"Ril, sebelah sini!" Saut Alex dari kejauhan melihat April yang celengak celinguk.
"Hai" Sapa Alex sambil menyodorkan helm berwarna hitam senada dengan motor gagah nya.
"Hai, thanks"
"Eh sebelum gue anter lo pulang ke Eight Woods sebentar ya?"
"Oh yaudah" Kata April sambil menduduki jok belakang motor Alex
drt
Rava: Lo dimanasih???
Rava: April.
Rava: Jawab
April bergidik ngeri ketika namanya disebut seperti itu. Namun ia memutuskan untuk mengignore pesan dari Rava.
"Kenapa?" Seakan sadar April gelisah, Alex menatap wajah milik April baik-baik.
"Ril, kenapa"
"E-eh gak"
"Yaudah kita langsung aja" Kata Alex sambil menyalakan mesin motor.
Ketika sudah siap meninggalkan halaman sekolah, ekor mata April menangkap dua figur yang tidak asing. Rava dan seorang pelajar perempuan yang sama-sama mengenakan seragam sekolah JHHS atau yang sering dipanggil Rain sedang berbincang ria. Dari sudut pandang lain, lelaki itu juga memincingkan kedua matanya ketika dua orang yang ia kenali baru saja lewat dari pandangannya. Ia yang sedang membawakan tas putih milik Rain itu seketika merasakan kehampaan dalam dirinya meskipun disampingnya berdiri seorang perempuan cantik yang memiliki senyum yang sangat anggun.
"Rava, kamu gapapa?"
"Eh iya gue gapapa, langsung pulang ya. Takut nyokap lo nyariin"
"iya" Rain mengambil kembali tasnya dan menduduki jok motor Rava
Sebelum menyalakan mesin motornya, Rava menurunkan kedua kakinya untuk menahan badan motor ninjanya yang belum melaju karena Rain seperti mengatakan sesuatu. "Eh kenapa Rain?"
"Aku laper" Kata gadis itu--polos.
"Makan di eight woods yuk!" sambungnya.
-0-
"Duduk Ril" Alex melepas flannel yang ia kenakan dan meletakkannya di salah satu sofa di cafe tersebut.
April hanya mengangguk sebagai tanda iya.
"Sebentar ya" Kata Alex sembari mengistirahatkan bokongnya disebelah April.
Selang beberapa menit kemudian, muncul seorang pria yang mengenakan jas rapih dan tampaknya ia berjalan menuju Alex dan April. Pekerja yang bertugas menjaga pintu masuk tetap melanjutkan aktivitas "Selamat datang" nya kepada tamu dan pelanggan yang berdatangan.
"Pah," Alex menyalami tangan pria itu,
"Ini April"
"Om.." April menunjukkan senyum terbaiknya sambil menyalami pria itu yang dia anggap adalah ayahanda dari Alex.
"Bokap?" Bisiknya
"Iya"
"Jadi ril, sebenernya bokap ini lagi ada waktu buat ketemu sama lo."
"Oh emang kalau boleh tau om sibuk apa?" Tanyanya dengan ramah
"Ini nak, saya sebenarnya lagi sibuk ngurus cabang yang di depok. Eight woods belakangan ini alhamdulillah ratingnya naik loh"
April menautkan kedua alisnya sambil menengok kearah Alex dengan munculnya banyak pertanyaan dikepalanya.
"Lo..lo yang punya eight woods Lex?" Katanya terbata-bata.
KAMU SEDANG MEMBACA
Breathe You In
Teen FictionApril, typical siswi disekolahmu yang hobi melanggar aturan namun berprestasi. Paras cantik yang dimiliki April membuat tidak sedikit lelaki tertarik padanya, walau hanya sekedar kagum. Namun, tidak segampang itu menggapai yang satu ini. Satu hal ya...
