Happy reading!
***
Seorang gadis bertubuh jangkung sedang melangkahkan kaki menuju kelas barunya di lantai 3.
Sesekali orang orang menyapa dirinya, namun tidak ia balas dengan respon sedikitpun.
Kini ia sudah menduduki bangku dibagian belakang seorang diri dan langsung menelengkupkan tubuhnya diatas meja yang membuat wajahnya tersembunyi di sela sela lengannya.
Saat ia hampir memasuki alam mimpinya, tiba tiba tepukan keras mendarat di punggu gadis berambut hitam pekat tersebut dan membuat si pemilik tubuh itu langsung menatap ke arahnya.
"Masih pagi jangan tidur aja" ucap orang tersebut yang tidak di respon oleh sang lawan bicara.
Orang itu langsung saja duduk di bangku kosong yang berada di sebelah gadis lawan bicaranya.
"Ah.. Akhirnya kita sekelas lagi yeayy!!!" ucapnya dengan riang.
"Woy Jia, lo disini juga?" ucap suara melengking tersebut kepada gadis yang bernama Jia.
Gadis itu melirik ke ambang pintu dan menemukan gadis berambut pendek sebahu dan mengangguk. "Lo disini juga Cha?" tanyanya kepada sang lawan bicara yang kerap dipanggil 'Cha'.
"Iya nih, eh disebelah lo siapa tuh?" katanya sambil menunjuk dengan dagunya.
"Kezi, Cha"
"Akhirnya.. Gue bareng kalian lagi" ucap Icha sambil memeluk Kezia dan Jia bersamaan. Kezia yang dipeluk oleh Icha hanya melanjutkan tidurnya dan tak membalas pelukan Icha.
Sampai suara ketukan pintu menghentikan aktifitas mereka semua yang berada di kelas tersebut.
Termasuk Ketiga serangkai yang sedang berpelukan itu.
"Selamat Pagi anak anak... "
***
Kini kezia sedang berjalan sendirian di koridor sekolah berniat untuk segera pulang kerumahnya untuk merebahkan diri di pulau magnet kesayangannya.
Teman temannya sudah pulang lebih awal bertepatan dengan bel pulang di bunyikan.
Keadaan koridor sudah mulai terlihat sepi karena bel pulang sekolah sudah di lantunkan sejak 10 menit yang lalu.
Wajah putih mulusnya menatap ke arah depan memfokuskan ia berjalan, ketika ia hendak berbelok ke arah parkiran, tubuhnya sedikit mundur kebelakang akibat hantaman bahunya yang bersentuhan dengan sesuatu.
Bugh
Ia merasakan nyeri dibagian bahunya, tatapannya bertemu dengan seseorang berperawakan tinggi 22cm diatasnya yang sudah menatapnya dengan pandangan tajam.
"Kalo jalan liat liat!" ucap seseorang dengan suara bariton tersebut membuat Kezia membalas tatapannya dengan tak kalah tajam.
Jelas kezia menatapnya balik dengan tatapan tajam, pasalnya orang tersebut yang menabrak kezia bukan kezia yang menabrak dirinya.
Kezia rasa, ia hanya membuang waktunya saja untuk berurusan dengan orang yang berada di depannya.
Dengan santai, ia melanjutkan langkahnya menjauh dan meninggalkan orang tersebut yang masih terdiam menatapnya tajam.
"Bukannya minta maaf langsung cabut aja lo!"
Kezia menemukan motor kesayangannya di depan mata, dengan sigap ia langsung menaiki motor putihnya.
Saat ia ingin menyalakan mesin motor tersebut, sebuah tangan menarik ujung lengan seragamnya. otomatis ia menghentikan aktitasnya dan membuka kaca helm.

KAMU SEDANG MEMBACA
It Has To Be You
Teen Fiction"Lo orang yang kemarin nabrak gue kan?" Kezia bergidik dan mengangkat kedua bahunya. "Gue berasa ngomong sama tembok" "Lepas" "Kalo gue ga mau gimana?" *** Kezia Caroline Mason, Gadis dingin yang tertutup akan kehidupannya. Terkadang Orang orang m...