Selamat membaca!!
Maaf typo bertebaran
Visual diatas adalah Yoga
***
Suara ayam jantan terdengar bersahut-sahutan seakan berteriak membangunkan manusia yang masih tertidur pulas, sebentar lagi matahari akan membagi cahayanya ke separuh bagian di bumi ini.
Hari ini Sera benar-benar sudah menyiapkan semuanya dengan sempurna, ia tidak ingin hari pertamanya masuk sekolah berantak lagi seperti dulu. Pukul 04.15 pagi dia sudah bangun, sholat, dan mandi.
"Kring..... kring.....", jam beker kesayangan Sera berbunyi nyaring saat ia sedang memakai seragam barunya setelah mandi dan menyiapkan semuanya.
Biasanya Sera baru bangun setelah jam bekernya berbunyi yaitu pukul 05.00, tapi kali ini dia sudah siap, hanya kurang memakai sepatu dan sarapan.
Sera turun menuju ruang makan setelah selesai menyisir rambut hitamnya, menyemprotkan parfum kesayangannya, dan menyapukan bedak tipis diwajahnya, ya karena Sera sudah memiliki wajah yang cerah meskipun tidak memakai bedak.
Ternyata Diana baru selesai sarapan setelah memasak dan mungkin sebentar lagi akan mandi lalu berangkat kerja
'rasanya baru kali ini aku melihat mama sebelum berangkat sekolah sejak lima tahun yang lalu, biasanya udah berangkat kalau aku baru sarapan gini', batin Sera. Karena jarak kantor Diana dan rumah cukup jauh jadi Diana selalu berangkat lebih pagi.
Pukul 05.30 Sera sudah siap berangkat sekolah, padahal dia biasa berangkat sekolah pukul setengah tujuh pagi. Diana sudah selesai mandi dan baru akan berganti pakaian, biasanya Sera tak perlu berpamitan dengan Diana, tapi hari ini Sera merasa canggung karena harus berpamitan dengan mamanya.
Sedangkan Aditya masih tertidur lelap, karena semalam pulang larut.
Aditya memang kerja agak siang, jadi beliau biasa bangun siang.
"Ma, Sera berangkat dulu," dengan suara lembut, sambil mencium punggung tangan mamanya.
"Iya, hati-hati," jawab Diana singkat sambil sibuk memilih baju kerjanya, tak melirik Sera sedikitpun.
Setelah itu Sera langsung menuju kamar Rizal, Sera tak pernah absen berpamitan dengan Rizal sebelum berangkat.
"Clek.....", Sera membuka pintu perlahan, takut mengganggu jika kakaknya belum bangun.
"Lho Ser! tumben dah rapi, baru jam setengah enam lho," goda Rizal saat Sera masuk ke kamarnya sepagi ini.
"Ih... bukannya seneng adiknya bangun pagi malah ngledek", jawab Sera cemberut.
"Hehe iya-iya, kan cuma bercanda," Rizal tersenyum manis sambil mengacak-acak lembut rambut Sera.
"Ya udah kak, Sera berangkat dulu dada..." Sera mencium tangan kakaknya, kakaknya membalas dengan mengecup puncak kepala Sera lembut, memang sudah menjadi kebiasannya, setelah itu ia berlalu keluar rumah, menuju jalan raya menunggu angkutan umum.
Ini pertama kalinya ia naik angkutan umum ke SMAnya. Biasanya saat MOS ia diantar jemput Rizal.
***
Pukul 05.45 Sera baru sampai. Sera menuju kelasnya yang terletak dipaling ujung barisan kelas X, yaitu X Ipa 4. Ruang kelasnya masih kosong, baru ada tiga siswi yang berangkat, sepertinya mereka dulu teman satu SMP karna mereka terlihat sangat akrab. Sera memilih bangku paling depan, dekat meja guru.
Sera mengeluarkan novelnya untuk mengisi waktu kosongnya dan menutup telinganya dengan headset. Satu persatu teman kelas Sera mencari teman duduk.
Karna teman Sera sudah mengetahui kebiasaan Sera yang sering menyendiri saat acara MOS, jadi tidak ada yang mau satu bangku dengan Sera, tapi Sera tidak menangggapi sikap teman kelasnya, ia masih sibuk dengan novelnya.
Bel masuk sudah berbunyi, sekarang kelas sudah terisi penuh, hanya Sera satu-satunya yang tidak memiliki teman sebangku.
Selang beberapa menit Pak Dedy, guru matematika kelas X datang, ternyata beliau tidak datang sendiri, ia bersama seorang murid, laki-laki, berbadan tinggi, tegap, atletis, berkulit sawo matang, memiliki lesung pipit dan senyum manisnya dapat melelehkan hati para wanita, rambutnya yang pendek dan sedikit cepak membuat dia terlihat cool dan cuek sehingga membius perhatian seluruh kaum hawa di kelas X Ipa 4, terkecuali Sera, sedari tadi Sera belum menyadari kahadiran guru dan murid baru itu,dia masih terfokus pada novelnya.
