"Bagaimana kau bisa tahu?" Tanya Olivia.
"Karena sebenarnya kau mengenalku" jawab Jade santai.
Claire yang tidak tahu apa - apa hanya bengong dan tak berkutik. Olivia yang bingung juga masih tenggelam dalam seribu pertanyaan. Kemudian Jade meninggalkan taman dengan menyisakan bayangan dari matahari.
"Memangnya dia ngomong apa?"
Tanya Claire yang kemudian memecah keheningan sesaat."Aku tidak mengerti. Tapi itu tak penting, aku sudah mendapat roti sekarang. Ayo makan!"
Jawab Livia.Mereka melahap habis makanan mereka. Wajah senang akibat kekenyangan muncul di kedua wajah mereka.
"Kenyaanggg," ujar Cla.
"Ya, kalau begitu ayo kita ke kelas" sahut Olivia.Claire mengangguk. Kemudian mereka berdua menyusuri koridor dan berusaha menghafal jalan menuju kelas. Denah yang mereka dapat tidak cukup untuk mengarahkan mereka sampai ke kelas. Akhirnya pupus harapan mereka karena lelah berkeliling koridor.
Tak lama setelah itu, muncul pikiran Livia dan Claire untuk bertanya kepada kakak kelas yang mereka temui.
"Permisi kak?" Seru Claire.
Seorang pria yang bobot tubuhnya seperti atletis memakai baju hitam polos itu menoleh ke arah Cla. Matanya yang berwarna cyan itu mungkin saja membuat orang luluh. Begitu pula Olivia dan Cla yang hampir saja terjerumus dalam rasa kagum.
"Ya? Ada perlu apa?" Jawabnya.
"Anu, bisa kau bantu kami menemukan kelas?" Jawab Cla terbata - bata.
"Tentu saja. Siapa pembimbing kalian?"Cla tidak ingat siapa pembimbing mereka. Kemudian ia menyikut siku Olivia. Tersadar akan kode dari Cla, Olivia dengan sigap menjawab pertanyaan yang diberikan kakak kelasnya itu.
"Mr. Janchkin!" Ucapnya.
Pria itu kemudian menoleh ke arah Olivia. Pria itu membelalakan matanya kaget dan berusaha mengingat - ingat sesuatu. Dia membuka suara.
"Ka- kau?"
Olivia yang tidak tahu apapun lantas merasa aneh. Olivia mengernyitkan dahinya.
"Liv? Olivia Carolline?" Ucap pria itu.
Mendengar perkataan yang dituju kepada Olivia, Cla merasa aneh. Ini sudah kedua kalinya orang yang mengenal Olivia. Nyatanya, Claire adalah orang pertama yang di kenalnya di fakultas ini.
"Tunggu, kalian saling kenal?"
Tanya Cla binggung.Tentu saja Olivia menggeleng, tapi tidak dengan pria berbadan kekar itu.
"Kau tidak mengenalku? Aku David!"
Serunya, membuat Livia tersentak kaget.
Livia menghiraukan perkataan kakak kelasnya itu. Olivia yang merasa terancam kemudian pergi dari tempat mereka berdiri. Ia menarik tangan Cla menjauh dari situ.
"Kita tanya yang lain saja"
Ucap Livia.***
"Fiuh! Akhirnya ketemu kelas juga"
Sahut Cla sembari meletakkan tas cokelatnya itu.
Olivia tidak merespon, tapi ia menunjukkan wajahnya yang terlihat letih menaiki anak tangga menuju kelas.
Tetapi satu suara lantang membuyarkan segala rasa lelah mereka.
"Baiklah anak - anak! Aku pembimbing kelas psikologi hari ini, Mr. Janchkin. Senang berkenalan dengan kalian"

YOU ARE READING
You're Blood
Vampire#25 dalam Vampire (1 mei 2017) [ sebagian part diprivate!] Kini sudah ditetapkan, aturan baru di Kerajaan Vampire, berbaur dengan manusia! Kerajaan yang dipimpin oleh King Hudson IV, mengalami kehancuran yang disebabkan bangsa penyihir. Sejak dahulu...