Yo, minna...... Hisashiburi ne.... Hehehhe..... Gomenne, ngilangnya lama 😂😂 abis ada aja halangannya. Blom lagi dapet kesempatan jadi panitia 8 hari, cape deh 😅😅😅 ya, sekarang Harumi datang lagi... Yey.. 🎊🎊🎉🎉🎉 makasih ya yang udah sadar banget nunggunya hehhe.....
Dozo...
Beberapa hari ini, setelah penyiar Takaki menggantikan posisi Chinen sebagai penyiar pendamping, sungguh membuat Yamada tak habis fikir. Bagaimana tidak ? di sini posisi Takaki hanyalah penyiar pendamping. Tapi kenapa bagian berita yang seharusnya milik dia malah di bacakan oleh Takaki.
Terlebih lagi, tidak mungkin kan, jika Yamada langsung merebut bagian itu saat siaran berlangsung. Tidak mungkin !
Yamada merebahkan tubuhnya di atas sofa. Hari ini adalah hari libur, dan Yamada lebih memilih untuk bermalas-malasan di apartemennya. Lagi pula, kakeknya tak menyuruhnya kembali ke istana yang seperti penjara bagi Yamada.
Ting tong... bel apartemen Yamada berbunyi. Baru saja ia ingin berkelana ke alam mimpinya, bel malah berbunyi dan mau tak mau, membuat Yamada mempause ke inginannya.
Yamada mengecek terlebih dahulu siapa gerangan yang telah bertamu ke apartemennya itu dari monitor pengawas. "Yo, Kei-nii, masuk saja" ucapnya kemudian dengan nada malas.
"Ohayou Ryo-chan...." Setelah di perbolehkan masuk, Inoo langsung membuka pintu dan loncat kepelukan Yamada.
"Itte... Kei-nii, lep-phas kan..."
"Ishh... kau bau..."Inoo melepaskan pelukkannya dan menutup hidungnya.
"Karna aku belum mandi" Yamada menjawabnya dengan santai.
"Kenapa kau belum mandi ? ini kan sudah jam 9 pagi Ryoo...."
"Malas" Yamada melenggang santai menuju sofa untuk meneruskan kegiatan sebelumnya.
"Cepat mandi !" Inoo mencoba menghalangi Yamada agar ia tak rebahan di sofa.
"Nanti saja, niisan..."
"Sekarang !"
"Hmmm..." ok, Yamada memang tak bisa menentang perintah langsung dari Inoo. Ya, mau tak mau, ia harus mandi sekarang. Walau rasanya sangat malas.
Melihat Yamada beranjak mandi, Inoo terlihat tersenyum sumringah. "Hari ini, aku akan memenuhi janjiku Ryo-chan"
.
.
.
"Kei-nii... kau tau kan, aku tak suka tempat yang seramai ini ?" Yamada mengeluh untuk kesekian kalinya.
"Mou... urusai yo... Ryo-chan, bahkan anak-anak sangat senang jika di ajak ke mari" bagai angin yang baru saja berhembus, Inoo sama sekali tak menanggapi lebih eluhan dari Yamada. Ia terus menarik Yamada masuk ke keramaian itu.
"Sebenarnya Niisan mengajakku kesini untuk apa ?"
"Jawabannya sudah pasti bukan ?" Inoo menghentikan langkahnya dan berbalik lalu menatap wajah Yamada dengan senyumnya. "Untuk bersenang-senang. Aku akan tunjukkan padamu, bahagia itu sangat sederhana"
Yamada terpaku mendengar perkataan Inoo, lalu ia tersenyum bahagia. 'Masih ada orang yang menyayangiku' fikirnya.
"Sebentar ya, kita tunggu seseorang dulu"
"Dare ?" tanya Yamada penasaran.
"Nah, itu ! Chii-chan ....! Di sini !" Inoo melambaikan tangannya agar Chinen dapat melihatnya di tengah keramaian itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tasukete [HIATUS]
FanfictionYamada Ryosuke, sang maskot utama siaran berita utama malam. Sosok yang sangat tegas juga teliti. Sikapnya yang sangat tegas justru terkesan sangat galak dan menyebalkan bagi sebagian staf dan pekerja. Namun, di balik semua baju besi yang ia kenak...
![Tasukete [HIATUS]](https://img.wattpad.com/cover/103164211-64-k167948.jpg)