pt13. Nice Dream? (Follow The Heart)

478 66 5
                                    

Jujur, satu-satunya sesuatu yang ingin bisa ku ajak bicara adalah hatiku, aku tak bisa mengandalkan orang-orang sekalipun sahabatku.

Aku ingin menceritakan semua yang kurasakan pada hatiku, aku ingin menceritakannya pada hal yang bisa mengerti serta ikut merasakan sakit atau senang yang ku rasakan...
Ialah Hati ku...

================================
____________________________________
Jimin Massage:
"Hyun...lagi ngapain? Jimin ganggu gak?"

Jimin Massage:
"Kok lama sih balas nya?"

Jimin Massage:
"Lagi sibuk ya?"

Jimin Massage:
"Dahyunn:( "

Jimin Massage:
"Balas kek Hyun pesan gue"
____________________________________

'Argh...stop please' deru Dahyun kesal dalam hatinya.

'Kapan sih dia berhenti hubungin gue, berlebihan banget sih, lebayy' kesalnya semakin menjadi-jadi. Entah apa yang membuatnya begitu tak menyukai yang dilakukan Jimin saat ini.

Dahyun memutuskan tak membalas pesan dari Jimin kali ini. Dahyun berencana melanjutkan tidurnya yang tak kesampaian dari tadi dan bangun di sore hari. Ia langsung mengambil boneka bantal spongebobnya dan menutupi wajahnya dengan benda empuk itu.

Belum sempat Dahyun menjelajah di mimpinya, tiba-tiba ia mendengar ada seseorang yang mengetok pintu kamarnya dan membuatnya terbangun lagi.

"Dahyunnn!"
Teriak seseorang dari balik belakang pintu itu dengan suara yang sangat keras.
"Dahyunnn!"
Teriaknya lagi dengan suara lebih kuat, suara seorang pria yang sudah tak asing di telinga Dahyun itu membuatnya begitu kesal saat mendengarnya lagi, mau sampai kapan kakak nya itu terus membuatnya kesal seperti ini pikirnya.

Dahyun turun dari tempat tidurnya dengan wajah yang sangat murung dan kesal, dan membukakan pintu dengan perasaan membara-bara rasanya.

"Apa!" kata Dahyun singkat setelah membukakan pintu nya.

"Loh? Kenapa adek gue? Kok badmood banget kayaknya..." olok kakaknya itu tanpa merasa bersalah.

"Ihh~ entah!" jawab Dahyun memasang wajah seperti ingin menangis dengan imut dan hendak menutup pintunya.

"E-eh..tunggu dong..." sambar Jibeum sambil menahan pintu kamar Dahyun.

"Mau minta tolong nih..." sambungnya.

"Minta tolong apa sih, ngantuk tauu~" dayu Dahyun kesal.

"Keluar yuk!" jawab Jibeum begitu semangat dan langsung memasang senyum lebar di bibirnya hingga membuat mata sipitnya ikut terlihat tersenyum.

Wajah Dahyun juga tiba-tiba menjadi sangat gembira setelah mendengar kakaknya itu mengatakan kata 'Keluar' dengan senyuman di wajahnya, sepertinya Dahyun sudah tahu apa maksudnya.

"Oke! Tiga menit!" ceplos nya langsung menutup pintu karnya dan bergegas cepat dengan sangat menuju lemarinya untuk berganti baju.

'Akhirnya..udah lama gue gak kayak gini lagi..' pikir Dahyun sambil tersenyum manis dan mengganti pakaiannya.

Dahyun langsung keluar kamar dan menyusul Jibeum yang baru selesai memakai sepatu sportnya di teras rumah dan bersiap pergi bersama adik kesayangannya, Dahyun.

Follow The HeartTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang