Angin berhembus dengan lembut itu perlahan terasa sangat pelan bagi kedua orang yang saling berpandangan itu. Satu dengan tampang terkejutnya tak tau harus mengatakan apa dan satunya hanya diam dengan raut sedih dibalut sebuah tanda tanya.
"Apa yang telah aku lupakan? "
Kembali gadis berambut gulali itu bertanya. Namun sepertinya sasuke masih terlalu syok dan tak mempercayai sakura yang sekarang duduk bersamanya sekarang ini.
"Apa maksud dari perkataanmu semalam? "
Sungguh apa sekarang sasuke sedang bermimpi? Namun sepertinya tidak karena ini adalah nyata dan sekarang apa yang harus dilakukannya. Sekarang yang terbaik untuk dilakukannya adalah diam.
Ya semalam sakura telah tersadar dan hal pertama yang ia lihat adalah sasuke yang sedang menutup kedua matanya sembari menggenggam erat tangannya yang ditempelkan pada kening sasuke. Sasuke tak mengetahui hal itu dikarenakan dengan cepat sakura menutup matanya kembali berpura-pura tidur. Hingga akhirnya ia mendengar segalah curahan dan kerapuhan pemuda yang dianggap sangat dingin dan tak besahabat itu.
"Jawab aku sasuke! "
Kata sakura kembali saat tak mendapat jawaban dari sasuke. Namun nihil hanya sebua kesunyian yang ia dapatkan. Menutup kedua matanya agar air matanya tak jatuh kebawah dan ia tak tau apa penyebab ia sesedih ini.
"Kumohon jawab aku, apa yang sudah kulupakan, mengapa kau menyuruhku untuk mengingat, dan apa hubunganku denganmu? Hiks.. Jawab sasuke hiks"
Melihat sakura yang menangis putus asa dengan cepat ia menarik gadis itu dalam pelukannya memeluknya erat. Ia tau apa yang dirasakan gadis itu, merasa bersalah, kehilangan, sendiri dan masih banyak lagi yang lebih menyakitkan mungkin dari gadis itu.
Mungkin itulah yang dirasakan oleh sakura saat ini rasa bingung dan takut. Sasuke hanya memeluk sakura hingga tenang. Pulukan yang erat bukan hanya untuk sakura namun untuk dirinya sendiripun.
"Aku tak tau harus memberitahumu atau tidak untuk sekarang sakura, karena aku takut jika kau mengingat semuanya kau akan membenciku dan menjauh tapi aku lebih takut jika kau memandangku sebagai orang asing berpaling keorang lain. Aku belum siap"
"Lalu apa yang harus aku lakukan hiks"
"Bukan aku yang akan mengingatkanmu sakura tapi dirimu sendiri dan kumohon jangan menjauh dariku, jangan membuatku membenci diriku lebih jauh" lirih sasuke tepat di perpotongan leher sakura shingga membuat gadis itu bisa merasakan setiap hembusan nafas yang dilakukan pemuda itu.
Sungguh sekarang kepala sakura sangat sakit memikirkan semuanya, sekelebat bayangan pemuda yang sedang memeluknya itu membuat dirinya ingin berusaha keras untuk mengetahui dirinya yang sebenarnya. Sangking lelahnya sekarang sakura hanya dapat menutup kedua matanya menikmati pelukan sasuke dan terlelap kemudian saat ia bangun semuanya kembali normal seperti dulu.
Merasa kepala sakura yang bertumpuh dipundaknya serta dengkuran halus yang terdengar membuat sasuke sedikit menoleh untuk memastikan keadaan gadis itu.
Tersenyum saat melihat wajah terlelap sakura dengan mulut yang sedikit menganga pertanda bahwa tidurnya sangatlah menyenyak sekarang ditambah dengan sakura yang semakin mengeratkan pelukannya pada sasuke layaknya bantal guling.
Dengan perlahan-lahan sasuke membenarkan posisi sakura kemudian mengangkatnya bridal style. Menatap lama wajah cantik yang sangat ia rindukan sedari dulu, bukan fisiknya yang ia rindukan sekarang tapi sifatnya, sifat sakuranya dulu yang selalu mengejar-ngejar dirinya.
Andai saja ia dapat memutar waktu tentu ia tak akan pernah berfikir untuk meninggalkan gadisnya ia malah akan selalu berada disisinya menjadikannya seorang gadis yang akan melengkapi serta mendampingi hidupnya hingga akhir hayat menjemput.
KAMU SEDANG MEMBACA
Please remember (Complete)✔
Fiksi Penggemarsakura dinyatakan tewas dalam misi yang membuat semua orang termasuk sasuke tidak percaya sekaligus sedih akan berita ini. namun setelah beberapa tahun sakura kembali dengan sakura yang baru. ikuti terus ceritanya... ???
