To Be Like You

11K 865 47
                                        

Cherry duduk bersama Tenten di bangku taman belakang kampus. Mereka mengerjakan tugas untuk mata kulia dosen Kurenai. Membuat grafik kesehatan sebelum peninjauan ke klinik kecil di kota.

"Aku rasa ini sudah bagus." Cherry tersenyum kecil.

"Apa kecerdasaanmu memang dari lahir??" Tenten memainkan wajahnya seolah olah dia iri. Cherry mengenal baik Tenten. Sebelum kejadian yang dia alami pun mereka sudah berteman.

"Ya, mungkin."

"Tidak mungkin! Kau memang berbeda sekarang. Tapi otakmu tetap sama. Kenapa?? Karena kau memang orang yang sama." Karin tiba tiba muncul di depan mereka.

"Apa maksudmu!" Tenten berdiri tersinggung.

"Kau pikir Sakura yang sudah mati punya kembaran?? Tentu saja tidak mungkin! Dia Sakura, orang yang sama seperti yang dulu. Kau lihat, dia bahkan ketakutan melihatku." Karin melangkan mendekati Cherry. Dan Cherry melihatnya tanpa ekspresi.

"Kenapa??? Kau masih takut padaku, Sa-ku-ra??" Ejeknya. Cherry hanya tersenyum menanggapi Karin.

"Jadi, jika aku masih Sakura yang dulu. Apa yang akan kau lakukan??" Tantang cherry.

Karin berusaha menampar wajah Cherry. Tapi Cherry menahan tangannya.

"Sekali saja, kau berani menyentuhku. Akan ku patahkan tanganmu." Cherry berusaha sebisa mengkin mengatakannya dengan mendesis.

"Oh, coba saja jika kau bisa sa-ku-ra." Ejek karin. Karin menarik rambut panjang Cherry. Menariknya semakin kuat. Cherry menendang perut Karin dengan kakinya. Karin terjerembab ku rumput. Merasa tak ingin kalah. Karin mendorong cherry ke meja. Berusaha menampar Cherry sekali lagi. Cherry mengacungkan pisau milik Tenten kedepan wajah Karin.

"Lakukan! Dan aku tak akan segan segan melukaimu." Ancaman cherry membuat Karin menjauh selangkah. Cherry berdiri didepannya.

"Jangan pernah menjadi anjing yang berani menggit hewan lain, hanya karena majikannya tak pernah mengelus kepalanya, Karin." Cherry pergi meninggalkannya. Tapi karin yang tak terima dengan ucapan Cherry, Karin menjambak rambutnya dari belakang dan menyeretnya. Cherry berfikir, jika Sakura diposisinya, dia akan memohon. Tapi jika cherry, maka Cherry memotong rambut panjangnya yang di genggam dan diseret Karin dengan pisau yang masih ditangannya.

Sling....

Cherry memotong rambut panjangnya. Dan tubuhnya jatuh kebelakang. Karin yang merasa genggamannya lebih ringan, menoleh kebelakang. Matanya kaget melihat Cherry yang memangkas sendiri rambutnya sebahu. Melihat rambut pink digenggamannya.

"Kau tampak menyukaiku Karin, ambil itu agar kau selalu ingat padaku." Cherry ingin melangkah sebelum Karin menyelanya.

"Kau tahu, Sasuke menyukai wanita berambut panjang. Tidak kah kau sayang, jika Sasuke akan jatuh ketanganku." Ejek Karin, berusaha memancing emosi Cherry.

"Ya, tentu saja. Dan Sasuke kun selalu bisa menunggu rambutku panjang kembali."

"Kau terlalu percaya diri."

"Tentu saja, karena aku sudah hidup bersamanya selama ini." Cherry meninggalkan Karin yang tampak semakin marah. Tenten menggandeng Cherry pergi.

"Apa kau tak apa, cherry??" Tanya Tenten khawatir.

"Ya tentu saja tenten."












Di bandara konoha. Gadis berambut pink bergelombang mendorong trolinya. Memakai kaos longgar warna putih dan hotpant berbahan jeans. Sepatu hak tinggi membalut kakinya. Kacamata hitam bertengger di hidungnya. Banyak orang melihatnya, berpikir apakah yang datang dari terminal kedatangan luar negeri adalah Artis Hollywood yang rambutnya dicat pink???

LITHIUMTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang