Cherry melihat koleksi yang ada di walk-in-closet nya. Merasa takjup. Banyak pakaian berderet rapi dengan susunan mengikuti warna. Dari yang terang ke gelap. Sepatu berjajar rapi. Dengan koleksi sebanyak ini. Apa dulu dirinya adalah seorang gila belanja. Cherry menyusuri meja riasnya. Semua perlengkapan kosmetik banyak dan lengkap. Bahkan perhiasan pun. Tersimpan seperti dalam etalase toko.
Cherry memungut deretan majalah fashion disalah satu meja. Melihat semua koleksi yang ada di majalah, ada juga di lemarinya. Menilik harga yang tertera di majalah. Keluarganya pastilah sangat kaya. Cherry mencoba mematut dirinya. Mencari pakaian yang pas untuk dirinya.
Sasuke mendengus. Mendengarkan Ayahnya yang ingin mendaftarkan Putrinya di tempat yang sama saat sebelum ini.
"Semua keputusan ada di tanganmu. Aku hanyalah memberi saran. Bagaimana pun juga. Kau ingin balas dendam kan???" Terang fugaku dingin. Sasuke tak bergeming. Dia tak ingin kehilangan Cherry untuk yang ke dua kalinya.
"hn."
"Jika terjadi sesuatu dengan cherry. Tunjukkan yang sebenarnya padanya. Buatlah dia menjadi orang yang berbeda Sasuke. Ibumu akan membantu." Sasuke ber-ojigi sebelum keluar dari ruangan Fugaku. Ya apapun yang terjadi, kebenaran lah yang menang.
Cherry datang, tampilannya kali ini benar benar berkelas. Dia hanya memakai dress tanpa lengan selutut. Dengan cardigan milik Chanel. Okay, dia menyerupai ibunya jika menguncir sebagian rambut yang sudah dibuatnya berkelombang. Dengan poni cantik yang menghiasi jidat lebarnya. Dan sepatu flat sederhana dari loubou.
"Ada yang salah??" Tanya Cherry
"Hn." Jawabnya singkat.
Hn. Adalah gumaman sasuke sejak kecil. Dan biasanya tak ada yang mengerti, itu untuk jawaban iya atau tidak. Tapi entah mengapa, Cherry seakan mengerti semuanya.
"Kita akan kemana???" Cherry memasang sabuk pengaman. Tapi Sasuke, tak menjawabnya.
Sasuke memarkir mobilnya di depan Bakery Breath, Toko roti sederhana. Yang menjal berbagai bakery dengan aroma yang membuat ludah bercucuran.
"Kau ingin membeli roti???" Gumam Cherry aneh.
"Hn." Sasuke menarik tangan Cherry untuk mengikutinya. Menuju arah Coffee Bean.
"Kau ingin meminum kopi??" Cicitnya lagi. Sasuke lebih memilih diam tak menyahut. Sasuke membawanya menuruni tangga antara kedua kedai tersebut. Ada dua pintu berbadapan. Dan Sasuke, mendorong pintu bertuliskan Lithium.
Lithium. Tempat kecil. Bisa disebut mini bar. Dengan dinding bata merah. Furnitur yang didominasi kayu. Semuanya. Termasuk lantai dan langit langitnya. Hanya ada beberapa lampu tergantung rendah. Dan hanya ada satu pintu lagi.
"Duduklah." Perintah Sasuke. Sasuke membuka pintu satu satunya, selain pintu masuk tadi. Kemudian keluar.
"Tunggu disini. Aku ada urusan sebentar."
"Apa????" Sasuke berjalan keluar, meninggalkan Cherry. Dan pintu lain itu terbuka.
Cherry pov.
Sasuke meninggalkanku sendirian. Kemudian pintu satu satunya di ruangan ini terbuka. Ada dua orang perempuan keluar, kemudia dua orang pria. Dan mereka tampak aneh.
"Ah, apa kau tunangannya Sasuke??" Wanita duplikat Barbie aku rasa, dengan rambut blonde dan mata birunya. Bertanya padaku. Aku mengangguk.
"Aku Yamanaka Ino. Salam kenal." Dia tersenyum padaku dan mengukurkan tangannya.
"Aku, Uchiha Cherry. Senang bertemu denganmu." Kujabat tangannya. Dan membalas senyumnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
LITHIUM
Fanfiction(COMPLETE) Sakura Haruno, calon dokter muda cemerlang. Penerima beasiswa penuh dari Universitas Konoha. Kecerdasannya mampu membuat teman seangkatannya cemburu. Kebencian seseorang, membuatnya mengalami banyak penderitaan. Akankah Sakura Haruno bis...
