❀ nine

9.2K 1.3K 53
                                    

ARIN

Hari ini gua memutuskan untuk ketemuan sama Tzuyu. Meskipun gua belum bilang ke Tzuyu, tapi lebih enakan hadang orangnya di depan kelas, hehehehe.

Gua mau bujuk Tzuyu buat baikan sama Chaeyoung dan Eunchae. Tau sih ya, Tzuyu nggak apa-apain mereka tapi ini nggak bener aja. Gua yang patah hati malah sahabat gua yang musuhan.

Untung aja kelas gua keluar duluan dibanding kelas Tzuyu. Gua ngintip lewat jendela-mereka lagi berdoa sebelum pulang. Jujur aja Tzuyu keliatan cantik kalau udah serius. Apalagi waktu berdoa gitu. Mata gua nggak bisa lepas dari Tzuyu.

SADAR RIN LO CEWEK JANGAN LESBIAN KASIAN PAPA MAMA UDAH NGASIH UANG SAKU BUAT SEKOLAH BIAR PINTER MALAH MIKIRIN GINIAN!

Anak-anak XI-IPA.5 keluar kelas setelah guru. Gua perhatiin tiap orang yang keluar, nggak ada Tzuyu! Begitu rombongannya udah habis, gua berjalan menuju pintu. Yeee, si Tzuyu lagi duduk sendirian sambil main gadget. Eh ternyata nggak sendirian. Ada Dino yang duduk dibelakangnya diam-diam perhatiin Tzuyu.

Ye anjir si Dino bilang ke gua kalo suka Chaeyoung ngapa ini malah perhatiin Tzuyu pake tatapan aduhai gitu!

Langsung gua masuk kelas XI-IPA.5 dengan hentakan kaki yang keras. Tzuyu dan Dino spontan menoleh.

"Arin kenapa kesini?" tanya Tzuyu.

Gua garuk-garuk leher. Bingung mau ngomong apa. Semua kata-kata ketahan di tenggorokan.

"Anu ... lagi sibuk nggak?" pertanyaan gua rada bego.

"Nggak nih," jawab Tzuyu memasukkan hpnya ke dalam saku rok.

"Dino, lo ngapain disini? Terus ngapain juga tatapannya serius gitu? Dari tadi gua merhatiin lo tau dari luar," gua memutar balik kursi di sebelah Tzuyu menghadap ke belakang, ke arah Dino.

"Oh ini, rambut Tzuyu kelempar permen karet perjalanan dari ruang mulmed," terang Dino fokus menyingkirkan permen karet dari rambut Tzuyu.

Nggak habis mikir gua bisa tebak. Ini kerjaan si Chaeyoung! Sampah bener sahabat gua yang satu itu.

"Udah Din, nanti dipotong aja rambutnya. Juga kan permen karetnya kena rambut bagian bawah, nggak perlu takut kelihatan pendek rambutnya," Tzuyu melepas tangan Dino dari rambutnya pelan-pelan.

Dino bengong lihat senyuman Tzuyu. Senyuman yang dulu pernah mencuri hati Dino sampai ia berhenti menyukai gadis dihadapannya.

"Sayang Tzuy, rambut lo kan bagus," kata Dino, nadanya berantakan karna gugup.

"Tenang aja kan masih keliatan panjang. Udah ya gua mau pulang dulu." Tzuyu meraih tasnya, berjalan keluar kelas sambil mengecek hpnya sekali-kali.

Gua berlari mengejar Tzuyu tanpa memikirkan Dino yang tertinggal di kelas sendirian. Bodo amat gua sama Dino.

Gua turun tangga buru-buru ngejar Tzuyu sebelum sampai luar gerbang. Gua angkat rok setengah dari bawah dengkul. Tangan gua narik tas Tzuyu ketika jarak gua dengannya udah cukup dekat. Tzuyu menoleh menghentikan langkahnya.

"Kenapa, Rin? Duh ngos-ngosan gitu mau minum nggak? Mumpung minum gua masih," Tzuyu menyodorkan botol minumnya. Gua tolak tawaran Tzuyu.

silly boy ─ mark lee × arin ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang