Us

10.6K 795 13
                                        

Itachi tak percaya melihat Sakura dan Cherry jalan bersama memasuki ruangannya. Dibayangan Itachi, dia akan bisa membedakan gadis dan adiknya yang mana. Sakura awalnya berambut panjang. Dan sekarang, mereka mempunyai rambut yang bahkan dengan potongan yang sama tapi bentuk yang berbeda. Melihat gaya desainer dengan dokter.

"Ah, biar aku yang menebak." Mereka berdua sama sama tertawa.

"Wah wah, senyum kalian juga sama." Ejek Itachi.

"Kekasihmu yang mana Ita kuuuuun." Goda Sakura.

"Bahkan suara kalian juga sama. Tapi aku tahu, kekasihku bukan tipe gadis yang suka memanggilku seperti itu." Senyumnya.

"Ah, itu sebabnya kau menjadi dokter?" Ketus Cherry.

"Tentu saja, meskipun kalian berdua ada seribu. Aku pasti menemukanmu, hime." Itachi mengecup pipi Cherry.

"Ah, kenapa kau mencium Sakura??" Sakura mencoba menggoda itachi dengan mencoba menirukan cara bicara Cherry.

"Apa???" Keget itachi. Terlebih melihat Sakura menatapnya seperti itu. Kemudian Cherry menarik bibirnya sedikit. Itachi meliriknya.

"Tentu saja karena cherry tunanganku." Dia menunjuk cincin tunangannya.

"Aaaah, kuso!" Cherry mengumpat.

"Aku memang tak bisa menjadi sepertimu nee chan." Rajuk Sakura.

"Sebenarnya, Sakura tak pernah memasang wajah licik seperti itu." Jelas Itachi.

"Nani???"

"Kau selalu akan menarik bibirmu sedikit, ketika kau benar benar yakin akan memenangkan sesuatu. Haha..." Itachi menyeringai lebar.

Cherry menceritakan pertemuannya dengan Sakura. Dan mengatakan apa yang telah direncanakan. Itachi mencemaskan adik kesayangannya, Sasuke. Karena selama ini, Sasuke begitu sangat mencintai Sakura. Bukan, tapi mencintai Cherry.










Banyak hal yang Cherry pikir akan lebih mudah untuk menggantikan Sakura disini. Tapi kenyataannya tak se-simple itu. Itachi berfikir, Sasuke harus mengetahui kebenaran akan hal ini. Mengetahui bahwa Itachi telah bertunangan dengan seseorang yang telah di cintai Sasuke dari kecil saja, sudah membuat itachi bungkam. Dan memilih pergi dari rumahnya.

"Biar aku yang akan menceritakannya pada Sasuke nanti, ita kun." Cherry mengusap pipi itachi lembut.

"Bagaimana denganku, Sasuke kun pasti marah denganku neechan." gumam Sakura lirih, matanya memandang nanar tembok kosong didepannya.

"Kau tahu, saki. Aku meninggalkannya lama sekali. Aku ingin menggodanya sedikit. Ingin memastikan, apa dia benar benar mencintaiku, atau mencintaimu." Cherry menepuk kepala Sakura lembut.

"Dan kalau Sasuke benar benar mencintaimu bagaimana? Bukankah kau telah menyakiti dua hati sekaligus." Kata kata Itachi berhasil menohok hati cherry.

"Kau pikir aku sejahat itu apa??" Cherry menyipitkan matanya serius. Itachi melakukan high five dengan Sakura.

"Kuso!" Umpatnya Cherry.

"Sasuke selama ini sudah sangat nyaman dengan Sakura. Jika dia tahu kebenarannya, apa Sasuke bisa menerima??" Itachi berusaha melindungi adik kesayangannya.

"Sasuke, tak selemah itu ita kun." Goda Cherry.

Sakura tak tahu lagi harus berbuat apa. Meski dirinya selalu pintar dalam urusan pendidikannya. Tapi Sakura masih tak cukup mengerti tentang perasaan dan pikiran orang lain tentangnya. Dan yang sangat ditakutkan Sakura dalam hal ini adalah perasaan yang baru tumbuh di hatinya untuk Sasuke. Terancam kandas, karena saudara kembarnya.

LITHIUMTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang