[ROMANCE-TRAGEDY] Jika Saja Hujan

235 11 0
                                        


Gadis kecil itu lagi-lagi mengintip dari balik pagar besi. Dia selalu datang saat cuaca sedang cerah.

Dia adalah anak yang manis yang akan tertawa bahkan jika aku menghinanya.

Meskipun umurku baru sepuluh tahun tapi aku sadar betul dimana posisiku sekarang ini. Aku adalah satu-satunya pewaris perusahaan pemegang saham terbesar disini.

Sedangkan gadis itu? Entahlah, aku tidak tahu.

Ibuku bilang aku adalah aset untuk masa depannya. Jadi, aku tidak boleh terluka. Aku bersekolah dirumah dan aku jarang menginjakan kakiku diluar pagar besi itu.

"Kau mau ikut aku bermain keluar? Pasti akan sangat menyenangkan. Kulihat setiap hari kau hanya terus diam dirumah," ucapnya.

"Cih, aku tidak mau bermain dengan gadis rendah sepertimu," jawabku.

"Hehe, tapi aku sungguh-sungguh saat bilang pasti menyenangkan," ucapnya diselingi tawa manisnya.

Entah sudah berapa kali aku berusaha mengusirnya. Tapi dia tidak pernah berhenti datang.

"Baiklah, kali ini saja," ucapku.

Gadis menunjukan sebuah jalan keluar yang tersembunyi dari balik semak-semak.

Aku mengikutinya dan bermain seharian bersamanya. Memang benar itu sangat menyenangkan.

"Lain kali kita lakukan lagi," ucapnya.

"Baiklah,"

Gadis itu melambaikan tangannya dan menghilang dibelokan jalan. Sial! Aku lupa menanyakan namanya. Dia adalah teman pertamaku.

"Darimana kau! Kenapa kau melewatkan semua pelajaran hari ini? Ibu sudah bilang kalau kau harus belajar!" Teriak ibu.

"Maaf," ucapku.

Seperti dugaanku sebelumnya. Ibu pasti akan marah, tapi hari ini sangat menyenangkan.

Gadis itu mengajaku ke daerah kumuh yang menjijikan. Tapi banyak orang yang menyenangkan disana.

Besoknya aku menunggu gadis itu diluar rumah. Tapi dia tidak datang, hujan terus mengguyur selama berhari-hari. Jadi, gadis itu tidak pernah datang.

Sekitar satu minggu setelah itu langit terlihat cerah. Aku berdiri dengan penuh semangat didepan pagar besi menunggu gadis itu menjemputku.

"Hai!" Sapanya membuyarkan lamunanku.

"Kau datang?" Tanyaku.

"Aku sudah berjanji akan datang saat tidak hujan," jawabnya sambil tersenyum manis.

Aku menyelinap pergi dan bermain lagi dengan gadis itu seharian. Aku tidak peduli jika ibu akan marah lagi.

"Jadi, kau benci hujan?" Tanyaku pada gadis itu.

"Mungkin. Hanya saja saat hujan datang rumah kami selalu kebanjiran," jawabnya sambil tertawa.

Setelah puas bermain seharian, gadis itu mengantarku pulang.

"Namaku Ken, siapa namamu?" Tanyaku.

"Tifa, jika besok tidak hujan aku akan datang lagi," ucapnya.

Setelah dia pergi aku masuk kedalam rumah. Aku bersembunyi dikamar cukup lama. Heran, kenapa ibu belum mencariku? Dimana semua orang.

Aku keluar dan melihat ibu yang terlihat panik.

"Ken! Ibu pikir kau masih di pemukiman kumuh itu! Ibu sangat khawatir,"

"Apa yang terjadi bu?"

"Tempat itu sudah habis terbakar. Tidak ada yang sempat menyelamatkan diri. Sekarang semua orang sedang mencarimu karena mereka berpikir kau masih disana. Syukurlah kau selamat," jelas ibu.

Tidak ada yang berhasil menyelamatkan diri? Bagaimana dengan Tifa?

Meskipun khawatir, tidak ada yang bisa aku lakukan. Esoknya langit terlihat cerah. Tapi, Tifa tidak datang. Begitupun pada hari-hari berikutnya.

Tifa tidak pernah datang lagi. Jika saja pada hari itu langit tidak cerah. Jika saja pada hari itu hujan datang. Kebakaran itu tidak akan pernah terjadi.

Untuk pertama kalinya dalam hidupku aku sangat benci pada langit cerah.
~☆~☆~☆~
HAIIIIIIIIIIIIIII
APAKABBS
#ngomongsamatembok
#authorcurcol

Terserah kalo ada reader yang mikir nih author rajin amat update padahal yang baca ya diri sendiri... alias gak ada yang baca... yang penting author bisa nyimpenin cerita2 lama author dan kalo author kangen sama masa2 itu author tinggal buka cerita ini dan cari judulnya... masa2 itu memang sangat membuat rindu *apasih

Pokoknya author niat nerbitin cerita ini di wp ya karena suatu waktu kalo kangen dan pengen baca diri lama author (ekyaa) author bisa baca di sini dengan aman mudah dan nyaman... dan yang paling penting gak perlu bayar :v
Ah sudahlah

Review eps depan.
romance(karena authorsuka nulis romance)

-Kilau

Seperti apa jatuh cinta secara dewasa itu? Tidak menuntut berlebihan? Menerima apa adanya? Aku tidak tahu, yang aku tahu hanya... aku mencintaimu

FRASATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang