Aku sudah hidup lebih dari dua abad. Aku sudah melihat berbagai macam perubahan didunia. Aku sudah mengenal berbagai tipe manusia. Dan aku ingin mengakhirinya.
Dalam dunia kami, kehidupan adalah sebuah hukuman. Penderitaan adalah sebuah keharusan. Rasa haus akan sesuatu yang tidak sewajarnya bagi para manusia. Kebencian yang harus kami tanggung. Semua itu adalah balasan yang kami dapatkan semasa kami hidup.
Namaku Marry-jane Mcarthur. Aku terlahir beberapa tahun sebelum perang dunia pertama dimulai, ditengah-tengah keluarga bangsawan yang terpandang dan kaya raya. Pada umurku yang ke duabelas, aku dijodohkan dengan seorang pangeran dari kerajaan tetangga.
Pangeran yang lima tahun lebih tua dariku. Aku pikir pernikahan akan menjadi sesuatu yang membahagiakan, tapi aku pikir itu tidak berlaku untukku. Pangeran itu membuangku ke pengasingan setelah tahu aku memiliki bekas luka bakar di punggungku.
Aku memang tidak sengaja melukai punggungku ketika aku masih kecil, tapi itu hanya luka kecil. Dunia terasa sangat kejam bagiku saat itu. Kemudian yang aku pikirkan adalah bagaimana cara agar aku bisa balas dendam kepada pangeran keji dan seluruh kerajaannya, agar aku bisa balas dendam kepada keluarga yang telah menjualku untuk harta yang bisa mereka dapatkan.
Saat umurku tujuh belas tahun, pemberontakan mulai terjadi. kerajaan-kerajaan kecil mulai membentuk pasukan besar dan mulai mengadakan perlawanan. Saat itulah awal dari perang dunia pertama terjadi.
Karena semua orang sibuk menangani pemberontakan-pemberontakan yang terjadi, aku berhasil kabur dan meloloskan diri. Aku berlari kehutan saat hari mulai gelap, aku tidak peduli dengan ranting-ranting pohon yang menggores seluruh tubuhku. Aku tidak peduli dengan kerikil tajam yang melukai telapak kakiku. Yang aku lakukan saat itu hanyalah lari-lari dan lari.
Itulah pertama kalinya aku bertemu dengan Tarrent. Dia menawarkan aku segalanya, kekuatan, kekayaan, kekuasaan, kecerdasan, dan kehidupan abadi. Hanya satu yang tidak dia katakan saat itu, dia tidak bilang padaku jika semua itu berada dalam satu paket yang sama dengan penderitaan seumur hidup.
Hanya dengan iming-iming seperti itu aku mengambil tawarannya. Aku menyerahkan milikku dan membiarkannya mengambil inti sari kehidupanku. Sebagai gantinya, aku bisa hidup sampai sekarang. Dan dengan tanganku ini, aku telah mengambil nyawa orang-orang yang membuat hidupku hancur. Pangeran. Keluarga Mcarthur. Aku terjebak dalam tubuhku yang berumur tujuhbelas ini selamanya. Sampai saat ini.
-00-
“Marry? Kau disana?” panggil Tarrent.
“Ya,” jawabku.
Kami selalu berpindah tempat dengan berbagai macam identitas yang selalu berubah-ubah. Terakhir kali kami tinggal disini adalah berpuluh tahun yang lalu. Saat itu kami tinggal dikota yang dijatuhi bom atom. Padahal kami baru saja pindah selama dua hari, karena hal itu kami harus pindah lagi. Dan dua hari yang lalu aku dan orangtua palsuku kembali kesini. Hiroshima, Japan.
“Kami baru saja mengambilnya, masih segar. Kau harus makan,” ucap Tarrent.
Aku mengambil satu cawan darah segar yang berada diatas meja. Kami adalah vampire, kami minum darah. Tapi yang kami minum selama ini, semuanya adalah darah binatang. Terakhir kali aku meminum darah manusia adalah darah milik pangeran keji itu berabad yang lalu.
“Dimana Scheryl?” tanyaku pada Tarrent.
“Berjalan-jalan? Dia menyukai bunga Cherry,” jawab Tarrent.
Saat ini memang sedang musim semi. Bunga-bunga sakura memenuhi seluruh jalan dan berterbangan diudara. Hari ini juga adalah hari pertamaku pergi sekolah. Kami vampire, tapi kami tidak terbakar oleh sinar matahari, kenapa? Karena kami hanya meminum darah binatang.
KAMU SEDANG MEMBACA
FRASA
Short StorySelalu terselip kisah disetiap masa.. Kumpulan kisah romansa dari berbagai masa dan dunia. Saya nulis karena saya suka.. 😊
