Crashh
Cairan kental itu menciprat kesegala arah. Dengan lihainya, Kujou melenggang membawa katananya menari di udara menebas siapa saja yang menghalangi jalannya. Sambil menunggangi seekor kuda hitam yang perkasa, dia bergerak dengan lincah menghadapi pasukan musuh yang tak terhitung banyaknya.
Tiada gentar yang terlihat di wajahnya, dengan penuh keyakinan dia memainkan katana kebanggaannya, menghunuskannya kepada musuh-musuhnya.
Kujou berhenti di tengah-tengah medan perang menatap sekitar dari atas kudanya. Sepertinya kali ini dia akan kembali dengan kemenangan seperti yang selalu dia lakukan. Kujou memacu kudanya untuk kembali kekerajaan bersama pasukannya membawa kemenangan yang sudah dia dapatkan.
-00-
Yuri, gadis itu berdiri di halaman membiarkan angin menerbangkan rambutnya yang digerai begitu saja. Ratusan kelopak bunga sakura yang berguguran membuat penampilan Yuri terlihat semakin sempurna.
“Di sini kau rupanya,” ucap Kujou.
“Kujou-sama, kau sudah pulang?” tanya Yuri.
“Tentu saja aku sudah pulang, aku baru saja menghadap kaisar dan dia memintaku untuk tinggal di istana,” ujar Kujou.
“Lalu, apa jawabanmu? Kau menerima tawaran itu?” tanya Yuri.
“Tidak juga, aku lebih suka tinggal di sini,” jawabnya.
“Tinggal di istana jauh lebih baik, Kujou-sama adalah orang yang terpandang, kan?” ucap Yuri.
Kujou duduk dilantai teras yang menghadap pada Yuri. Dia memandang gadis itu sambil menahan senyumannya.
“Kau masih saja pura-pura tidak tahu, aku sudah pernah bilang sebelumnya, aku memenangkan semua pertarungan ini karena dirimu,” ujar Kujou.
Yuri menunduk menyembunyikan wajahnya yang memerah. Mereka sudah saling mengenal sejak kecil, dan sejak itu pula Kujou selalu berusaha mengungkapkan perasaannya pada Yuri. Tapi, Yuri sadar betul dengan kedudukannya sekarang ini.
Kujou sekarang adalah seorang samurai yang memiliki kedudukan tinggi dalam pemerintahan. Sedangkan, Yuri hanyalah seorang putri pemilik penginapan yang berada di pusat kota. Jauh dari kata pantas untuk Kujou. Bahkan, Yuri berpikir jika dia tidak memiliki hak untuk menyukai Kujou.
Berbeda dari yang Yuri pikirkan, Kujou selalu berharap Yuri membalas perasaanya. Baginya, kedudukan bukanlah sesuatu yang harus dipermasalahkan. Dia menjadi seorang samurai bukan demi kedudukan yang bisa diperoleh dalam pemerintahan.
“Kujou-sama, aku adalah gadis rendahan, kumohon berhentilah berlaku baik padaku,” ucap Yuri.
“Kau bukan gadis rendahan, bagiku kau adalah segalanya, karena itu aku memintamu untuk menikah denganku,” jawab Kujou.
“Waktu itu aku sudah menjawabnya, aku tidak mungkin menikah denganmu, Kujou-sama,” ucap Yuri.
“Apa alasannya?” tanya Kujou.
“Kedudukan! Mungkin bagi Kujou-sama itu tidaklah penting! Tapi, coba pikirkan bagaimana dengan orang-orang yang mengincar kedudukan Kujou-sama nantinya? Menikah dengan gadis sepertiku hanya akan mempersulitmu,” jelas Yuri.
“Itu tidak akan terjadi, aku ingin kau memikirkannya lagi! Karena itu aku akan buktikan! Setelah ini aku akan pergi untuk melawan pasukan pemberontak di daerah barat, saat aku kembali nanti pastikan kau sudah menyiapkan jawaban,” ujar Kujou sambil berjalan memasuki rumah.
“Kujou-sama,” gumam Yuri pelan.
-00-
Kujou melompat di antara guguran sakura disinari cahaya purnama memperjelas lekuk wajah yang membuatnya terlihat semakin menawan. Dua orang yang berdiri di depannya sudah siap dengan sabit di masing-masing tangan mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
FRASA
PovídkySelalu terselip kisah disetiap masa.. Kumpulan kisah romansa dari berbagai masa dan dunia. Saya nulis karena saya suka.. 😊
