Part 9

372 43 15
                                        

Langsung aja dah v:

Dozo..... 😊😊

Pagi ini semua staf berita utama berbaris di depan ruang konferensi. Tidak biasa memang, tapi ini adalah perintah langsung dari presdir mereka, Yabu Kouta.

Semuanya berbaris, tak terkecuali dengan Yamada. Ia berdiri tepat di samping Inoo. Ia berdiri tegap dengan memasang wajah dinginnya.

"Baiklah, saya berterima kasih pada kalian yang sudah berkumpul di sini" Yabu Kouta sang presdir membuka pembicaraan.

"Langsung saja. Saya mengumpulkan kalian di sini berkaitan dengan penggantiang posisi Direktur perencana strategi"

Semua staf seketika mencoba menerka-nerka siapakah gerangan yang akan menjadi direktur perencana strategi mereka yang baru.

"Langsung saja, silahkan kemari" Yabu mempersilahkan seseorang untuk bergabung.

"Yaotome Hikaru, Yoroshiku" sang direktur baru memperkenalkan dirinya dengan senyum yang mengembang.

Betapa terkejutnya semua staf melihat siapa yang menjadi Direktur perencana strategi mereka adalah repoter Yaotome. Semua berbisik satu sama lain. Mana mungkin seorang reporter biasa tiba-tiba bisa menjadi direktur perencana strategi ?

"Seperti yang kalian ketahui. Dia adalah repoter berita kita. Tapi itu dulu. Sekarang, Yaotome-san adalah direktur perencana strategi kalian" Yabu menjelaskan.

Semua bertepuk tangan. Memang mereka terkejut akan hal ini. Namun mereka senang, teman seperjuangannya dulu kini telah menjadi seorang direktur perencana strategi.

Yamada merasa ada yang aneh dengan senyum penuh kemenangan di wajah Yaotome. Terlebih, ia seperti memamerkan senyumnya itu hanya pada dirinya. Yamada hanya menatapnya dingin.

"Nah, karna kalian sudah sangat mengenal saya. Lebih baik saya langsung saja mengatakan sesuatu untuk keberlangsungan siaran berita utama ini" Yaotome berkata dengan senyum yang masih terukir.

"Seperti yang kalian ketahui. Rating siaran berita menurun drastis beberapa bulan ini"

Chinen yang mendengar ini merasa sedikit kecewa dengan dirinya sendiri. Ia tau, hal itu terjadi sejak dirinya menjadi penyiar pendamping di sini.

"Saya tak bermaksud menyalahkan atau memojokkan Chinen-san, penyiar baru kita. Karna saya tau, Chinen-san memang sedang belajar" ucap Yaotome saat melihat Chinen yang mulai menundukkan kepalanya. Kini Chinen mengangkat kepalanya kembali karna ia sedikit terkejut dengan ucapan Yaotome barusan.

"Saya hanya sedikit kecewa dengan kinerja penyiar utama kita yang sepertinya menurun" lagi, Yaotome tersenyum culas kepada Yamada. Yamada sedikit mengerutkan dahi, tanda ia bingung.

"Oleh karna itu, mungkin akan lebih baik jika Yamada-san, di didik kembali dengan penyiar yang lebih senior dan berpengalaman" Yaotome sedikit menekan ucapannya saat mengucapkan nama Yamada.

"Karna saya tak terlalu suka bertele-tele, mungkin lebih baik saya hadirkan penyiar senior yang bisa mendidik Yamada-san" culas, ia benar-benar sedang menantang Yamada. "Penyiar, silahkan kemari"

Kali ini Yamada benar-benar terkejut. Takaki Yuya, penyiar yang pernah mencaci makinya. Satu-satunya orang yang bisa membuat Yamada diam tak berkutik. Satu-satunya orang yang bisa habis-habisan menceramahinya. Bahkan Yamada sendiri tak berani membalasnya seperti ia membalas cacian kakek atau neneknya yang biadab itu.

"Hisashiburi ne, minna" Takaki menyapa dengan gayanya yang sok akrab.

"Hisashiburi ne, Ryosuke-kun" senyum Takaki tak jauh berbeda dengan senyum penuh kemenangan Yaotome.

Tasukete [HIATUS]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang