Selena Pov.
Volume makan ku bertambah banyak.
Berat badanku setiap bulan naik.
Hobby ku menyemil Cokelat.
Baju sexy ku kekecilan.....Hhhhuuff.. Itulah yang kualami selama kehamilan.
Kini kandunganku sudah berusia 5 bulan, aku semakin menyayanginya dan sudah semakin siap untuk menjadi seorang ibu.
Siap pagi aku selalu mendapat perlakuan manja dan disayang oleh Edward.
Bukan hanya Edward, Mom Lucy juga sering kesini menengokku. Aku senang, ia juga selalu membawakan makanan sehat untukku.
Aku tidak bisa menolak ketika melihat makanan, karena semenjak hamil Makan adalah salah satu hobby ku.
Kadang juga Louis dan Sharonn juga mengunjungiku. Louis sering bertukar pendapat dengan Edward tentang merawat wanita hamil, ku ketahui Louis juga ingin memiliki anak.
Sedangkan Sharonn. Ia sering menemaniku yoga sampai berjam-jam hingga aku merasa sangat fresh.
Semakin lama, aku merasa tubuhku semakin berat dan agak gendutan, aku takut Edward berpaling padaku.
Kali saja Edward tertarik pada salah satu karyawan dikantornya yang cantik-cantik itu.
Tapi kalau aku belum hamil, aku lah yang paling sexy diantara mereka semua.
***
"Sweetie sedang apa?"Aku menoleh, ternyata itu Mom Lucy. Ia menginap disini semenjak dua hari lalu.
"Hanya membaca majalah saja," sahutku.
"Sweetie hari ini Mom akan pulang, Mom juga ada pekerjaan besok,"
"Iya Mom, tak apa." jawabku.
"Ya sudah. Mom akan pulang, tadi Mom sudah menelpon Sharonn memintanya untuk menemanimu,"
Mom Lucy mencium pipi kanan dan kiriku, lalu ia beranjak menuju pintu untuk segera pulang.
***
"Kau sendirian sayanggg,," ucap Sharonn, ia baru saja datang beberapa menit lalu."Tidak, aku bersama 8 pelayan rumah," sahutku.
Sharonn duduk disampingku lalu ikut memakan camilan cokelat yang kumakan.
"Hei ini milikku," aku menepis tangan Sharonn.
"pelit sekali, kau akan susah kurus nantinya," ucap Sharonn.
Aku langsung memberikan semua camilan coklat didepanku pada Sharonn.
"Hahaha,, begitu. Bagilah aku supaya kau melahirkan dengan lancar." oceh Sharonn.
Aku memutar bola mataku dan menyandarkan diri kebelakang.
"Sharonn, apa melahirkan itu sakit," tanyaku.
"Tidak tahu, aku belum sempat melahirkan,"
"Saat kau jatuh apakah itu sakit." tanyaku yang kepo sekali.
"Jelaslah bodoh!!" pekik Sharonn. Tentu wajahku langsung berubah.
"Oayolah, tak usah takut. Aku juga akan melahirkan nanti," rayu Sharonn.
"Kapan kalian akan berencana punya anak?"
"Nanti, mungkin setelah kau melahirkan saja,"
Edward Pov.
"Ibuku sudah pulang ya," tanyaku pada Selena. Ia sedang berdiri didepan kaca memandangi perutnya.
"Iya, tadi siang," sahutnya sambil mengelus perut buntingnya.
Aku mendekat dan memeluk Selena dari belakang. Mengelus lembut perutnya.
"Apa nanti kita USG,"
"Tidak usah," Selena Menolak.
"Kenapa???"
"Aku tidak ingin mengetahui bayiku sekarang, aku ingin mengetahuinya saat ia lahir saja, agar jadi suprise,"
Aku terkekeh lalu mencium lehernya.
Aku membuka kaos tipis yang membukus tubuh nya.
Aku hanya mengangkat kaosnya sampai dibawah dada lalu mengelus perutnya yang membesar.
Aku membalik tubuh Selena hingga menghadap langsung padaku.
Aku mencium keningnya, pipiny, lalu kurasakan Selena menyerang dengan mencium bibirku.
Melumat lembut bibirku, lalu tanganku mengelus perutnya.
Dua menit kemudian, Selena menyudahi ciumannya. Ia tersenyum penuh cinta padaku.
Aku merendah berdiri dengan lututku, wajahku berada pas dengan perutnya.
Aku mencium perutnya, sesekali aku memiringkan wajahku meletakan telingaku berharap aku mendengar anak di perut Selena bicara.
"Hai baby,, apa kau mendengar suara Dad," ucapku berbicara dengan perut Selena.
Selena terkekeh, "kau mengajak perutku berbicara,"
"Jika kau baby perempuan, tentu mirip denganku."
"mmmm.... Tapi jika kau baby laki-laki, dad pikir kau mirip mom mu yang cantik ini,"
"Berhentilah berbicara dengan perutku Edward," Selena tertawa geli melihat kelakuanku yang berbicara dengan perutnya.
Selena Pov.
Edward seperti sudah tidak sabar dengan kehadiran bayi dirumah ini.
Ia seperti orang gila berbicara dengan perutku membuatku terkekeh geli.
"Kau tahu baby? Dad and Mom saling mencintai," ucap Edward kembali pada perutku.
"Sudahlah sayang, dia tahu kau mencintaiku. Aku mengantuk!"
Aku kembali menutup kaos yang terbuka ditubuhku, lalu berjalan menuju tempat tidur.
"Oh tunggu sebentar. Aku sudah membuatkanmu Susu Pregnant, minumlah,"
Edward mengambil susu di meja dan memberikannya padaku.
"Terimakasih suami," aku meminumnya.
"Sama-sama istri." sahut Edward.
Vote.. Vote..
Love me love me..
say that you love me
Fool me fool me..
Oh how you do me
Kiss me kiss me..
Say that you miss meTell me what a wanna hear
Tell me you love me...#loveme #JB
Thankfull😘

KAMU SEDANG MEMBACA
MARRIED YOUNG
Tiểu Thuyết ChungPernikahan muda oleh Selena Maphis 19th dengan pria pewaris perusahaan, ia boss Big Mall Pattinson Mall yaitu Edward Pattinson. Mengandung unsur dewasa. Mohon kebijakan pembaca. Umum 18+