Chapter 15 _ Come Be My Lady

4.2K 443 20
                                        

Sejujurnya aku udah kehilangan feel sama ff ini dari lama, tapi aku paksain lanjut. Semoga gak terlalu absurd...

Jangan lupa bintangnya!!!

.

.

Dalam cengkeraman lembut Jungkook pada lengannya, Yeri bergetar. Gadis itu terlalu takut menghadapi situasi yang tak pernah ia inginkan untuk terjadi. Dia tidak salah, tapi semua mata yang berdiri di sana dan melihat mereka tentu memiliki asumsi tersendiri. Termasuk Jungkook yang bahkan tatapannya saja tak bisa Yeri baca.

Apakah lelaki itu marah padanya? Atau kecewa karena ia bersikap bar-bar meski sebenarnya itu tidak terjadi. Dan tanpa sadar, air mata telah mengalir bebas dari sudut matanya yang memerah.

" Kenapa kau pergi? " Pertanyaan lembut dari Jungkook itu semakin membuat Yeri kalut. Gadis itu menunduk dalam dengan air mata yang semakin deras. Yeri benci dirinya yang seperti ini, terlalu lemah dan cengeng – juga pengecut.

" Pak! Dia mendorong saya hingga terjatuh " Yejin kembali bersuara. Wanita itu telah keluar dari lift di bantu salah satu karyawan perempuan yang tadi ikut berdiri di depan lift.

" Kau baik-baik saja? " Tak mengindahkan ucapan Yejin, Jungkook kembali bertanya dengan lembut pada Yeri. Lelaki itu telah membawa telapak tangannya untuk menangkup sisi wajah Yeri, mengusap air mata gadis itu lembut.

" Pak! Saya yang terluka di sini " Pekik Yejin protes mendapati sikap Jungkook yang acuh padanya.

" Tidak ingin menjawab, Yeri?! " Masih dengan nada lembutnya, lelaki itu menurunkan tepak tangan kanannya. Menyusuri rahang serta leher gadisnya yang tampak memerah akibat cekikan Yejin tadi. Sementara tangan kirinya naik, mengusap pelan surai hitam milik Yeri yang tetap diam tak menjawab.

" Rambutmu sangat berantakan dan kusut... " Seru Jungkook dengan suara keras hingga mampu di dengar oleh semua orang yang berada di sana. " Kedua sisi rahang dan lehermu juga memerah seperti bekas cekikan.. " Ujarnya lagi masih dengan fokus pada gadis di depannya. Menatap lembut, khawatir juga ada kilat kemarahan dari lelaki itu. Dan detik berikutnya, Jungkook telah mengarahkan tatapan tajamnya pada Yejin yang berdiri tak jauh dari pintu lift.

" Dilihat dari manapun, keadaan Yeri jauh lebih kacau dari dirimu nona Han. Dan siapapun bisa menebak, siapa korban dalam kejadian ini " Desis Jungkook tajam. Lelaki itu mengalihkan pandangannya pada kepala keamanan yang kebetulan ikut dalam rombongan tadi.

" Aku ingin rekaman cctv untuk kejadian ini sudah berada di mejaku setelah makan siang " Kalimat bernada perintah itu mengakhiri percakapannya, sebelum melangkah cepat meninggalkan rombongan para petinggi dengan menarik lembut tangan gadisnya.

Sialnya Yejin memang melupakan cctv yang terpasang di dalam lift

" Nona Han! Bersiaplah untuk hasil terburuk " Ujar seorang wanita paruh baya yang merupakan salah satu petinggi di perusahaan tersebut. Yejin yang masih terpaku dengan kepergian Jungkook, sedikit tersentak saat mendengar kalimat ejekan itu. Wanita itu beralih menatap sang presdir yang juga berada di sana, menatap dirinya tegas – tipikal pemimpin.

" Presdir... " Lirih Yejin dengan tatapan memohon.

" Itu bukan lagi kewenangan saya, nona Han. Jika anda terbukti melakukan penganiayaan terhadap nona Kim, anda tahu keputusan seperti apa yang akan anda hadapi nanti "

.

.

Jungkook membawa Yeri ke rumah sederhana yang selalu ia tempati selama ini. Merangkul gadis yang masih terdiam itu ke dalam kamarnya. Dengan pelan, lelaki itu menuntun Yeri untuk duduk di tepi ranjang.

ETERNAL (2) || √Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang