[ROMANCE FANTASY] Hazzy moon

167 8 0
                                        



“Ku mohon! Jangan lakukan itu… demi aku, untuk hidupku. Ayah!” Chiyo berlutut di depan ayahnya yang memegang pedang suci dan mengarahkannya pada siluman rubah yang terkulai lemah di depannya.

“Apa lagi yang kau pikirkan? Kita harus segera membunuhnya, dia sudah membuat banyak keributan di daerah sekitar kuil. Kenapa kau membelanya? Kau adalah seorang miko! Kau adalah gadis milik kuil, untuk apa membela siluman rubah sepertinya. Dia pantas untuk mati,” teriak Pendeta kuil.

“Dia tidak jahat, orang-orang lah yang sudah mengganggunya. Dia tidak pernah berniat membuat keributan,” ujar Chiyo.

“Kau tidak bisa menentang hukum yang sudah di tetapkan oleh dewa,” ujar pendeta kuil semakin mendekatkan pedang suci itu hingga menempel di kulit siluman rubah itu.

Ujung pedang itu menggores kulit pucatnya membiarkan setetes darah merembes keluar. Chiyo menatap Haru, siluman rubah yang telah  menyelamatkan nyawanya berkali-kali. Haru tidak jahat, dia tidak perlu di bunuh.

“Hentikan!” teriak Chiyo.

Matanya memerah menahan amarah, ayahnya sudah keterlaluan. Dewa tidak pernah menyuruh untuk saling membunuh sesama makhluk hidup, ayahnya seorang pendeta kuil dan seharusnya tahu tentang hal itu.

“Dia sudah membunuh,” ucap ayahnya dingin semakin merapatkan ujung pedang itu pada Haru.

Haru mengeram kesakitan, wujud aslinya sebagai seekor siluman rubah semakin terlihat. Chiyo tidak tahan melihat Haru menderita, dengan cepat dia menampik pedang yang dipegang oleh ayahnya itu dengan tangannya.

“Apa yang kau lakukan!” teriak ayahnya marah.

“Haru tidak jahat dan dia bukan pembunuh! Dewa tidak pernah memerintahkan untuk membunuhnya, ayah tidak perlu membodohiku lagi! Jika Haru mati, maka aku akan menyusulnya,” teriak Chiyo sambil berlari pergi meninggalkan ayahnya yang hanya menatap kaget.

-00-

Chiyo menatap tubuh Haru yang lemah tak berdaya di depannya tertidur di atas tumpukan jerami. Dia tidak mungkin membiarkan Haru mati, Haru sudah menyelamatkan nyawanya beberapa kali. Meskipun bersikap sombong dan menyebalkan tapi Haru tidak jahat.

“Ermmm,” eram Haru kesakitan.

Chiyo duduk di sebelahnya kemudian mengompres dahi Haru dan membersihkan lukanya, dia sudah jatuh hati pada Haru. Jauh sebelum Haru menjadi liar dan membunuh orang-orang, di balik itu semua, Chiyo yakin Haru memiliki alasan.

Bagi Chiyo, Haru adalah satu-satunya yang mengerti dirinya. Chiyo berdiri hendak mengganti kain kompres yang menghangat, tiba-tiba saja tangannya di tahan oleh Haru membuatnya berhenti.

“Sayuri,” gumam Haru.

Chiyo tertegun, Sayuri? Chiyo mengenalnya, dia adalah kitsune yang di bunuh beberapa bulan yang lalu akibat berpura-pura menjadi seorang wanita dan menggoda para pedagang yang lewat. Apakah Haru marah karena itu? kalau begitu, bukankah Chiyo sendiri tidak pantas untuk merawat dan membela Haru sekarang? Karena, Chiyo adalah salah satu dari miko yang membantu pendeta kuil untuk membunuh Sayuri.

Chiyo sudah membuat Haru menjadi monster, dia melepaskan kain kompresnya membiarkannya jatuh di lantai begitu saja. Dia harus mencari pendeta untuk menebus kesalahannya.
-00-

“Kenapa aku di lepaskan? Bukankah seharusnya kalian membunuhku?” tanya Haru bingung.

“Kau sudah bebas, hanya itu yang ingin ku katakan. Silahkan pergi dari sini,” ucap pendeta dengan wajah murungnya.

“Jelaskan padaku! Kenapa aku bisa bebas?” tanya Haru bingung.

Pendeta membalik badannya menahan air mata, Kanushi mengantar Haru ke luar dari kuil. Sebelum Kanushi benar-benar pergi, Haru menarik lengannya menuntut penjelasan.

“Salah satu miko putri kesayangan pendeta kuil, Chiyo telah mengorbankan dirinya. Dia memberikan raganya dan menyerahkan jiwanya pada dewa bumi sebagai penebusan dosa. Kau akan mengerti jika kau pergi ke belakang kuil utama,” ujar kanushi dengan wajah murung.

“Chiyo?” gumam Haru pelan hampir tidak terdengar.

Tanpa menunggu lagi, Haru pergi ke tempat yang di sebutkan oleh kanushi dan mendapati Chiyo yang duduk bersila di dalam kuil. Haru menyelinap memasuki kuil dan mendekati Chiyo.

“Chiyo?” panggil Haru.

Tidak ada sahutan, Haru berjalan semakin mendekat dan menyadari jika apa yang ada di depannya ini bukanlah Chiyo. Tubuh milik Chiyo ini telah berisi jiwa orang lain yakni dewa bumi.

“Kau cukup beruntung di cintai oleh gadis sepertinya,” ujar dewa bumi.

“Apa yang kau lakukan pada tubuh Chiyo?” tanya Haru gemetar.

“Dia mengorbankan raganya demi menebus dosa yang bahkan tidak dia lakukan. Dia bilang kau membunuh orang-orang karena Chiyo sudah membunuh kitsune lain yaitu Sayuri. Karena itu, untuk menebus nyawamu dan dosamu dia menyerahkan dirinya,” ujar Haru.

“Sayuri?” ulang Haru tidak mengerti.

“Dan dia menitipkan maaf untukmu karena dia tidak tahu kalau kau dan Sayuri sangat dekat,” lanjut dewa bumi.

Haru terduduk lemas.

“Gadis bodoh! Satu-satunya alasan aku membunuh orang-orang adalah karena mereka menggoda Sayuri! Sayuri yang waktu itu sedang menyamar menjadi Chiyo, aku yang salah! Jika aku tahu kalau itu bukan Chiyo… jika saja aku sadar lebih cepat! Kembalikan tubuh Chiyo dan bangunkan jiwanya sekarang!” ujar Haru.

“Sayang sekali, sudah terlambat untuk melakukannya. Ah! Dan dia juga mengatakan kalau dia selalu mencintaimu.”

Haru meremas jubahnya semakin erat. Rasa-rasanya dia ingin menyusul Chiyo saja. Satu-satunya orang yang percaya dan mau merawat Haru dengan tulus, dia akan kehilangan sosok itu selamanya bersama dengan gugurnya kelopak sakura.

Chiyo tidak akan mati. Dia tetap hidup dengan jiwa yang tertidur di dalam tubuh dewa bumi dan membiarkan Haru melanjutkan hidupnya, karena perasaan cinta yang dia miliki untuk Haru sungguh lebih besar dari pada rasa ingin memilikinya.

Hazzy moon-
-☆☆-
Halo 🙆🙆 author kembali wqwq
Karena mager buat update wtpad dalam jangka lamaaaaaaaa ku jadi syedi. Maafkan author wahai para reader tercinta. Setelah ini author akan jadi lebih rajin 😔😔

Untuk part selanjutnya
Romance [masih bertahan dengan romance. Romansa adalah intisari kehidupan!! Hahahah] apaansi_-

-Hari Pernikahan

Dia adalah gadis yang aku cintai dalam waktu yang sangat lama, dan sekaranglah final dari semuanya berada.

FRASATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang