HUG #19 [END]

5K 343 215
                                        

Mingyu POV

Bahagia, dan penuh tawa.

Dulu aku pernah merasakannya. Sayang hanya sebentar, karena setelah Tuhan mengambil Ayah dan Ibu... semuanya terkikis, kenangan indah yang pernah Ku lalui, perlahan hilang hingga Aku tidak lagi bisa mengingatnya.

Sepi dan membosankan. Begitulah hidupku sekarang, seorang Kim Mingyu.

Aku ingin merasakannya lagi, itu yang selalu ada dipikiranku.

Tapi bagaimana? Aku bahkan lupa seperti apa caranya tersenyum tanpa beban, tertawa lepas dari bayang-bayang kesedihan.

Ada banyak luka hati yang tidak dimengerti, hingga Aku sulit untuk sembuh. Tumbuh dengan arogansi yang tinggi, menutup diri dari orang lain.

Cinta.

Aku tidak pernah mempercayainya sejak awal. Hidup dari kalangan berada membuat banyak gadis hanya tertarik dengan kekayaan yang Ku miliki. Tentang berapa harga mobil yang Ku tumpangi, berapa harga baju yang Ku pakai, sebesar apa rumahku, sebanyak apa cabang perusahaan Nenekku.

Aku muak. Benar-benar muak.

Hingga Aku pernah berpikir untuk tidak menikah seumur hidupku, melangkah tanpa komitmen dengan siapapun, fokus terhadap bisnis keluargaku, dan menghabiskan masa tuaku untuk berdonasi.

Tapi melihat kondisi Nenek, rasanya tidak mungkin jika Aku mengambil opsi yang itu.

Nenek sangat keras kepala. Sering sakit membuatnya terobsesi untuk melihatku menikah sebelum beliau tutup usia. Dia benar-benar tidak ingin hidupku bertambah kacau, hanya karena nanti tidak ada yang mengurus, tidak punya seseorang yang mau berbagi beban denganku.

'Aku takut Kau sendirian, Mingyu-ya.' adalah kalimatnya yang sangat Aku hafal.

Sebenarnya Aku  tidak terlalu suka, karena saat Dia mengulangnya berkali-kali, Aku merasa bahwa Nenek tidak percaya jika Aku mampu untuk hidup sendiri.

Tapi sekarang, Aku sangat berterimakasih untuk obsesinya.

Ya, kalau bukan karena Nenek, mungkin Aku tidak akan berada disini. Berdiri diatas altar merah, mengucapkan janji suci bersama seorang gadis yang sangat Ku cintai.

Gadis yang bisa memahami semua lukaku, penyembuhku.

Dan gadis yang mampu mengembalikan semuanya. Tawa, kebahagiaan dan keberadaan sebuah keluarga yang selama ini kurindukan.

.

Author POV

"Aku mencintaimu."

Mingyu meraih wajah Kyulkyung, menyatukan bibir mereka dengan lembut, hingga semua tamu bertepuk tangan dengan riuh.

Kyulkyung menatap sang Ibu dengan pipi merona, sementara wanita paruh baya itu hanya duduk mengusap air mata bahagianya bersama sang bibik—Ibu Chaeyeon.

"Yah, Joo Yoona. Kau mendapatkan menantu yang super kaya, jangan menangis seperti itu eo? Bersikaplah seolah Kau memang bahagia. Jika Kau mendapat menantu seperti Wonwoo, baru tidak apa-apa kalau Kau bersedih. Aku bisa maklum." Wonwoo langsung menoleh.

"K-Kenapa Ibu membawa namaku?"

"Memangnya Aku harus ambil siapa sebagai contoh?" Semburan Yuri membuatnya kikuk.

Chaeyeon hanya tertawa, hingga Wonwoo melayangkan tatapan mematikan kearahnya.

...

4 years later

Salju pertama turun di pekan kedua musim dingin. Semua orang beramai-ramai menyambutnya dengan suka cita. Terlihat berbeda dengan Mingyu.

HUG -GyuPinkCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang