"Tolong ajarkan aku bagaimana caranya menghargai sesuatu atau hal yang sudah diperjuangkan untukku...
Kenapa saat aku ingin tetap denganmu takdir bertindak lain? Apa memang harus begitu katanya? Atau..memang masalahnya ada padaku?"
=============================
"Semalam? Mmm ya gue ngasih no lo sama dia, biar kalian bisa dekat" jawab Sana dengan senyuman tipis
Dahyun mengangkat pandangannya dan melihat mata Sana yang bergerak mencari objek lain untuk dilihat.
'Bohong! Lo bahkan gak ngeliat gue!' -batin Dahyun
"Serius niat lo mau bantu gue San?" tanya Dahyun sambil menatap lekat mata Sana
Sana menatap balik Dahyun dan mencoba untuk menjawab seperti tingkahnya yang biasa
"I-iya Hyun~" jawab Sana yang tampak sambil memegang megang daerah hidung atau mulutnya.
"BOHONG!! lo bohong San..! Capek gue samalo..argh!" Dahyun meneriaki Sana tanpa ampun didalam kelas yang sepi itu, Dahyun langsung berbalik dan pergi keluar kelas meninggalkan Sana. air mata Dahyun hampir saja tertetes didepan Sana tadi.
Sana tampak terkejut karena bentakan Dahyun yang tiba tiba didepannya tadi. Ia tak menyangka orang yang di anggapnya sahabat itu bisa semarah itu padanya hanya karna hal yang menurutnya tak besar.
------
Dahyun berjalan dipinggir taman sekolah sendirian, dan akhirnya memutuskan untuk duduk dikursi taman disana.
Dahyun memetik satu bunga berwarna kuning yang tertanam disamping samping kursi yang didudukki nya.
Banyak hal yang sedang Dahyun pikirkan saat ini, dia sangat ingin cerita semua masalahnya pada Suga, karna itu yang biasa dilakukannya dulu saat mereka di satu sekolah.
'Dimana lo gus..' batin Dahyun
"Hei.." tiba tiba ada tangan seseorang memegang bahu Dahyun dari belakang, dan suara seorang cowok.
'Suga!' dalam hati Dahyun. Dia langsung membalikkan badannya dan melihat orang itu.
"Eeh? Kamu kan.." Dahyun terkejut, senyum nya memudar setelah melihat ternyata orang itu bukanlah Suga. Melainkan teman sekelas yang belum dia kenal namanya.
"Hai.." sapa lelaki itu dan duduk disamping Dahyun dengan tidak terlalu dekat.
"Lo Dahyun kan? kenalin gue Jimin, gue temennya Suga dikelas" cowo itu menyodorkan tangannya pada Dahyun dan Dahyun hanya sekedar menyentuh tangan cowo itu dan langsung melepasnya.
'Wahh apaan? Dia tiba tiba datang dan duduk disamping gue" tanya Dahyun dalam batinnya karena baginya cowo itu agak terlihat aneh.
Tanpa perbincangan apapun Dahyun dan Jimin hanya duduk diam ditempatnya dan tak ada satupun dari mereka yang mau memulai perbincangan, tapi anehnya dari tadi Jimin terlihat senyum senyum sendiri duduk disamping Dahyun.
Dahyun semakin merasa aneh dan berharap bel masuk cepat berbunyi.
'Duhh cepet dongg><' -batinnya
*KringggKringgKringg
Ah..akhirnya bunyi juga dan suara guru dari pengeras suara sudah menginstruksikan masuk.
KAMU SEDANG MEMBACA
Follow The Heart
FanfictionAku takut Tae. Aku takut aku ingin tetap bersamamu walaupun aku paham aku tak seharusnya di sisimu.
