Chapter 2 _ Please Stop Time

4.9K 577 32
                                        

Vote nya dulu dong!!!

.

.

The days that pass us by

Sometimes, even little tiny things make me want to cry

Siang itu, Jungkook menghabiskan waktu istirahat dengan mendekam di ruang pribadinya. Menatap dalam selembar kertas usang dengan tulisan yang indah, baginya. Sebuah surat yang tidak bisa dikatakan surat, karena hanya ada sebait kalimat yang tertulis di sana.

' Oppa! Terima kasih telah membuat kenangan indah hari ini bersamaku '

Jungkook tersenyum tipis. Surat itu ia dapatkan setelah mengunjungi taman bermain ketika libur natal. Dia ingat dengan jelas bagaimana gadisnya tersenyum malu ketika turun dari motor saat ia mengantar pulang. Dengan wajah bersemu, gadis itu mengulurkan lipatan kertas padanya.

Saat itu, Jungkook menerima dengan kening berkerut bingung dan berniat bertanya. Namun terlupakan saat gadisnya maju selangkah dan dengan cepat mengecup pipi kirinya sebelum berlari memasuki rumah. Dia bahkan heran, kapan gadisnya itu menulis surat tersebut. Tapi dia tetap senang mendapatkannya.

Dan satu hal yang tak akan pernah ia lupakan. Kim Yerim memanggilnya 'oppa' untuk pertama dan terakhir kalinya. Dia sangat bahagia, karena dia orang ke dua yang gadis itu panggil dengan sebutan 'oppa' setelah Kim Myungsoo. Itu artinya, dia adalah orang yang spesial di hidup Yeri bukan.

Tok tok tok

Jungkook mengalihkan pandangannya pada pintu ruangan itu. Melihat Minhyun masuk dengan membawa satu kantung plastik yang diyakininya berisi makanan. Sudah menjadi hal yang biasa, jika Jungkook absen untuk pergi ke kantin. Dan sang sekretaris yang akan memesan makanan dan mengantarkannya pada lelaki itu.

Minhyun menghampiri meja kerja sang atasan, meletakkan bungkusan berisi makanan tersebut dihadapan Jungkook. Beranjak duduk pada kursi di depan meja atasannya, tanpa bersuara.

" Terima kasih " Ujar Jungkook singkat. Minhyun hanya mengangguk, dan memberi isyarat pada bos nya untuk segera memakan makan siangnya.

" Minggu depan para pekerja magang akan mulai bekerja, mau ku carikan assistent? " Tanya Minhyun. Jungkook yang masih sibuk mengeluarkan makanan dari kantung plastik hanya menggeleng. Minhyun kembali mengangguk dan memilih diam memainkan ponselnya sementara menunggu atasannya selesai makan.

" Memang berapa orang pekerja magang kali ini? " Tanya Jungkook di sela makannya.

" Tujuh! " Jawab Minhyun. " Sebenarnya hanya ada enam orang yang lolos interview bulan lalu, tapi Manager Kim dari tim design merekomendasikan seseorang. Salah satu lulusan terbaik dari Universitas Tokyo tahun ini. "

Jungkook mengernyit heran. Sejauh pengetahuannya, Manager Kim adalah seseorang yang paling sulit untuk di dekati. Dia ingat bagaimana keributan yang wanita berusia tiga puluh tigs tahun itu buat ketika pertama kali bergabung dengan perusahaan. Merombak seluruh divisi design karena menurutnya tidak ada satupun yang sesuai penempatannya. Alhasil, beberapa harus rela turun pangkat dan yang lain harus memulai bekerja lebih keras karena harus mengulang dari awal.

Dan mendengar bahwa Manager itu merekomendasikan seseorang, itu terdengar seperti lelucon untuknya. Wanita itu bahkan tak pernah puas dengan hasil kerjanya sendiri, selalu memiliki bagian cacat meski orang lain memandangnya sempurna. Dan sekarang, jika wanita itu berani merekomendasikan seseorang mungkin orang itu memiliki kemampuan yang bagus. Terlebih seorang mahasiswa yang baru lulus.

" Siapa orang itu? "

" Aku lupa namanya! Tapi jika tak salah ingat dia seorang gadis berusia dua puluh tiga tahun, cukup cantik, pekerja keras dan tentu saja single... " Jelas Minhyun.

ETERNAL (2) || √Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang