WARNING !!!!!
MUNGKIN menjurus ke NC. MUNGKIN ya MUNGKIN heheheh..... 😂😂😂 awas baper bacanya, yang ngga suka BL yang BERLEBIHAN, harap meninggalkan part ini !!!
Yang penasaran, langsung aja dah....😁😁
Dozo.....
Chinen benar-benar berjuang keras menopang tubuh Yamada yang lebih besar dan berat darinya. Setelah lama berkutik dengan kata sandi apartemen Yamada, akhirnya terbuka juga pintunya.
Yang membuatnya lama adalah saat Yamada di tanyakan tentang kata sandi apartemennya, ia malah mengatakkan nomor-nomor yang salah.
Betapa terkejutnya Chinen saat melihat isi apartemen Yamada yang sangat berantakkan. Ia memapah Yamada ke kamarnya. Keadaan kamarnya juga tak jauh berbeda dengan ruang depan. Semua barang berserakkan di mana-mana.
Chinen akhirnya merebahkan Yamada di atas kasur. Ia merapihkan sedikit seprainya dan menyelimuti tubuh Yamada dengan selimut yang awalnya tergeletak di lantai.
Chinen mendudukkan dirinya di lantai, ia bersandar di samping ranjang Yamada. Memapah Yamada dari ruang penyiaran hingga lobi dan membawanya ke lantai 5 apartemennya memanglah tak mudah, walau ia memakai lift. Chinen bangkit dan menatap wajah Yamada yang terlelap.
'Aku tak mungkin meninggalkan Yamada-san sendiri dengan keadaannya yang seperti ini' Chinen mulai mengedarkan pandangannya ke setiap inci apartemen Yamada yang sangat-sangat berantakkan itu. 'Aku heran kenapa apartemen Yamada-san seperti ini ? Tak mungkinkan bila ini ulah Yamada-san sendiri' Chinen terus berbicara pada dirinya sendiri sambil mulai memunguti barang-barang yang berserakkan di sana.
Chinen terus membenahi apartemen Yamada, hingga ia tak sadar waktu sudah menunjukkan pukul 00.00 dini hari. Ia merogoh ketainya dari saku dan memencet tombol panggilan cepat.
'Yuri-chan, di mana kau, nak ?' seorang wanita berucap khawatir.
"Ne, Kaa-chan. Hari ini Yuri menginap di rumah teman Yuri. Maaf baru mengabarkan Kaa-chan jam segini" Chinen berucap dengan tenang, agar sang ibu tak khawatir.
'Baiklah, jaga dirimu baik-baik ya, sayang'
"Ha'i, Kaa-chan. Oyasumi"
'Oyasumi Yuriku sayang'
Chinen menutus sambungan telfonnya. Ia memasukkan ketainya kembali ke saku celananya. Chinen kembali mengadahkan pandangannya kesekitar. Bersih dan rapi. Chinen tersenyum puas dengan hasil kerjanya. Hingga ia terkesigap saat mendenger rintihan kecil dari arah kamar Yamada.
Chinen berlari kecil menghampiri Yamada yang terlihat memegangi kepalanya dengan rintihan kecil keluar dari celah bibirnya.
"Yamada-san, daijoubu ka ?" pertanyaan bodoh yang jelas-jelas jawabannya itu terlontar dari mulut Chinen yang tiba-tiba panik.
Chinen makin panik saat ia melihat darah mulai mengalir dari pelipis Yamada yang di perban itu. Chinen berlari ke ruang depan untuk mencari kotak P3K yang sebelumnya ia lihat saat berbenah. Saat sudah menemukannya, ia kembali ke kamar Yamada.
"Yamada-san, tahan sedikit sakitnya, ya. Saya akan mengganti perban anda" Chinen perkata lembut sambil menyingkirkan telapak tangan Yamada yang menghalangi lukanya.
Yamada sedikit meringis kesakitan saat perbannya pertahan terbuka dan lukanya yang kembali berdarah menyentuh dinginnya kain yang berlapis alkohol.
Chinen mengobati luka Yamada dengan perlahan. Ia tau bagaimana perihnya sebuah luka saat terkena dinginnya alkohol, rasanya perih sekali. Terlebih luka di pelipis Yamada bisa terbilang cukup parah. Chinen semakin yakin bahwa alasan yang di lontarkan Yamada sebelumnya akibat mengapa pelipisnya di perban adalah bohong. Mana ada orang yang terbentur dinding lalu menyebabkan luka gores yang cukup besar seperti ini.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tasukete [HIATUS]
Fiksi PenggemarYamada Ryosuke, sang maskot utama siaran berita utama malam. Sosok yang sangat tegas juga teliti. Sikapnya yang sangat tegas justru terkesan sangat galak dan menyebalkan bagi sebagian staf dan pekerja. Namun, di balik semua baju besi yang ia kenak...
![Tasukete [HIATUS]](https://img.wattpad.com/cover/103164211-64-k167948.jpg)