pt.31. Sorry (Follow The Heart)

306 30 8
                                    

Maaf. Aku memang egois...
Karena selalu melihat kedepan...
Padahal ada seseorang yang sedang mengejarku tapi, aku terus mengejar apa yang ingin ku gapai.
================================

Dahyun semakin terlihat bingung, ia menaikkan sebelah alisnya.

'Wait! Kayaknya gue kenal suara ini deh'   Dahyun terus menatap handphone genggam yang sedang dipegangnya sambil berfikir.

Tiba-tiba Dahyun mengeluarkan senyum smirk nya.
Mencurigakan.

'Ohh lo mau ngerjain gue ya?' 

Sepertinya Dahyun sudah tau siapa orang yang menelfon ini.

"Halo? Em kayaknya enggak tuh pak, kenapa ya?"  Dahyun melanjutkan. Tapi  cara bicaranya hanya terlihat normal.

"Apa benar? Soalnya saya dapat laporan seperti itu, apa saya salah?"

'Wah pande banget ya akting ya' pikir Dahyun.

Kali ini Dahyun menjawab sambil terus diiringi dengan senyum aneh diwajahnya. Apa dia juga sudah ketularan Taehyung?

"Mungkin" jawab Dahyun singkat.

"Cermin di kamar anda tidak pecah kan?"

"Tidak pak"

"Tapi saya kok bingung ya?"

"Bingung kenapa pak?"

Tak ada jawaban untuk beberapa waktu. Dahyun mendengar suara gesekan di handphone dari sebrang sana, seperti seseorang sedang bergerak sambil membawa telepon genggam itu.

"Em...kok saya gak bisa liat bidadari di cermin kamar saya ya?"

*deg
'Hah? Gombal nih?'  Batin Dahyun. Ia semakin terkekeh kecil tanpa suara setelah mendengarnya. Gombalan dari orang yang akhir-akhir ini sering muncul dalam bayangannya. Kim Taehyung.

"Dahyun!! Siapa sih? Bantuin gue dong!! Gak hilang-hilang nih masker nyaa!" Sunny berteriak panik dari kamar mandi.

Dahyun sampai melupakan kalau temannya masih kesusahan membersihkan masker di wajahnya sekarang. Sedangkan mereka harus cepat-cepat turun kebawah untuk latihan, pasti yang lain sudah berkumpul. Pikirnya.

"Oh! Iya Sun! Gue datang!" Balas Dahyun mengeraskan suaranya.

Dahyun langsung meletakkan handphone yang sedang digenggamnya ke tempat nya semula, walaupun dia tau siapa orang di balik handphone itu, ia tetap menutupnya begitu saja tanpa mengatakan kata perpisahan apapun.

'Toh bentar lagi ketemu' batinnya.

.
.
.

Dahyun dan Sunny turun dari kamar mereka, ternyata benar, teman-temannya sudah berkumpul disana menunggu mereka, tapi bukan hanya mereka, masih banyak yang terlambat datang dan belum turun, termasuk teman mereka Krystal, dan juga...Taehyung?

Dahyun tak melihat Taehyung disana.
'Apa dia masih dikamar?' Pikirnya.

"Hai Dahyun..." sapa pria yang selalu diiringi senyuman lebarnya. Park Jimin.

Jimin berjalan mendekati Dahyun, tangan kanannya melambai pada Dahyun dan tangan kirinya memegang sebuah gitar klasik yang akan digunakan untuk mengiringi penampilan mereka malam ini.

"Hai Jim" Dahyun membalas senyum manis Jimin. Kali ini Dahyun tak terlihat senyum karena terpaksa, dia terlihat membalas senyum Jimin lebih asli dari sebelumnya, bukan senyuman fake.

"Baru dateng ya?"

"Iya...belum pada ngumpul semua ya?"

"Iya nih, lama banget"

Follow The HeartTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang