14.

717 116 42
                                    

"pak Jiyongnya masih sibuk!"

Resepsionis itu berkata ketus. Sudah setengah jam Jisoo berdiri di lobby kantor papanya. Pak satpam sedari tadi sibuk mengawasinya, mau mengusirnya tapi Jisoo belum terlalu beringas jadi ya satpamnya ngawasin dari jauh.

Waktu ditanya dia ada urusan apa sama Bos dari perusahaan besar ini, Jisoo jawab kalau dia pengen ketemu papanya dan jawaban itu hanya ditertawakan mbak-mbak resepsionis itu.

Sekolah dipulangkan lebih cepat karena ada rapat. Dia tadi pulang nebeng Bobby, kebetulan karna Mino juga udah lama gak klayapan sama gengnya. Jisoo udah diajak, tapi dia gak mau. Dia pengen pulang ke apart aja. Eh mendadak tadi malah dia pengen ketemu Jiyong.

Bobby iya-iya aja disuruh ngojek in Jisoo, sebagai sahabat yang baik saling membantu.

Jadi disinilah ia sekarang, di kantor papanya. Lagian mama Dara lagi sibuk ngurusin bisnisnya, apart pasti sepi. Jisoo tadi udah pamit lewat hp nya bobby, dia kalau sekolah jarang bawa hp. Maklum ya anak IPA fokus belajar.

Jisoo cemberut dan balik duduk di sofa yang disediain, dia mau telpon papanya tapi lupa nomornya. Malah yang ia ingat nomor hp.nya si kelinci bobby.

Udah lewat jam makan siang, mana dia mau pulang tapi bingung gimana. Duit jajannya abis tadi buat nraktir Jennie sama Bobby. Dia emang udah aga lama sih di kota ini. Tapi dari dulu mamanya gak pernah biarin dia pergi kemana-mana sendirian jadi ya dia takut tersesat.

Tiba-tiba ada rombongan orang yang keluar dari lift VIP.

Jisoo segera bangkit tapi sayang tingkahnya udah diawasin pak satpam.

"Dek maaf adek harus pergi,!!" Pak satpam menghalangi langkah Jisoo.

Jisoo kaget dan dia mencoba berontak terus. Jiyong masih berada di area lobby karena dia lagi mengantar salah satu klien pentingnya.

Pak satpam yang sudah bekerja lama di sini pun sekuat tenaga mati-matian menghalangi Jisoo. Sudah rahasia umum di perusahaan ini Bos mereka gak suka kerusuhan, sekecil apapun itu Jiyong tidak menyukainya.

"PAPAAAA," semua yang di lobby menoleh ke asal suara, Jisoo yang masih berdiri dengan muka menahan tangis dan pak satpam yang udah nyusruk di lantai.

Jiyong yang kaget dengan teriakan itu menoleh dan melotot.

"ADEK!!!" Jiyong tanpa babibu melangkah menghampiri Jisoo. Sesampainya dia di hadapan Jisoo dia memeriksa badan Jisoo dari pucuk kepala sampai pucuk kaki.

Jisoo yang akhirnya ketemu papanya langsung memeluk Jiyong dan menangis. Tangisannya ngilu sekali gais.

"Huhuhu papa, huhuhuhu,"

"Iya papa disini, adek kenapa hm?" Jiyong menenangkan Jisoo dan bertanya lembut. Dia sampai melupakan klien pentingnya tadi dan keberadaan seluruh karyawannya di lobby yang selesai beristirahat.

Mereka semua terkejut bos mereka bisa selembut itu. Yang mereka tau seorang Jiyong Baswara adalah seseorang yang dingin, sangat berwibawa dan licik.

Kehidupan bos mereka itu tertutup. Sangat tertutup sekali. Jiyong tidak suka kehidupan pribadinya diusik. Makanya waktu membuat kesepakatan dengan Mino dia rasanya pengen mati dan menyusul Dara yang saat itu dikiranya udah meninggal. Karena Mino adalah satu-satunya harta jiyong. Tidak ada seorangpun kecuali Daum yang tau kehidupan Jiyong.

Mino sendiri pun Sd Smp.nya sekolah di sekolah biasa jadi dia bisa merasa nyaman. Kenyamanan Mino adalah prioritas Jiyong. Apalagi sekarang ada Dara dan Jisoo yang sudah kembali. Ya walaupun dia dan Dara bisa dikatakan sudah bercerai.

WE BELONG TOGETHERTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang