Sakura terbangun karena sinar matahari yang menyusup dari celah jendela rumah sakit. Kapalanya pusing saat dirinya berusaha mengangkat kepalanya.
"Hey, berbaringlah." Suara serak Sasuke disampingnya menginterupsi. Sakura tidur dalam dekapan Sasuke di ranjang rumah sakit yang sempit.
"Aku haus." Rengek Sakura. Sakura memandang Sasuke yang masih terpejam disampingnya.
"Sasuke kun" Sakura membelai pipi Sasuke.
"Kau ingin aku makan hm??" Sasuke membuka matanya. Sakura terpesona dengan wajah tampan dan suara sexy Sasuke yang baru saja bangun tidur.
"Aku ingin minum." Sasuke mengambilkan air di nakas samping ranjang. Sakura menerimanya.
"Ayo tidur lagi." Sasuke meletakkan gelas di nakas dan menarik badan Sakura kedalam dekapannya.
"Dimana semua orang??" Sakura membelai rahang Sasuke.
"Aku akan marah jika kau mencoba meninggalkanku lagi." Gumam Sasuke.
"Aku tak akan meninggalkanmu." Sakura menyelipkan rambut Sasuke ketelingannya.
"Berhentilah bermesraan. Semua orang akan datang melihat kekasihmu." Itachi datang untuk memeriksa Sakura. Sasuke semakin dalam membawa Sakura ke pelukannya.
"Astaga, cherry akan memukul kepalamu Sasuke." Sakura terkekeh membayangkan Sasuke akan dipukuli Cherry.
"Kau pasti membayangkanya?" Gumam Sasuke.
"Tidak."
"Jelas wajahmu ketahuan."
"Apa??" Sasuke mengecup pipi Sakura. Dan tetap tak melepaskannya.
"Sasuke, aku harus memeriksanya, baka!" Itachi melihat sebal tingkah Sasuke yang sangat manja pada kekasihnya.
"Periksa saja." Itachi memeriksa kedua mata Sakura, dan infusnya.
Cherry datang membawahkan sekeranjang strawberry. Dan meletakkannya di nakas.
"Sasuke, bangunlah." Cherry menghardiknya. Sasuke masih terbaring mendekap Sakura posessive.
"Apa yang terjadi??" Sakura mengambil strawberry dinakas dan memakannya.
"Kau tahu Konan yang menggilai Itachi???" Sakura megangguk.
"Dia meracunimu, menyangka dirimu adalah aku. Kau tak sadarkan diri selama tiga hari. Mama sudah melakukan yang terbaik untukmu. Dan si brengsek ini, melarang kami menemuimu sampai kondisimu membaik." Sakura melirik Sasuke yang tidur disampingnya. Kemudian tersenyum.
"Bagaimana dengan wanita itu??" Sakura penasaran.
"Gadis bodoh itu mengirimnya kedalam penjara." Sasuke bangun tiba tiba.
"Siapa yang bodoh??" Tanya Cherry tersinggung.
"Tentu saja kau. Kekasihmu bahkan tak melakukan hal apapun." Sasuke menyindir Itachi.
"Untuk apa aku melakukan sesuatu, jika kekasihku bisa mengatasinya." Bela Itachi.
"Ini semua karena dirimu. Seandainya kau tak bermain api dibelakangku" cherry berdecak marah.
"Sasuke, kau membuatnya marah." Itachi menuduh Sasuke.
"Sudahlah niisan, sampai kapan kau membiarkan wanitamu mengotori tangannya." Sindir Sasuke.
"Aish, kau memang menyebalkan." Itachi mencibir.
"Lithium akan datang kesini menjengukmu. Kau tak mengundang mereka ke acara pertunanganmu eh??" Cherry membalik majalah yang dibawahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
LITHIUM
Fanfiction(COMPLETE) Sakura Haruno, calon dokter muda cemerlang. Penerima beasiswa penuh dari Universitas Konoha. Kecerdasannya mampu membuat teman seangkatannya cemburu. Kebencian seseorang, membuatnya mengalami banyak penderitaan. Akankah Sakura Haruno bis...
