Gue bikin dadakan, sorry kalo banyak typho
...
Rasanya Kyulkyung ingin mengumpat kasar ketika pemuda Kim itu langsung pergi meninggalkannya berdua dengan sang nenek setibanya mereka disana. Membuatnya hanya mampu duduk kaku dengan kecanggungan luar biasa ketika sosok tua itu terus memperhatikannya dengan senyum ramah.
"Kyulkyungie, berapa lama Kau mengenal Mingyu?" Rahangnya bergerak gagap.
Satu minggu? Dua minggu? Atau tiga? Kyulkyung lupa. Tapi yang jelas, itu masih terlalu dini untuk status mereka saat ini.
"Eungg... 3 bulan." Jawabannya malah terdengar seperti pertanyaan, tapi sang nenek hanya mengangguk sebagai tanda bahwa Dia mengerti.
"Kau sudah tau mengenai kehidupan pribadi Mingyu?" Kening Kyulkyung mengerut saat ditodong pertanyaan itu.
Dia hanya tau kalau Mingyu itu sombong, menyebalkan dan pendikte. Juga tampan? Hh.
"Mingyu tidak pernah cerita tentang kehidupan pribadinya padaku. Kami hanya berkenalan ringan, jalan bersama, dan... Dia melamarku."
"Oh, anak itu. Dia pasti melakukannya karena Aku terus mendesak mati-matian."Si nenek tertawa pelan, Dia memandang hamparan tanah luas dengan rumput hijau yang mengisi belakang rumahnya menggunakan sorot menerawang.
"Kenapa Nenek mendesaknya untuk cepat menikah?" Kembali menatap Kyulkyung, lalu meraih telapak tangan si gadis Joo untuk Ia genggam sedikit erat.
"Sejak orang tua Mingyu meninggal dalam kecelakaan pesawat 11 tahun yang lalu, hanya Aku yang Dia punya. Dan Kau bisa lihat bagaimana keadaanku sekarang, tua dan penyakitan. Aku hanya tidak siap jika harus meninggalkan Mingyu sendiri. Aku ingin Dia memiliki pendamping hidup sebelum Aku mati, karena setidaknya itu akan membuatku lega." Pandangan Kyulkyung berubah sendu.
Jadi orang tuanya sudah meninggal?
"Aku bersyukur bahwa Mingyu melakukannya sesuai permintaanku. Dan Ku harap, Kau tidak merasa terbebani sama sekali." Mengusap lembut pipi gadis manis didepannya.
"Aku sudah selesai masak, Kalian ingin tetap disini atau masuk kedalam untuk makan bersamaku?" Suarat berat Mingyu memecah fokus mereka.
"Kau memasak?!" Nada terkejut keluar dari bibir Kyulkyung. Mingyu hanya mengangguk.
"Mingyu itu pintar memasak, Kau tidak tau?" Bisik Nenek Kim. Gadis itu semakin kaku.
Yang benar saja? Lelaki sepertinya jago memasak?!
...
Knob pintu berputar, hingga kemudian sosok Wonwoo muncul dengan senyum konyol yang tak juga luntur semenjak Ia keluar dari tempat makan.
Lelaki Jeon itu berjalan kearah dapur, memeluk gemas pinggang Chaeyeon saat dirinya menemukan sang istri yang tengah berkutat didepan kompor.
"Selamat siang." Sang nyonya muda hanya menoleh dengan kening berkerut.
"Tidak biasanya sudah pulang?"
"Kelompoku baru saja menang tender, jadi Presdir mengizinkan kami untuk pulang lebih awal." Jawaban Wonwoo dengan cengiran lebarnya hanya dibalas anggukan pelan.
"Kau mau makan? Sebentar lagi Aku selesai."
"Oh tidak, Aku masih kenyang. Tadi presdir sudah mengajaku makan diluar. Oh ya, Aku juga bawakan ini untukmu dan Kyulkyung." Dia mengangkat satu kantung plastik berisi chicken dan jokbal.
"Wah, terimakasih!" Satu kecupan ringan untuk pipi kiri Wonwoo.
Chaeyeon berjalan kearah meja dan menaruh bungkusan plastik itu disana. Wonwoo mengekor, sekali lagi Dia memeluk wanita Jung itu dengan nyaman.
KAMU SEDANG MEMBACA
HUG -GyuPink
FanfictionKetika salah peluk membuat hidup Kyulkyung jadi runyam. Cast: Zhou Jieqiong (Joo Kyulkyung) x Kim MinGyu Jung Chaeyeon x Jeon Wonwoo ^^
