-Tasya's Pov
Pagi ini gue kembali kepada rutinitas yang sudah gue jalani sejak gue berumur 4 tahun, pergi sekolah. Ya sebenernya sih bosen yah. Cuman kata guru tk gue waktu itu gini : 'gapailah cita - citamu setinggi langit.'
Tapi gue sampai detik ini gak percaya sama ucapan bu Dyan, guru tk gue dulu. Soalnya mana ada cita - cita yang setinggi langit, palingan cita - cita mah segitu aja tingginya.
"Dudududu," gue bersenandung kecil sambil menelusuri lorong sekolah.
Satu yang dapat gue deskripsikan, sepi. Gue kan anak rajin makanya setiap datang pasti sekolah masih dalam keadaan sepi.
"Tasya!" Gue menengok ke belakang ketika ngerasa ada manggil gue.
Tapi pas gue nengok, gak ada orang tuh. Gue pun kembali melanjutkan langkah gue tanpa peduliin orang yang manggil gue tadi.
"Tasya!" Sekali lagi gue nengok tapi gak mendapati siapapun atau tanda - tanda orang yang manggil gue.
Aneh kan? Jadi merinding deh, tapi kan mamah selalu bilang kalau syetan itu takut sama kita. Jadi syetan gak mungkin ganggu anak cantik dan baik hati seperti gue.
"Tas--" gue terkejut ketika membalikan pandangan gue dan mendapati wajah seorang cowok freak di depan gue.
"MARLO!!"
Sontak gue memukul mukanya yang ada di depan wajah gue. Masalahnya karena ketika gue cium aroma mulutnya, beuh.. gak nahan gue.
"Lo makan apaan sih? Bau bener congor lo?" Marlo hanya menyengir memperlihatkan deretan gigi pepsodent nya.
"Hehehe, tadi mamih gue bikin semur jengkol. Beuh, lo harus coba deh! Enak bingitz," gue bergidik ngeri.
Kok si Marlo doyan yah sama semur jengkol, gue aja gak suka sama tuh makanan satu. Rasanya sih kata mamah gue enak tapi setiap habis makan itu, mamah gue langsung bau badan gitu.
Dan itu yang buat gue trauma.
"Hmmm,"
"Gue mau ngomong sama lo!"
"Tuh, lo udah ngomong!" Jawab gue santai.
"Serius!"
"Sejak kapan sih gue gak serius sama lo?" Tanya gue sambil senyum menggoda.
Marlo menggerutu tak jelas. "Udah, lo ikut gue!" Ucapnya lalu menarik pergelangan tangan gue dengan cepat.
"E--eh, mau kemana?" Tanya gue bingung.
Marlo hanya diam tak menjawab pertanyaan gue. Gue pun mencoba untuk melepaskan tangan gue yang saat ini sedang digenggam oleh si Marlo.
-Marlo's Pov
Tanpa menghiraukan perkataan yang keluar dari mulut busuk si Tasya, gue terus menarik tangannya ke taman belakang sekolah yang jadi salah satu tempat The Somvlak's nongkrong.
"Anjing lo, Mar!"
Gue manusia, bangsat. Jawab gue dalam hati.
"Lo mau bawa gue kemana?"
"Hiks... Hiks... Lo kok giniin gue sih, Mar!"
Ingin rasanya gue sumpel mulut si Tasya pakek lakban, tapi rasanya gue hanya buang - buang lakban aja.
"Ini kan arah ke taman?" Lah? Nih anak baru nyadar gue bawa dia ke arah taman, ck.
"Udah ngikut aja," jawab gue.
Dia diam, ini baru Tasya nya The Somvlak's. Hehehehe.
Gue dan Tasya pun udah sampai ke taman. Disana juga udah terdapat para anggota The Somvlak's lainnya, mereka tengah duduk di kursi yang disediakan oleh sekolah.
"Ngomong dong kalau mau bawa gue kesini! Gak usah tarik - tarik!" Tasya menghempaskan tangannya sontak membuat genggaman tangan gue lepas.
Lalu gue liat duduk seperti yang lainnya, sedangkan yang lain saat ini hanya menatap gue dengan malas.
"Ada apaan sih, Mar?" Tanya si Eci bingung.
"Iya nih, gue masih ngantuk tau!" Gue memutar bola mata gue malas ketika ngedenger ocehannya si Angga.
"Ini pertama kali gue datang pagi!" Ucap Rian sontak membuat yang lain terkekeh.
"Apaan sih lu pada, to the point aja lah mau ngomongin apa Mar!" Sentak si Ani dengan kesal sambil nguap.
Gue dapat lihat kalau mereka masih mengantuk terbukti karena sedari dari mereka nguap mulu kek ikan yang ada di dalem air.
"Gue mau nembak si Andin."
Setelah gue mengucapkan itu, suasana tiba - tiba aja jadi hening. Mereka terlihat terkejut kecuali Angga, gue kan emang udah bilang sama dia kalau gue mau nembak si Adel hari ini.
Sedetik.
Dua detik.
Tiga detik.
"Hahahaha, nembak? Nembak si Andin? Elo? Hahahaha." Sarap emang si Rian, gue serius juga-_
Gue mengedikkan bahu gue acuh. "Jadi gimana menurut kalian?"
Si Tasya tersenyum kikuk. "Terserah lo sih, gue mah setuju aja." Gue bahagia, setidaknya ada yang support gue selain si Angga. Wkwkwkwk.
Sedangkan yang lain masih diem sambil saling tatap, hati - hati ntar cinlok loh.
"Kita juga!" Jawab yang lain dengan serempak.
-Ano's Pov
Saat ini gue lagi menikmati lezatnya bakso khas ibu kantin, enak loh. Mau coba? Beli sendirilah, punya money kan? Gak punya mah sih DL!
"Jadi gimana rencanannya?" Gue terus aja merhatiin ke-7 sahabat somvlak gue.
Mereka saat ini lagi ngomongin rencana si Marlo buat nembak si Adelia itu. Tapi emang aja, rencana ini gak bakalan ada yang denger kok. Soalnya kita kan duduknya di paling pojok.
"Gimana kalau gue nembaknya di tongkrongan kita aje?" Gue mengangguk setuju, begitu pun yang lainnya.
"Sambel!" Gue meminta sambel yang ada di depan si Tasya.
Si Tasya pun memberikan sambel yang gue minta, dan tanpa ragu - ragu gue langsung aja menumpahkan semua isinya ke dalam mangkok bakso gue.
Gak peduli sama perut gue mau sakit apa enggak, yang penting gue bisa makan bakso dengan pedas yang sepedas - pedasnya.
Gue lihat mereka semua melongo natap gue yang dengan santainya lagi memasukan sesendok bakso ke dalem mulut gue.
"Nape lo pada?"
"Sarap lu!" Jawab mereka kompak.
****
Tring... Tring... Tring...
Bel sekolah telah berbunyi, sontak membuat gue dengan yang temen sekelas gue berhamburan keluar kelas.
Rencananya pas pulang sekolah si Marlo jadi untuk nembak si Adel, jadi penasaran.
"Ano! Cepetan dong, lo lelet banget sih!" Gue mencebikkan bibir gue saat si Syra menggerutu gak jelas.
"Sabar cuy, perut gue sakit nih!" Jawab gue sambil memegangi perut gue.
Mungkin karena pas istirahat tadi gue makan sambel banyak kali yah.
"Makanya, jangan lagak sok kuat pedes deh. Sakit kan tuh perut, emang enak!" Tuh congor si Syra pedes banget, sambel yang gue makan aja kalah pedes.
Bersambung...
******
Gantung yah? Habisnya udah panjang banget, ntar ada next nya kok. Tenang aja. Asal kalian tetep ikutin syarat nextnya aja, yaitu Vomment!
Vote 26+
Ps : Ayo add id line gue, yaitu rizkytajulia dan chat mau masuk ke group The Somvlak's. Kita somvlak - somvlakan bareng.
KAMU SEDANG MEMBACA
BBM [Group Chat]
Humor========| VOMMENT |======== Ini kisah kita. Para pengguna BBM. 8 Sahabat. 8 Ke gilaan. 8 Perbedaan juga yang telah menyatukan kita! Kisah kita semua ini beda dari yang lain. Disaat yang lain pada kejebak friendzone, kita malah kejebak macet. Dan dis...
![BBM [Group Chat]](https://img.wattpad.com/cover/89752872-64-k250042.jpg)