chapter 3

11.6K 674 16
                                        

Sasuke pov

Aku berlari dengan cepat kearah rumah sakura saat mendengar berita yang tidak ingin kedengar. Sungguh aku sangat takut sakura tidak ada dirumah aku berharap dia yang membukakakn pintu rumahnya untukku.

Aku terus berlari dengan pikiran yang kacau. Jika sakura tidak ada dirumahnya aku akan benci pada diriku sendiri, sekarang aku tau bahwa sakura adalah seseorang yang sangat penting bagiku.

"SAKURA.. "

Dengan cepat aku membuka pintu rumah sakura saat sampai dirumahnya, semua orang sekarang terlihat sangat khawatir bahkan ada yang menangis.

Aku berjalan memasuki rumah sakura melihat sekelilingku mencari seseorang yang sangat ingin kulihat sekarang sedang tersenyum tersenyum kearahku.

"Dimana sakura.? "

Tanyaku entah kesiapa Yang membuat semua orang menatapku. Shikamaru yang berada paling dekat denganku berjalan menghampiriku dan memegang pundakku ia kemudian menggeleng.

"Kami belum mendapat kabar dan sakura juga belum kembali kemungkinan besar berita itu benar. "

"APA KAU AKAN PERCAYA DENGAN BERITA ITU"

"Itu hanya pendapatku sasuke. Aku tau sekarang kau sedang sangat khawatir tapi kau juga harus siap menerima berita jika sakura benar telah meninggal."

"Brengsek kau, jangan sekali-kali kau mengatakan hal itu atau aku akan membunuhmu.!! "

"Heeii.. Sudahlah sasuke. "

Cegah ino saat melihatku sedang memegang kerah baju shikamaru.  Sunggu sekarang aku sangat emosi mendengar perkataan shikamaru.

"Aku hanya memberitahumu sasuke. "

Setelah mengatakan itu shikamaru berjalan meninggalkanku sambil menepuk-nepuk pundakku sekilas kemudian berjalan menjauh.

Aku hanya dapat berdecak kesal kemudian mengacak rambutnya dengan gusar. Kemudian berjalan keluar rumah sakura aku terus berjalan tanpa sadar aku air mataku menetes jatuh ketanah yang sedang kupijak sekarang. Sakura kumohon kembalilah jangan buat aku seperti ini, apa kau sedang balas dendam.? Jika benar, kau sudah berhasil sakura  sekarang kau membuatku menderita.

End sasuke pov
.
.
.
.
Kakashi berdiri diatas pohon sambil menatap prihatin sasuke yang duduk bersandar pada kayu besar yang tertancap diatas tanah Tempat latihan tim tujuh. Sekarang sasuke terlihat sangat frustasi.

Sasuke menundukkan kepalanya dalam-dalam yang ada dipikirannya sekarang hanyalah sakura ia tidak dapat menerima jika gadisnya itu pergi meninggalkannya. Ia sempat berfikir akan melamarnya namun semuanya sudah terlambat. Sasuke tanpa sadar kakashi sudah berada berdiri disampingnya memandangnya prihatin.

"Yooo.. "

Sapa kakashi pada sasuke . Sasuke yang mendengar mendongakkan kepalanya dengan malas ia hanya menatap sekilas kakashi yang berdiri disampingnya kemudian kembali menundukkan kepalanya.

"Kau tak mau kerumah sakura.? "

"Hn"jawab sasuke singkat pada kakashi yang mendudukkan dirinya disamping sasuke

"Apa kau tidak khawatir dengannya"

"Aku sangat khawatir sensei"akhirnya sasuke berbicara ia tak bisa lagi menyembunyikan perasaannya ia butuh seseorang yang menjadi tempatnya untuk berbagi.

"Aku tau itu sasuke, aku sudah mengenalmu. "

"Sensei ini salahku, salahku hingga sakura bisa seperti ini. "

"Ini bukan salahmu, ini adalah takdir kau tak harus menyalahkan dirimu"

"Aku takut sensei. Aku tak mau kehilangannya"Tangis sasuke pecah saat mencurahkan isi hatinya.

"Aku tau... Aku tau sasuke, kau harus berfikir positif. Kita masih punya harapan. Sebaiknya kita kerumah sakura untuk mengetahui kabar terbarunya. "

Ucap kakashi menepuk pundak sasuke kemudian berdiri dan mengulurkan tangannya pada sasuke.

Sasuke hanya menatap uluran tangan kakashi sejenak kemudian meraihnya dan ikut berdiri.

"Kau benar sensei. Terima Kasih"

Kakashi tersenyum mendengar sasuke untuk pertama kalinya mengatakan terimah Kasih padanya. Kakashi kembali menepuk pundak sasuke sekilas kemudian berjalan mendahului sasuke dangan tangan yang berada didalam kantong celananya. Kemudian disusul sasuke yang berjalan dibelakangnya denga semangat hidup yang sudah hilang.
.
.
.
.
"Tsunade-sama kami memiliki berita buruk. "
Kata sai yang berdiri didepan pintu kemudian berjalan masuk kedalam rumah sakura disusul oleh naruto dibelakangnya yang berjalan dengan lesuh.

Semua orang menatap sai dan naruto.tsunade yang sedang duduk berdiri kemudian berjalan menghampiri naruto dan sai.

"Apa maksudmu sai.? "

"Kami terlambat tsunade-sama. "

"Bicaralah yang jelas sai aku tidak mengerti. " kata ino kesal pada sai walaupun ia sudah mengerti kearah mana pembicaraan ini.

"Kami minta maaf, kami tidak dapat menemukannya. Dan salah seorang dari desa tersebut mengatakan bahwa ia melihat mayat wanita yang terbawa arus, ia ingin menolongnya tapi karena arusnya terlalu deras hingga ia kehilangan dia yang kami pikir itu adalah sakura... "

"ITU TIDAK MUNGKIN "teriak ino saat mendengar perkataan sai sehingga membuat sai tidak dapat melanjutkan perkataannya.

"Tenanglah ino, biarkan sai menyelesaikan perkataannya.sai lanjutkanlah"shikamaru yang sejak tadi diam kemudian berbicara pada ino yang kelihatan sangat khawatir. Kemudian menatap sai untuk mengintruksikannya untuk kembali berbicara. Sai kemudian mengangguk dan kembli berbicara.

"Ku pikir itu adalah tubuh sakura karena dengan ciri-ciri yang dikatakan oleh orang itu persis dengan ciri-ciri sakura. Dan untuk lebih membuktikannya lagi orang itu menemukan milik sakura. " sai mengambil ikat kepala yang menjadi tanda bahwa ia adalah ninja konoha yang sering sakura pakai. Kemudian menunjukkannya pada semua orang

"ini adalah milik sakura.jadi kita dapat simpulkan bahwa sakura telah meninggal dalam misinya."lanjut sai setelah menunjukkan milik sakura.

Ino yang dari tadi menahan tangisnya akhirnya pecah juga ia terjatuh kelantai sambil menangis, hinata yang hanya diam sesari tadi juga mulai menangis begitu pula dengan tenten. Sedangkan shikamaru menundukkan kepalanya kemudian menutup matanya. Kiba yang sedari tadi berdiri kemudian berjalan kearah ino dan menenangkannya. Tsunade  pun hanya bisa menangis menyesal membiarkan sakura pergi menjalankan misi ini sendirian.

"Sialll"gumam Naruto yang berada dibelakang sai mengepalkan tangannya kemudian berjalan keluar rumah sakura. Ayah sakura yang sedari tadi berdiam dengan cepat menangkap tubuh ibu sakura yang pingsan akibat syok mendengar anaknya telah meninggal.

Kakashi dan sasuke yang baru datang menatap heran semua orang yang berada didalam rumah sakura

"Ada apa ini.? "Kata kakashi pada sai yang berdiri membelakanginya.

"Sakura telah dinyatakan meninggal dalam misinya. "

Deghh

Sasuke membulatkan matanya hatinya seakan terhenti saat mendengar perkataan sai perlahan air matanya mengalir.

"Tidak... Tidak...tidak...ini tidak mungkin terjadi. Aku tidak akan percaya sebelum aku melihat secara langsung mayat sakura. "Kata sasuke entah pada siapa. Kakashi yang melihatnya kemudian menghampiri sasuke dan memegang pundaknya

"Kau harus menerimanya sasuke"

"Ciihh.. Berengsek"sasuke kemudian menyentakkan tangan  yang berada dipundaknya dan berjalan keluar rumah sakura. Sedangkan kakashi hanya menatap sedih muridnya yang berjalan menjauh darinya.

.
.
.
.

Bersambung.....

Yeeiii... Akhirnya update juga. 😄😆

Makasih untuk yang sudah mau membacanya dan memberikan votmennya. 😘🙆💞💖

Sarangheo. 💕💕

Please remember (Complete)✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang