❀ ten

8.9K 1.2K 113
                                    

Tadi malam Arin sukses membuat sahabatnya baikan lagi. Walaupun lewat chat tapi nggak apa-apalah yang penting baikan.

Niat awalnya mau ketemuan langsung biar plong aja waktu ngomong. Pakai acara peluk-peluk sambil nangis kan seru. Ibarat friendship goals, halah.

Tapi itu semua nggak sesuai ekspetasi gara-gara Mark! Jam 8 malam tepat Mark nge-line Arin nanyain masalah mereka ber-4. Biasa Mark suka ikut campur soal masalah Arin. Yang biasanya khawatir sama Arin, ini malah khawatir sama Tzuyu! Takut nanti Tzuyu nggak punya teman. Tau sih kalau Tzuyu itu memang temannya kurang banyak pakai banget. Cuma Arin, Chaeyoung, dan Eunchae-teman yang dimiliki Tzuyu.

Mark ngasih saran ke Arin untuk baikan sekarang daripada kelamaan nunggu besok. Mau nggak mau Arin lakuin aja. Bukan karena saran dari Mark, tapi ini atas kemauannya sendiri. Udah beberapa hari grup ke-4 cewek ini sepi kaya hati author, syedih.

Alhasil baikan juga. Eunchae yang paling banyak spam stiker nangis. Chaeyoung pamer stiker barunya, biasalah Chaeyoung hobinya pamer stiker. Mark ada gunanya juga, pikir Arin.

Di kelas Arin dan Chaeyoung udah balik kaya biasanya. Sebelumnya wajah mereka lebih sering kelihatan suram. Sekarang udah berbinar-binar deh.

"Temen-temen, minta perhatiannya dong!" seru Mina di depan kelas.

Se-isi kelas langsung tertuju padanya begitu diminta perhatian, aduh minta di perhatiin. Siyeon menyusul Mina ke depan kelas.

"Enaknya kita pesen kaos apa jaket buat study tour?" tanya Mina.

Siyeon mengambil spidol menulis 'kaos' dan 'jaket' di papan tulis untuk voting.

"Kita tinggal hitung beberapa minggu study tour. Pasti ada aja kan ya bikin kaos sama jaket buat nunjukin 'ini loh kelas kita'. Jadi disini gua sama Siyeon mau adain voting," jelas Mina.

"Kemarin Renjun minta tolong kami berdua buat pesan kaos atau jaket study tour," tambah Siyeon.

"WAHHH BAHAYA RENJUN MINTA TOLONG SAMA SIYEON," seru anak laki-laki bebarengan, termasuk Mark. Se-isi kelas menoleh ke arah Renjun. Jelas banget dari muka kalau Renjun kebingungan.

"SOK POLOS ANJER PAK KETUA!" ujar salah satu laki-laki di pojok.

"Biasanya cuek ke cewek nggak mau ajak ngomong. Tapi kemaren minta tolong sama Siyeon. Aelah ..." kata Mark tersenyum jahil.

"Ha?" Renjun menaikkan kedua alisnya. Mulutnya membentuk huruf 'a'.

"Udah-udah kasian Renjun," sela Siyeon menenangkan teman-temannya.

"CIEEE KASIAN. JADIAN GIH BURUAN." bukannya makin tenang, malah makin jadi aja.

"DIEM WOY! BERISIK LO PADA! GUA JADI NGGAK KONSEN MAIN ZOMBIE TSUNAMINYA NIH!" bentak Chaeyoung sambil menggebrak meja. "Lagian Renjun cuma minta tolong ngapain pada ribut sih?"

"CIEEE CEMBARA CIEEE."

"Ngomong sekali lagi gua bakal ngamuk nih!" kata Chaeyoung seram. Kemudian kelas menjadi tenang.

"Jadi kita adain voting sekarang ya. Semakin cepet kita pesan, semakin cepet jadinya," kata Mina sambil tersenyum mencairkan suasanya yang agak tegak.

"Rin, lo pilih kaos apa jaket?" tanya Mark.

"Lo pilih apa? Kalau gua sih pilih kaos. Jaket malu-maluin ntar ada tulisan kelas dibelakangnya. Kan malu diliat orang," jawab Arin membayangkan dibelakang jaketnya terdapat nama kelas.

"Iya juga sih. Kaos juga sama aja kali, Rin," Mark juga ikut ngebayangin.

"Tapi jaket itu nggak enak, Mark. Boro-boro gua pake lagi," kata Arin mengingat jaket SMP-nya yang ada di lemari. Jaket yang cuma dipakai waktu study tour SMP.

silly boy ─ mark lee × arin ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang