pt8.Help (Follow The Heart)

493 74 4
                                        

'Mungkin memang semua yang kuinginkan tidak bisa menjadi milikku seutuhnya ,tapi apa salahnya aku tetap menginginkannya? Aku juga tidak tahu apa sebenarnya yang terjadi pada perasaanku.
Bantu aku...atau mungkin kalian jawabannya?'

---------------------------------------------------------

Jimin sepertinya benar benar tertarik pada Dahyun, dia berdiri disana dengan senyum yang sangat lebar dan manis menatap Dahyun dan membuat Dahyun jadi salah tingkah saja.

"Hyun..! Em..lo udah inget nomor handphone lo belum?"

"E-eh?"  Dahyun terkejut begitu mendengar Jimin menanyakan nomor handphone nya lagi.

'Duh..gue kasih gak ya..'- batinnya bingung dan memainkan bibirnya.

"Hyun?" tegur Jimin
"Sini biar gue kumpul dulu" sambungnya sambil mengulur tangannya untuk mengambil kertas Dahyun.

"I-iya ini..." balas Dahyun dan memberikan kertasnya.

Dahyun tak berkata kata di bangkunya. Ia melihati Jimin yang berjalan kedepan dan meletakkan kertas di meja guru.

Jimin berbalik dan matanya langsung tertuju pada Dahyun, ia tersenyum lebar dan lebih manis kali ini.

'Pasti dia kesini lagi..' -batin Dahyun gelisah, ia sedikit terganggu dengan sikap Jimin yang selalu senyum dan langsung sok ramah padanya.

Tak ada yang bisa dilakukan Dahyun kecuali membalas senyum Jimin padanya. Jimin berjalan dari depan dan langsung duduk di kursinya, dan tak menghampiri Dahyun lagi.

'Haah dia gak kesini..' leganya.

-----

Waktu istirahat sudah tiba, Dahyun berencana pergi kekantin untuk membeli beberapa makanan mengenyangkan karena tadi pagi ia tidak sempat sarapan di kosnya.

'Ah Sana! Apa udah lama banget ya gue ngambek sama dia' pikir Dahyun, dia pikir ini saatnya dia baikan dengan sahabatnya itu, lagian rasa kesalnya pada Sana tak ingin dihiraukannya lagi.

Dahyun berencana mengajak Sana untuk pergi ke kantin bersama, ia berbalik ke bangku Sana tapi Sana tak ada disana.

'Loh dia udah pergi duluan ya..' -batin Dahyun.

Dahyun memutuskan pergi ke kantin sendiri, karena tak ada lagi yang bisa di ajaknya pergi bersama, pikirnya.

"Yak! Kim Dahyun~"
Teriak seorang cowo yang dikenalnya saat Dahyun hendak meninggalkan kelas.

Dahyun menoleh ke arahnya, dan wajahnya tetap cemberut dan tak berubah sedikitpun.

"Eh kenapa muka lo? Pait banget kayaknya" ejek cowo itu setelah mendekati Dahyun.

"Udah ah, Gus kawanin gue ke kantin Yuk..." ajak Dahyun dan memegang tangan Suga.

"Idih kenapa sih lo? Gak mau ah!" oloknya.

Follow The HeartCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang