
"Terserah", jawab Sera singkat, matanya masih tertuju pada buku matematika meski pelajaran telah berakhir. Yoga pun segera keluar meninggalkan kelas.
Beberapa saat setelah kepergian Yoga beberapa anak perempuan menghampiri Sera.
"Hai ? kamu Sera kan? Aku Rina", ucap anak perempuan itu diikuti temannya.
"Hai, aku shinta.", anak yang lain ikut memperkenalkan diri, namun Sera tak menanggapi mereka, ia hanya mengangguk dan melirik sebentar, tak begitu peduli.
Rata -rata murid junior disekolah ini memang masih menggunakan bahasa yang sopan. Tapi ketika sudah memasuki kelas sebelas kebanyakan akan menunjukkan sisi lain diri mereka.
Namun Sera berbeda, pengalaman hidupnya mengajarkannya untuk selalu tak peduli dengan sekitarnya kecuali orang-orang yang memang tulus dengannya. Kebanyakan orang yang belum mengenal Sera beranggapan bahwa Sera perempuan yang sombong dan menyebalkan.
" Kamu kok nggak ke kantin? Masih ngapain? Oh ngerjain matematika ya?", tanya Rina sedikit basa-basi yang menurut Sera sangat retoris.
"Kamu kok bisa cepet banget sih deket sama si Yoga, padahal dia kan anak baru", ucap Shinta dengan sangat behati-hati.
Tepat seperti dugaan Sera, pasti teman-temannya mendekatinya bukan tanpa alasan. Mulai jengah Serapun menghentikan kegiatannya dan menjawab pertanyaan yang membuatnya risih itu.
"Dia temen SD gue.", jawab Sera singkat.
"Oh... pantesan", jawab mereka hampir bebarengan.
"Em... boleh nggak kalau kamu kenalin kita gitu sama Yoga kita pengen kenal lebih deket sama Yoga", tanya Shinta bersemangat, sambil memancarkan mata kegatelan.
"Kalian kan bisa kenalan sendiri kenapa harus gue sih?", jawab Sera ketus, mulai tak tahan dengan para makhluk hawa di hadapannya yang terlalu berlebihan dan kegatelan.
Beberapa melangkah mundur mendengar tanggapan Sera.
"Wah songong banget lo jadi cewek, baru bisa deket sama Yoga aja udah belagu. Mereka tu tanya baik-baik, malah lo nyolotin", sahut seseorang yang muncul dari belakang, yang tak lain adalah Byana, diikuti oleh dua dayangnya Mesty dan Sandra.
"Trus apa urusan lo, mereka aja nggak marah kenapa lo yang protes!", cecar Sera.
"Emang songong banget lo jadi orang", tegas Byana tangan kanannya sudah hampir melayangkan tamparan ke wajah Sera kalau saja Yoga tidak datang.
KAMU SEDANG MEMBACA
KELAM [on going]
Teen FictionCinta tak melulu tentang kekasih belahan jiwa... Cinta tak melulu memberi rasa bahagia... Tapi cinta juga tentang keutuhan sebuah keluarga... Tentang bagaimana rasa sakit dan sengsara... Tentang lika liku yang harus ditempuh untuk mengerti apa arti...
![KELAM [on going]](https://img.wattpad.com/cover/59442387-64-k208436.jpg)