"Pagi anak-anak, hari ini kita kedatangan murid tambahan, dia pindahan dari Bandung, dia baru sampai ke Jogja kemarin, dan karena beberapa alasan dia tidak bisa mengikuti MOS bersama kalian tiga hari kemarin, bapak harap kalian bisa berteman baik dengan dia", jelas pak guru di depan kelas berdampingan dengan murid baru itu.
"Silahkan perkenalkan namamu" ucap pak guru pada murid baru itu kemudian beliau menuju meja guru, dan terlihat sibuk mencari sesuatu.
"Pagi semua, namaku Ociel Yoga Anggara. Kalian bisa panggil Yoga, semoga kita bisa berteman baik," kata Yoga memperkenalkan diri, kemudian dia mengangguk ke arah pak guru, pertanda ia sudah selesai memperkenalkan diri.
"Oh ya kalau begitu, Yoga kamu boleh duduk," kata pak guru setelah itu kembali fokus mencari sesuatu di mejanya.
Yoga celingukan mencari tempat kosong, tinggal satu tempat yang kosong, di depan meja guru,Yoga segera menghampirinya.
Sedari tadi Sera belum lepas juga dari novelnya. Sera menaruh novel di pangkuannya dan membaca sambil menundukkan kepala agar tidak ketahuan kalau dia sedang membaca novel, tapi nyatanya sampai perkenalan murid baru itu selesai Sera belum juga menyadari kehadiran gurunya, karna ia membiarkan rambutnya terurai pagi ini sehingga menutupi pandangan Sera dari orang di sekelilingnya ditambah ia sedang mendengarkan musik.
Pak Dedy sendiri dari tadi tidak menyadari kalau ada satu muridnya yang sedang asyik membaca novel, dari tadi beliau terlihat masih sibuk mencari sesuatu di mejanya dan di beberapa tumpukan kertas yang beliau bawa.
Yoga duduk manis disamping Sera, semua kaum hawa dikelas itu benar-benar iri pada Sera, terutama Byana, cewek yang paling cantik dikelas Sera, tapi sikapnya sangat sombong dan terlalu percaya diri.
"Sialan tu cewek aneh! Beruntung banget dia hari ini," kata Byana pada dua temannya Mesty dan Sandra.
"Aduh sepertinya daftar absen bapak ketinggalan, bapak mau ambil sebentar kekantor, jangan ada yang ribut," kata Pak Dedy yang sudah menyadari ternyata ada barangnya yang ketinggalan.
"Hai! aku liat dari tadi kamu sibuk banget, pasti kamu belum liat muka aku juga kan? Makanya kamu biasa aja, nggak terpesona sama sekali," kata Yoga dengan PD nya di telinga Sera agar Sera bisa mendengarnya, dia tau Sera memakai headset, Yoga menepuk pelan pundak Sera namun tetap menunjukkan kharisma yang membuat cewek sekelas tambah panas serasa meleleh, namun Sera belum juga menengadahkan mukanya sama sekali.
"Ini cowok apa-apaan sih! Udah ganggu PD banget lagi," gumam Sera yang masih tertunduk menatap novelnya.
Yoga tak menyerah ia kembali menepuk pundak Sera
"Lagi baca apaan ? Serius amat, lagi baca cerita porno ya? Ikutan dong?" ucap Yoga sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Sera. Melirik apa yang sedang Sera baca. Membuat Sera meremang merasakan hembusan hangat napas Yoga.
"Ih... apaan sih lo ganggu banget!" bentak Sera seraya mengangkat kepalanya untuk melihat wajah si cowok songong itu. Yoga terlonjak mundur karena terkejut mendapatkan bentakan.
Namun Yoga tidak marah karena bentakkan Sera, dia justru sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya. Orang pertama yang sangat ingin dia temui saat dia kembali ke Jogja dan sangat dirindukannya sekarang ada di hadapannya.
"Sera!?"
***
26/02/2016
Dont forget for comment and vote :*
T
hankyou
KAMU SEDANG MEMBACA
KELAM [on going]
Roman pour AdolescentsCinta tak melulu tentang kekasih belahan jiwa... Cinta tak melulu memberi rasa bahagia... Tapi cinta juga tentang keutuhan sebuah keluarga... Tentang bagaimana rasa sakit dan sengsara... Tentang lika liku yang harus ditempuh untuk mengerti apa arti...
![KELAM [on going]](https://img.wattpad.com/cover/59442387-64-k208436.jpg)