Akhirnya kami pun tiba di London dan sekarang kami sedang berada di Bandara. Kami tidak dapat berjalan ke pintu keluar karena Directioners sudah banyak yang menunggu Harry.
Tapi, bagaiman bisa Directoners mengetahui kalau Harry akan ke London? Mungkin karena papz yang mengambil foto Harry saat berada di Bandara Amerika.
Semua Directioners berteriak memanggil nama Harry. Ada yang menangis, melompat-lompat, berteriak dan banyak lagi. Selama aku berjalan dengan Harry aku terus menundukkan kepalaku karena papz sudah mulai terlihat. Selama berjalan aku mengambil masker dan kacamataku dan memakainya kembali.
Tiba-tiba Harry berhenti di depan salah satu Directioner yang meminta foto padanya. Dia pun berfoto dengan Directioner tersebut. Aku pun menunggunya. Semakin lama Directioners yang lain semakin berdatangan dan mengerumuni Harry sehingga aku tidak dapat melihatnya lagi.
Tiba-tiba seorang perempuan menabrakku, sepertinya dia adalah Directioner karena aku melihat dia membawa poster 1D.
"Sorry." katanya sambil menudukkan kepalanya
"It's okay.." balasku
"Are u Kendall Jenner?" katanya setengah terkejut
"Yes, I am. Ada apa?" aku pun bingung dengan reaksinya tersebut
"Apa yang kau lakukan dengan Harry! Apa kau merasa belum puas dengan menyakiti hati idola kami? Menyakiti hati Beliebers dan Directioners?! Apa yang sebenarnya kau inginkan? Katakan pada kami! Apa kau tidak puas telah berpacaran dengan Justin, mendekati Niall dan sekarang? Kau berduaan dengan Harry! Dasar b**ch! Go away!" katanya yang tiba-tiba membentakku dan mendorongku.
Aku pun terkejut dam langsung meninggalkan Bandara ini tanpa membalas perkataan wanita itu. Aku mendengar jika Harry terus memanggil namaku tapi aku tidak memperdulikannya. Aku keluar meninggalkan Bandara dan langsung mencari taxi.
-Harry's POV-
Aku melihat Kenny sedang berbicara dengan seorang perempuan yang aku yakini adalah Directioners. Perempuan itu sepertinya membentak Kenny. Aku ingin melihat apa yang terjadi dengan Kenny tetapi Directioners semakin banyak yang datang dan mengerumuniku.
Aku melihat Kenny meninggalkan perempuan itu dan keluar dari Bandara.
"Kenny!"
Aku berteriak memanggil namanya tetapi sia-sia, dia telah pergi jauh. Apa yang perempuan itu katakan sehingga Kenny pergi meninggalkannya?
Aku berusaha mencoba menghubunginya tetapi tidak diangkat. Aku ingin menemuinya dan mendengarkan semua penjelasannya. Aku pun menghubungi Gigi dan menanyakan dimana alamat rumah Kenny.
-Kendall's POV-
"Anybody home?" kataku sambil memasuki rumah yang sangat sepi.
Aku pun langsung menuju kamarku dan meletakkan koperku di samping ku. Aku merebahkan tubuhku dan memejamkan mataku. Aku sangat amat lelah.
Tiba-tiba ada seseorang yang mengetuk pintu rumahku.
"Aku baru saja merebahkan tubuhku dan sekarang ada yang menggangguku. Biarkan saja, mungkin itu Mom dan Dad." kataku sambil memejamkan mataku kembali
Tetapi suara ketukan dari pintu semakin kuat dan membuatku tidak bisa tidur. Aku pun akhirnya turun.
"Tunggu sebentar!" teriakku dari dalam rumah
Aku pun membuka pintu dan dihadapanku ada Harry. Aku terkejut dan tidak menyangka dia ada disini. Darimana dia bisa mengetahui rumahku?
"Hey! Tadi kau berjanji ingin menceritakan semuanya, tapi mengapa kau langsung pergi meninggalkanku?" katanya yang langsung mengomel
"Bagaimana bisa kau mengetahui rumahku?" tanyaku kebingungan
"Itu tidak penting. Intinya sekarang aku sudah berada disini dan kau harus menceritakan semuanya."
"Ok. Kau harus masuk dulu."
Dan dia mulai melangkahkan kakinya menuju ruang tamu dan mendudukan dirinya di salah satu sofa yang ada di ruang tamu.
"Aku akan memasak makanan untukmu terlebih dulu, karena aku yakin kau pasti belum makan."
"Tidak perlu, Ken. Aku masih belum lapar sekarang."
"Bohong! Kau saja telat bangun dan aku yakin kau pasti buru-buru dan kau tidak sempat untuk makan. Jadi kau harus menuruti perintahku karena aku tidak ingin kau sakit. Kau tunggu disini aku akan membuatkan sesuatu untukmu."
Aku pun pergi ke dapur dan meninggalkannya di ruang tamu. Aku tidak tau ingin memasak apa untuk Harry karena di dalam lemari kabinet hanya ada mie. Aku pun memutuskan untuk membuat spaghetti.
Setelah beberapa menit aku memasak spaghetti, aku menghampirinya di ruang tamu sambil membawa sepiring spaghetti dan segelas air putih.
"Maaf menunggu lama." kataku dan meletakkan bawaanku di atas meja
"Hanya ada mie yang tersedia di dalam lemari kabinet jadi aku memutuskan untuk membuat spaghetti saja. Maaf jika kau tidak menyukainya."
Harry pun mengambil garpu yang ada di piring dan memakan masakan ku.
"Ini enak. Kan aku sudah bilang tadi kalau aku belum terlalu lapar." katanya sambil melanjutkan memakan masakanku
"Kau berbohong. Aku tau kalau kau sedang lapar. Wajahmu tidak bisa berbohong. Nanti kalau kau sakit semua Directioners dan orangtuamu pasti sedih. Kau jangan sering-sering seperti ini, kau harus makan walaupun itu hanya roti. Jangan menjadi kebiasaan untuk tidak makan." kataku menasehatinya
"Kau sangat cerewet." katanya sambil tertawa
"Harry! Aku lagi serius dan kau malah menertawakanku." kataku sambil membuang muka
"Ngambek? Sorry.. Kau tau, kau sangat jelek saat sedang mengambek seperti ini. Baiklah, aku akan menuruti nasihatmu dan aku tidak akan telat untuk makan lagi." katanya sambil menarik wajahku
"Janji?" kataku sambil menjulurkan kelingkingku
"Janji." katanya sambil menyilangkan jari kelingkingnya di kelingkingku
"Good. Sekarang kau harus menghabisikan spaghetti nya."
"Ok. Btw, aku mau mencari apartment setelah ini. Kau mau ikut?"
"Kau tidak perlu mencari apartment, kau bisa tinggal disini selama yang kau mau."
"Tidak perlu, Ken. Aku tidak ingin merepotkan mu dan keluargamu."
"Kami tidak akan merasa repot. Lagi pula Mom dan Dad pasti senang kalau kamu ada disini."
"Tidak usah, Ken."
"Kau tidak usah menolak lagi. Kau tinggal disini saja untuk sementara. Aku akan menyiapkan kamar untukmu."
Aku mengambil kopernya dan membawanya ke kamar kosong di samping kamarku yang berada di lantai 2.
•••
Maaf ya kalau udah jarang post:) aku kasih langsung 2 chapter yaa, tapi jangan lupa:
VOMMENTS GUYS🌹
SEE U IN THE NEXT CHAPTER💘
KAMU SEDANG MEMBACA
UNEXPECTED // h.s
FanfictionAku seorang gadis yang bermimpi suatu hari bertemu dengan idolaku dan menjalin hubungan dengannya. Aku masih bermimpi dan berharap bisa bertemu dengan mereka. Sampai suatu saat aku bertemu dengan idolaku dan menjalin hubungan dengannya. Betapa bah...
