-Marlo's Pov
Saat ini gue lagi ada di perjalanan pulang, tapi pas gue baru aja nyampe di depan komplek gue. Gue ngeliat ada mobil yang berhenti di tengah jalan. Dari roman - romannya, pasti nih mobil mogok.
Dan sebagai warga negara yang berkeprimanusian, gue pun menghentikan motor gue. Setelah itu gue pun turun dari motor gue sih Blacky. Sengaja gue namain itu supaya kerenan dikit.
Gue pun menghampiri pemilik mobil tersebut. Dan gue terbelalak saat mengetahui siapa pemilik motor tersebut.
Dia kan anak kelas biologi I yang artinya, dia sekelas sama si Tasya dan Ano. Tapi siapa namanya yah?
"Kenapa?" Dia nengok ke arah gue sambil menautkan satu alisnya.
"Marlo." Gue mengangguk. "Mogok?" Dia menggeleng, gue mendesah pelan.
"Gak ngerti soal beginian, gue baru ngalamin beginian." Jelas dia. Gue hanya bisa mengangguk.
Gue mulai membuka tempat mesinnya, mengecek semua mesinnya. Gue pun tersenyum, dengan telaten gue mulai mengotak - atik mesinnya.
Dan saking asiknya, gue sampe gak sadar kalau muka gue cemong.
Setelah gue rasa selesai, gue suruh dia untuk starter mobilnya.
"Coba lo starter!" Dia mengangguk paham lalu setelah itu terdengar suara mesin mobil. Gue tersenyum.
Dia menoleh ke arah gue. "Thank's, Mar!" Gue mengangguk sambil menggaruk tengkuk gue yang tak gatal.
"No problem, hmmm--" gue bingung. Dia kenal siapa gue tapi gue gak kenal siapa dia.
Lagi - lagi dia tersenyum. "Andini Nur Fadillah, lo bisa panggil gue Andin." Gue tersenyum kikuk.
"Sorry, gue gak tau nama lo." Dia mengangguk.
Dia berjalan mendekat ke arah gue lalu menyodorkan sapu tangannya yang bercorak tokoh kartun mickey mouse. Gue terkekeh geli.
"Muka lo kotor, elap aja pakek sapu tangan gue." Gue menerima sapu tangan yang ia berikan.
"Abaiin aja gambarnya, gue emang suka sama tokoh itu." Dengan perlahan gue mulai menyusap dan membersihkan muka gue dari sisa - sisa oli yang menempel.
Gapapa deh muka gue kucel, yang penting gue gak ngeabaiin seseorang yang butuh bantuan.
"Kalau gitu gue balik yah, mobil lo kan udah bener. Soal sapu tangan lo, gue bawa duku yah. Biar ntar gue cuci dulu, thank's sapu tangannya." Saat gue hendak pergi ke tempat motor gue berada.
Ada sepasang tangan yang mencekal pergelangan tangan gue, membuat gue menghentikan langkah gue. Gue menoleh dan mendapatkan Andin yang sedang natap gue.
"Ada apa lagi?"
"Sekali lagu thank's yah," gue hanya mengangguk setelah itu menghampiri motor gue.
Gue menaiki si Blacky lalu menyalakan mesinnya. Namun sebelum gue pergi, gue menatap ke Andin kembali. "Gue cabut," teriak gue sambil melambaikan tangan gue ke arahnya.
Setelah itu gue melajukan motor gue. Melanjutkan perjalan menuju rumah gue.
-Author's Pov
Sesampainya di rumah, Marlo langsung turun dari motornya dan terlihat tergesa - gesa memasuki rumahnya.
"Assalamu'alaikum,"
"Mamih! Wonggan is here!"
Tak lama kemudia terlihat wanita paruh baya dari arah dapur dengan spatula di tanganya.
"Wa'alaikum salam anak mamih, kok kam--"
Jeda sejenak.
"Ya ampun! Anak siapa ini? Dekil amat!" Pekiknya kencang dan membuat Marlo membelakan matanya.
"Mamih jahat ih, gak ngakuin anaknya sendiri."
Wanita yang di panggilnya mamih tadi hanya terbahak sambil menggeleng - gelengkan kepalanya.
Sedetik kemudian ia menghentikan tawanya. Lalu meneliti Marlo dari ujung rambut hingga ujung kaki.
"Dari muka dan alisnya sih, emang mirip--"
"Tapi kok dekil sih," gumamnya pelan.
"Mamih!!" Pekik Marlo kesal.
Wanita tadi yang bernama Mira hanya mengangguk dan sibuk mengipas badanya dengan spatula. Aneh emang.
"Aduh, baby boy! Santai dong, masa mamih lupa sih sama anak mamih sendiri."
"Lagian kamu dari mana aja sih? Kok baru pulang?" Lanjutnya bertanya pada Marlo.
Bukannya menjawab, Marlo hanya mengulum senyumnya sambil menyandarkam tubuhnya di sandaran sofa.
"Marlo, wah nih anak kesambet--" belum sempat Mira menyelesaikan ucapannya, ia melihat Marlo anaknya malah melamum dan tak mendengarkan ucapannya.
"MARLO!!"
Mira berteriak tepat pada gendang telingga Marlo, dan dapat di pastikan saat ini gendang telingga Marlo sedang berdisko.
"Marlo tadi habis nolongin bidadari mih," jawabnya berbinar.
Mira terbahak lagi.
Wah, emak gue sengklek. Ucap batin Marlo.
"Cewek?"
"Banci," jawab Marlo asal.
Mata Mira sukses membulat.
"Cewek lah, mamih." Mira menghela nafas lega.
Sedetik.
Dua detik.
Anak gue senyam - senyum mulu, gak beres nih anak. Kini giliran batin Mira yang berucap. Sedetik kemudian Mira tersenyum penuh arti.
"Marlo! Kamu lagi fall in love!"
Marlo beranjak dari duduknya lalu mencium pipi Mira dan berjalan menuju tangga.
"Fall in love, and love at the first sight!!"
Bersambung...
******
Sebelumnya aku mau minta saran nih sama kalian!
Greystories
Kystories
Blackwhite
Black_grey
Rzkystories
Rizkytajnazstories
Aksesories
Crzystories
Alonexx
Menurut kalian di antara nama di atas itu, mana yang paling cocok untuk nama akun aku. Aku udah bosen sama nama KyoraSyaqila. Please, respon!
Gimana? Seru gak? Hari ini spesial part buat para jomblo. Dan selamat kepada @andinnf yang udah dapetin peran sebagai chiwi - chiwinya si Marlo.
Wonggan itu worang ganteng
Tungguin aja yah, ntar kamu jadi pacarnya Marlo kok. Dan bukan di jadiin selingkuhan. Vomment aja yah!
Vote 23+
KAMU SEDANG MEMBACA
BBM [Group Chat]
Humor========| VOMMENT |======== Ini kisah kita. Para pengguna BBM. 8 Sahabat. 8 Ke gilaan. 8 Perbedaan juga yang telah menyatukan kita! Kisah kita semua ini beda dari yang lain. Disaat yang lain pada kejebak friendzone, kita malah kejebak macet. Dan dis...
![BBM [Group Chat]](https://img.wattpad.com/cover/89752872-64-k250042.jpg)