HUG #13

2.9K 328 103
                                        

Busan

Kyulkyung merebahkan kepalanya diatas pangkuan sang Ibu, memeluk erat lingkar  pinggang Ny.Joo, menyembunyikan wajahnya yang merah padam dibalik perut wanita paruh baya itu.

Telapak tangan yang kasar membelai surai nilonnya yang pekat, mengusap sebelah pipinya dengan lembut, lalu menepuk punggungnya dengan irama pelan.

Mendesah kecil saat rasa rindunya terbayar tuntas, gadis muda itu bergerak mengarahkan pandangannya kearah sang Ibu.

"Apa Ibu kecewa?" Yang ditanya hanya mengangguk ringan.

"Tentu saja."

"Maaf,  Aku tidak bermaksud untuk menghianati kepercayaan Ibu. Kami lepas kendali." Kalimat akhirnya terdengar lirih.

Ny.Joo tersenyum tipis.

"Ibu mengerti bagaimana hormon remaja seperti kalian, jadi... ya, asal jangan diulangi."

"Aku tidak janji."

"Yah!" Tepukan ringan mendarat pada punggung Kyulkyung.

Ny.Joo mendelik tajam, sementara gadis itu hanya terkikik geli.

"Raksasa hitam itu mesum, bu! Kalau bukan karena ulahnya, Aku yakin kami tidak akan digrebek seperti tadi!"

"Eiy, kalau Kau waras,  seharusnya Kau jangan meladeni Mingyu sampai sejauh itu." Kyulkyung mengaduh saat pipi kirinya dicubit keras.

"Ya ampun bu, Aku tidak meladeninya." Bibir Kyulkyung mencebik lucu, seolah menirukan ekspresi Wooshin untuk meminta belas kasih Chaeyeon saat Wonwoo membuatnya risih.

"Mereka berciuman dan saling meraba diatas ranjang." Ny.Joo mengulang ucapan Nenek Kim, membuat pipi Kyulkyung bersemu panas.

"Mengerti kata saling meraba kan? Itu berarti bukan hanya Mingyu yang 'bekerja' tapi Kau juga."

"Ibu terlalu frontal."

Ny.Joo mendengus.

"Oh ya, apa Chaeyeon sudah tau kalau Kau ada disini?" Dia menggeleng, tersenyum masam.

Mingyu langsung memboyongnya ke Busan setelah aksi penggrebekan yang didalangi Nenek Kim, Kyulkyung mana sempat pamit ke Chaeyeon atau Wonwoo.

"Ya sudah, nanti biar Ibu yang hubungi. Sekarang bangun, lalu berikan selimut ini kepada Ny.Kim dan Mingyu." Kyulkyung melirik dua lapis selimut tebal di samping kanan sang Ibu, sebelum beranjak untuk duduk dan pergi membawanya keluar rumah.

Udara dingin dari angin pantai langsung menyapa Kyulkyung saat gadis itu berada dua langkah didepan pintu. Benar-benar menusuk kulit dan membuatnya sedikit menggigil.

Kyulkyung beralih menatap pekarangan rumahnya yang kian sesak terisi badan pesawat.  Ya, pesawat. Jet pribadi milik keluarga Kim lebih tepatnya.

Benar, mereka pergi dengan kendaraan super mewah itu, hingga membuat geger seluruh warga pesisir. Si jangkung bilang ini adalah taktik supaya lamarannya diterima dengan baik. Katanya, Dia ingin terlihat lebih meyakinkan. Mapan, tampan, dan kaya. Ya, hitung-hitung pengganti imej-nya yang rusak gara-gara mereka tertangkap hampir berbuat mesum. Cih.

Tapi untungnya, tak tik bodoh Mingyu berhasil. Lamarannya berjalan 'terlalu' lancar. Nenek Kim dan Ibunya sepakat menggelar pernikahan mereka bulan depan. Entah itu karena efek jet pribadi, atau karena Ibunya khawatir Kyulkyung akan hamil diluar nikah.

"Boleh Aku masuk?"

Salah seroang bodyguard keluar dari tenda yang mereka dirikan diluar pesawat, berjalan menghampiri Kyulkyung dan membuat gerakan agar gadis itu mengikutinya ke dekat pintu.

HUG -GyuPinkCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang