=Sharonn STRONG=

126K 2.9K 15
                                    

Typo.... Klo ada typo.... Sorry!!

Vote

VOTE

Selena Pov.

Aku masih teringatkan ucapan setiap pertanyaan bodoh dari ibu Edward. Mom Lucy ada-ada saja menanyakan hal-hal pribadi itu padaku.

Mom Lucy sudah minta cucu dariku. Dia tidak sadar atau apa kalau menantunya ini belum genap 20 tahun udah ditagih cucu.

Aku agak geli mengingatnya bagaimana tidak, Aku tidak menyangka sudah melakukan hubungan intim dengan Edward.

Dan aku ingat satuhal, kami melakukannya tanpa pengaman.

Aku ingat saat pertama kami melakukan sex, aku yakin dan aku merasakan Edward menumpakan sperma nya didalam Pussy ku.

Aku juga agak khawatir, bagaimana jika beberapa hari lagi aku mendadak hamil.

Bagaimana dengan Kuliahku...
Bagaimana caranya menyusui...
Bagaimana melahirkan
Apa itu sakit ????

Aku belum siap jadi ibu. Sungguh!!!!!

Bluppp... Blupp....

Tiba-tiba Ponselku berbunyi. Aku melihatnya.

Dan aku mendapatkan telepon dari Louis.

"Hallo Louis?"

"Selena, Sharonn!! Ia keguguran!"

"Apa!! Bagaimana bisa terjadi?"

"Ia Jatuh dan terpeleset membuatnya pendarahan!!"

"Astaga Sharonn!!!! Apa dia baik-baik saja? Apa kau sudah memberitahu Mommy daddy-ku?"

"kuharap begitu, iya aku sudah memberitahu mereka, dan katanya akn segera kesini. Hospital Beerose."

"Aku akan segera kesana, Louis,"

Aku berlari, mengambil tasku dan segera keluar rumah.

Hatiku tak karuan mendengar kakakku keguguran diusia 9 minggu kandungannya.

"Hei mau kemana," pekik Edward mendapatiku yang terburu-buru.

"Sharonn, ia masuk Hopital,"

"Apaaa!!!!!!"

Edward ikut denganku ke Hospital Beerose, aku khawatir sekali dengan Sharonn.

Dalam perjalanan menuju Hospital aku sudah menitikan air mata.

Kulihat disela fokus mengemudi mobilnya, Edward memberikan tissu padaku.

"Tenanglah, kita akan segera sampai," ucapnya.

"Ak-aku khawatir," suaraku parau.

***
Baru saja Edward menghentikan mobilnya, aku langsung turun dan berlari masuk kedalam hospital beerose.

Aku menabrak beberapa orang aku tidak berduli, yang kuucapkan hanya kata permisi atau maaf.

Aku mendapato seorang suster, lalu aku menanyainya atas nama pasien Sharonn Cale,

Suster memberitahuku nomor kamar rawat dan aku segera berlari menuju kamar yang ditunjukannya.

Tak peduli lagi Edward yang tertinggal jauh dibelakangku, saat ini aku hanya ingin bertemu Sharonn. Kakakku...

        Langkahku terhenti saat aku melihat ada Louis memeluk ibuju didepan sebuah ruangan yang diberitahu suster tadi.

Aku berlari menghampiri Mom dan memeluknya.

"Sselena,, Kakakmu, ia keguguran!" ibu menangis, aku memeluk ibu erat berusaha menenangkan nya.

Kutengok kekamar tempat Sharonn ditempatkan.
Aku melihat dirinya disitu, terkulai lemas dengan banyak selang kecil dibagian hidungnya.

Lalu kukihat ayah merangkul ibu dan memenangkannya, Dave juga.

Berkali-kali Dave berkata 'Mom, Sharonn tak akan apa-apa, kita bersamanya!'

Aku juga sudah dibanjiri air mata. Kulihat wajah Louis yang khawatir sekali, sampai-sampai ia tak mau beranjak dari kaca depan pintu.

"Louis,,,,"

Louis melihat kearahku, wajah nya menampakan rasa bersalah yang luar biasa.

"Aku, aku salah!" ucapnya.

Lalu Louis berjalan menemui ibuku,

"Mom Carra, Maafkan aku. Ini semua salahku. Karena Ku lah Sharonn begini!"

Louis menunduk dan bersujud-sujud didepan ibuku.

Ibu ku lalu memeluknya. "Bukan salahmu sayang, bukan salah siapa-siapa?" ucap ibu disela tangisannya.

Ibu mengelus punggung Louis supaya ia tenang. Louis terasiak dipelukan ibuku.

Kuperhatikan Dave mengusap matanya. Kusadari adik bungsu ku yang hanya hobby main games itu akhirnya tersentuh.

Author Pov.

Dokter keluar dari ruangan, dengan cepat Louis menghampiriny, begitupun aku, ayah dan ibuku.
Lalu Edward datang.

"Bagaiman dokter, keadaan istri saya?"  tanya Louis tak sabar dengan gegabah.

"Syukur Mrs Sharonn Cale dibawa dengan cepat, ia tidak mendapat keseriusan dibagian rahimnya."

Carra dan Louis bernapas lega.

"Tapi kandungan yang baru berusia 9 minggu itu tidak bisa kami selamatkan, oleh karena benturan keras yang dialami Mra Cale,"

Louis tampak hancur mendengarnya. Ia merasa gagal menjaga istri dan gagal total menjadi seorang ayah.

Carra dan Robert menenangkan Louis yang tersiak sedih dan terus menyalahkan diri.

Edward juga mendengar apa yang dikatakan Dokter. Tentu Edward langsung duduk dan berusaha ikut menenangkan Selena yang sedang sedih.

***
Dua hari Sharonn dirawat dirumah sakit, perlahan ayah dan ibu nya menjelaskan apa yang terjadi padanya.

Awalnya Sharonn juga terus menangis dan merasa bersalah besar. Ia berkali-kali meminta maaf dengan Louis karena kecerobohannya hingga terjatuh dan membuat janin nya meninggal.

Selena tentu juga menenangkan kakaknya itu.

Berkali-kali Selena dan Dave menghiburnya.

Selena mengakui jika kakaknya memang wanita yang kuat dan tangguh.

"Sudah jangan menangis lagi?" ucap Sharonn mengelus rambut Dave.

"Aku sedih Sharonn, aku sudah berharap anakmu akan jadi temanku," ucap Dave.

Sharonn tertawa kecil. "Tak usah sedih. Aku juga sudah tidak sedih lagi, nanti aku akan membuatkan teman lagi untukmu," ucap Sharonn tersenyum.

Louis dan Edward tercengang, dimasa seperti ini Sharonn masih saja bisa tersenyum, tertawa untuk menghibur adiknya.

"Sharonn nanti kalau aku punya anak kembar akan kuberikan satu untukmu,"
Ucap Selena

"Hei tak usah!! Jangan bodoh sweetie-ku Selena-ku. Anak ity bukan untuk dihadiahkan," jelas Sharonn.

Selena menunduk. Ia seperti gadis bodoh sekarang, karena dengan sembarang kata ingin memberikan anaknya.

"Jangan khawatirkan aku, aku baik-baik saja. Aku ini hebat Selena. Nanti aku akan membuat anak lagi berama Louis... Iyakan Sayang,,,," ucaP Sharonn.

Louis tercengang kaget, lalu ia mengangguk saja mengiyakan apa yang dipinta istrinya itu.

***

Apanihh...
Ada komplen
Ada debat.
Ahh vote nya dong!!!

Maaf gak buat baper.

Thankfull😘

MARRIED YOUNG Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang