"Yang paling aku suka adalah sasuke-kun"
"Sasuke-kun aku mencintaimu"
"Jangan tinggalkan aku sasuke-kun...kumohon!"
"aku selalu mencintaimu sasuke-kun"
"sasuke-kun kenapa tidak menjawab?"
"Tap...."
"sasuke....."
Tes...Tess...Tesss.....
kedua mata itu perlahan terbuka menampakkan kedua bola mata hitamnya menatap kosong kedepan. Entah sejak kapan ia berdiri disini yang ia ingat hanyalah dirinya yang terjebak hujan saat kembali dari misi bukannya langsung pulang kerumah, ia malah berhenti tepat ditempat dimana ia mengucapkan salam perpisahan pada gadis yang menangisinya saat akan pergi meninggalkan konoha.
ia masih berdiri disana membiarkan hujan membasahi seluruh tubuhnya. untuk kedua kalinya ia kehilangan gadisnya. gadis yang selalu memberikannya senyuman hangat membuat hidup yang ia jalani lebih berwarna namun sekarang apa yang harus ia lakukan? bahkan ia merasa jika dirinya masih berada didunia ini. raganya juga ikut pergi meninggalkan dirinya dalam kesepian.
"Kau bisa sakit jika seperti ini"
Tatapan sasuke yang semula kosong perlahan membulat sempurna tidak peracya akan suara yang baru saja ia dengar. suara yang sangat ia rindukan. Ia pikir ia hanya berkhayal seperti biasanya namun payung yang melindunginya dari hujan membuatnya yakin bahwa ini bukanlah khayalan.
ia tak menyangka bahwa gadisnya kembali setelah 3 tahun tak bertemu. cukup sudah ia menderita selama gadis itu dinyatakan tewas dan saat ia kembali harus merelakan gadis itu pergi. sekarang yang ingin ia lakukan adalah melihat dan memeluk gadis itu
dengan secapt kilat sasuke membalikkan badannya menatap seseorang yang sedang memayunginya itu. Senyum itu, senyum yang selalu ia harapkan sekarang tengah berada dihadapannya.
"Apa yang kau lakukan disini sasuke?"
Perasaan senang yang menghampiri perlahan sirna saat mendengar panggilan dari gadis itu. suaranya tak selembut dulu lagi bahkan senyumnya sedikit memudar. tak ada jawaban yang dapat sasuke utarakan bahkan niat awalnya untuk langsung memeluk gadis itu menghilang tergantikan oleh pandangan kecewa sehingga membuat gadis bernama sakura itu kembali tersenyum paksa setelah menarik nafas dalam-dalam.
"Ahhh... kebetulan kita bertemu disini aku ingin memberikan ini. Dan karena kau tak membawa payung, kau ambil saja payungku ini. kau tau kan aku tak mau benda ini basa. Kalau begitu aku pergi, Jaga dirimu karena aku mengharapkan kehadiranmu ya jaa ne..."
Setelah sakura memberikan paksa payung yang berada ditangannya serta kertas berbentuk kotak itu dengan cepat sakura berbalik dan berlari menjauh menerobos hujan.
Tentu saja melihat hal tersebut membuat sasuke ingin berlari meraih gadisnya menariknya dalam pelukannya namun terhenti saat melihat sang gadis telah bersama orang lain. Berteduh dibawa payung pemuda berambut merah itu. pemuda yang pernah menjadi saingannya dan sekarang ia telah kalah. Ternyata sedari tadi pemuda yang diketahui bernama souma itu berada tak jauh dari mereka menatap dirinya yang menyedihkan.
***
Langkah kaki sasuke perlahan menjauh, seiring langkah kaki sasuke perlahan sakura menoleh kebelakan melihat kepergian sasuke.
souma yang melihatnya mengikuti arah pendang sakura. menghelah nafas dalam-dalam kemudian menepuk pundak sakura.
"kau tidak apa-apa?"
"tentu saja. sebaiknya kita bergegas hujan semakin deras"
dengan cepat sakura membalas perkataan souma serta mengalihkan pembicaraan karena ia yakin jika tidak maka pemuda itu kembali bertanya. ia sangat tau bahwa pemuda itu tak bisa dibohongi dan tak mempercayai perkataannya barusan. Namun sepertinya pengalihan kata sakura di mengerti dengan sangat baik oleh souma. Bahwa ia sedang tak ingin membahasnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Please remember (Complete)✔
Fanfictionsakura dinyatakan tewas dalam misi yang membuat semua orang termasuk sasuke tidak percaya sekaligus sedih akan berita ini. namun setelah beberapa tahun sakura kembali dengan sakura yang baru. ikuti terus ceritanya... ???
