Votenya ya...
Update lagi mumpung libur!!! Judul ga nyambung mohon maklum!!!
Ps. Tolong abaikan dan maklumi apapun yang ga masuk akal di cerita ini. Namanya juga fiksi, apapun bisa lah. Yang ga masuk akal sekalipun di masuk-masukin aja.
Happy Reading!!!
.
.
Jaehyun menatap datar sahabatnya yang tak henti tersenyum sejak kedatangannya dua jam yang lalu. Sabtu malam yang seharusnya ia habiskan bersama sang kekasih, terpaksa ia lewatkan untuk menemani teman baiknya. Mendengar keluh kesah lelaki itu yang nyatanya semakin membuatnya geram.
Jeon Jungkook! Lelaki bertampang bodoh itu tengah berdiri di teras rumahnya dengan sebuah buku dalam genggaman. Memejamkan mata sembari menciumi benda itu dengan wajah bahagia.
Jaehyun sudah mendengar kisah di balik buku tersebut dan perubahan sosok sahabatnya yang membuatnya semakin miris. Apa karena terlalu lama terpuruk akan masa lalu membuat sahabatnya itu mengalami gangguan otak?!. Bukannya tidak senang melihat Jungkook bisa kembali tersenyum bahagia. Hanya saja, cerita lelaki itu terdengar sangat tidak masuk akal.
" Kau tertarik mengunjungi psikolog?! " Ucap Jaehyun datar. Ia hanya takut sahabatnya itu semakin tidak bisa mengendalikan diri.
Jungkook menoleh, mengernyit heran dengan pertanyaan berbalut pernyataan dari Jaehyun. Lelaki itu berjalan menghampiri sahabatnya yang terduduk di bangku taman, tak jauh dari tempatnya berdiri. Mendudukkan dirinya di samping Jaehyun dengan wajah yang kembali ceria.
" Untuk apa menemui Psikolog? " Tanya Jungkook heran. Disampingnya, Jaehyun mendesah kasar.
" Kau sadar apa yang kau katakan tadi tidak mungkin terjadi bukan! " Ujar Jaehyun serius.
Ditempatnya, Jungkook mendengus. Lelaki itu menyandarkan punggungnya pada bangku taman. Memandang langit malam musim gugur yang semakin dingin dengan mendekatnya musim salju. Ia menghela nafas dalam sebelum mengalihkan tatapan pada buku di pangkuannya.
" Jadi kau menganggapku gila! " Sahutnya datar.
Jaehyun memijit keningnya, bingung bagaimana harus menjelaskan maksudnya pada Jungkook. Lelaki itu ikut menghempaskan punggungnya pada sandaran kursi dan memejamkan mata sejenak. Mengambil nafas dalam dan beralih menatap sahabatnya.
" Kau mendekap tubuh kaku Yeri selama satu jam Jungkook, kau lupa?! " Ujar Jaehyun pelan. Dengan ingatan yang melayang pada kejadian beberapa tahun lalu di rumah sakit.
" Tubuhnya memang dingin, tapi sama sekali tidak kaku " Sahut Jungkook lirih.
Keduanya terdiam. Sibuk dengan pemikiran masing-masing, tentang satu masalah yang tak pernah absen mereka bicarakan. Sekeras apapun mereka berusaha membuat Jungkook sadar bahwa harapan lelaki itu sangat mustahil. Nyatanya tak membuat lelaki berparas tampan dengan kesuksesan di usia muda itu mengerti.
Untuk apa dia menunggu seseorang yang tak mungin kembali. Untuk siapa dia membuktikan kesetiaannya menjaga hati, disaat si pemilik telah pergi. Untuk apa ia bertahan pada sesuatu yang mustahil untuk kembali.
" Lalu kau pikir tubuh itu bisa hidup lagi setelah empat jam tanpa nafas?! Tanpa detak jantung?! " Gertak Jaehyun menahan kesal. " Pakai logikamu Jung! Kenapa begitu sulit membuatmu mengerti bahwa Kim Yeri telah mati " Lanjutnya membentak.
Jaehyun bangkit dari duduknya dan melangkah cepat keluar gerbang rumah sederhana itu. Memasuki mobil dengan bantingan keras saat menutup pintu sebelum melaju dengan cukup kencang meninggalkan perumahan tersebut.
KAMU SEDANG MEMBACA
ETERNAL (2) || √
Fiksi Penggemar[ COMPLETE ] Read first 'Tomorrow Will Surely Come' - then enjoy this story!! . . No matter how many times this season comes around I swear that my love won't change Waktu tidak pernah mempermainkanmu! Dia ( sang waktu ) hanya sedang mengujimu. Senj...
