Pagi ini baekhyun terbangun lebih awal, pikirannya terbang pada kejadian semalam saat chanyeol menggodanya habis-habisan, sampai ia mengalah dan tidur berdua dengan chanyeol saling berpelukan. Baekhyun sedikit mendongakkan kepalanya untuk melihat wajah tampan chanyeol.
"Aku tau aku tampan, tapi nggak segitunya kali" sindir chanyeol sambil membuka matanya.
"Ka-kamu sudah bangun" tanya baekhyun.
"Kamu nggak liat kalau aku sudah bangun eoh"tanya chanyeol. Baekhyun menggeleng polos.
"Huh nyamannya tidur ku" ucap chanyeol merenggangkan pelukannya. Baekhyun yang melihat pelukan chanyeol padanya sudah terlepas segera menjauhkan dirinya.
"Tu-tuan boleh saya bertanya" ucap baekhyun.
"Mwonde" tanya chanyeol.
"Apa maksud tuan mengatakan kalau aku itu adalah kekasih tuan" tanya baekhyun.
"Semua keluargaku mengharapkan aku memiliki kekasih, jelas-jelas aku belum mau yaaah jadi karena ada kamu aku mengambil kesempatan ini" ucap chanyeol. Baekhyun sedikit terkekeh melihat ekspresi chanyeol.
"Tapi sampai kapan" tanya baekhyun.
"Saat ada mereka saja, kamu berpura-pura saja menjadi kekasihku" ucap chanyeol.
Baekhyun menganggukan kepalanya patuh.
"Oh ya ngomong-ngomong apa yang membuatmu bekerja disini"tanya chanyeol.
"Itu...orang tua ku sudah meninggal dan meninggalkan ku sendiri, jadi aku harus bisa mandiri" ucap baekhyun sedih.
"Aah maafkan aku, aku tak bermaksud membuatmu sedih" ucap chanyeol menyesal dan tak enak.
"Tak apa tuan" ucap baekhyun.
"Aah bagaimana untuk permintaan maafku, kamu bisa memanggilku dengan nama saja" ucap chanyeol.
"Ta-tapi"
"Tak ada tapi-tapian" ucap chanyeol.
"Ba-baiklah chanyeol"
'Selain mesum, ternyata ia mempunyai kepribadian yang hangat dan baik, aku penasaran apa yang membuatnya suka bermain dengan wanita' batin baekhyun iba pada chanyeol.
Saat ini suasana di meja makan tak begitu canggung-canggungnya. Sesekali luhan menggoda adiknya chanyeol kapan ia akan menyusul kakaknya ini, mendengar itu membuat baekhyun yang hanya berpura-pura menjadi gugup seketika.
"Ya hyung kamu harus segera menikah" ucap sehun
"Ya dan sepertinya Appa dan eomma menginginkan cucu darimu chan" ucap luhan. Mendengar kata eomma membuat mood makan chanyeol luntur seketika.
"Kenapa noona menyebut namanya lagi" tanya chanyeol.
"Kamu harus bisa memaafkan eomma chan" ucap luhan.
Prang
Baekhyun, luhan dan sehun terkejut karena mendengar pecahan piring yang diciptakan oleh chanyeol.
"Sampai kapanpun aku tak akan pernah memaafkannya" ucap chanyeol dingin dan pergi meninggalkan mereka.
Tes
"Hiks" luhan mengeluarkan isakannya, sehun sebagai suami langsung mendekapnya dan memberi kalimat penenang untuk sang istri.
"Sudahlah sayang, kurasa chanyeol hyung masih memerlukan waktu" ucap sehun.
"Hiks...ta-tapi ini sudah sangat lama sehun, kenapa ia belum bisa melupakannya" ucap luhan.
"Kita juga belum tahu sayang, kita hanya perlu bersabar" ucap sehun.
KAMU SEDANG MEMBACA
Maid OR Fake Girlfriend?
Fanfictionhidup sebatang kara di negeri seoul yang besar membuat yeoja bernama Byun baekhyun ini harus mencari kerja kesana kemari. suatu hari ia melihat sebuah brosur sebuah pekerjaan dan disanalah ia melamar. apa jadinya ketika baekhyun seorang yeoja polo...
