Part 11

360 46 15
                                        

Yo, kembali lagi dengan Harumi yang akhir-akhir ini ilang-ilangan 😁😂 maap keun ya minna, Bulan ini aku lagi sibuk banget. Tapi ya sudahlah, apa daya aku ini 😭😭 Dari pada Harumi banyak cakap v:, lebih baik langsung aja deh ke TKP 😂😂

Dozo.....





Chinen berkali-kali melihat jam tangannya. 30 menit lagi siaran berita akan dimulai. Entah kenapa, sejak percakapannya dengan Takaki membuat Chinen terus memikirkan apa yang akan terjadi saat siaran berlangsung nanti.

'Ini buruk, sangat buruk' Chinen menyibukkan dirinya dengan berjalan bolik-balik di ruang make up.

"Yuri ? Kau kenapa ?" Yamada, sang gerangan yang di fikirkan sedari tadi pun muncul.

"Ryo-chan !" Chinen terlihat sangat terkejut saat Yamada memasuki ruangan.

"Ada apa ?"

'Ayo katakanlah Yuri.... Ayolah. Oh Kamisama, kenapa mulut ini tidak bisa berkata jujur' Chinen berperang pada dirinya sendiri. Saat ini lidahnya terasa kelu. Dirinya pun kini di selimuti oleh rasa takut.

"Ti-tidak apa" hanya itulah yang bisa keluar dari mulut Chinen. Chinen bersumpah, ia akan mengutuk dirinya sendiri saat ini juga.

"Aneh" seperti biasa, Yamada menganggap hal yang menurutnya tidak penting seperti angin yang baru saja berlalu.

.

.

.

Beberapa menit sebelum siaran dimulai, Chinen berdiri di depan ruang make up. Ia berniat mengatakan apa yang harusnya sedari tadi ia katakan saat ini juga.

Baru saja ia ingin membuka pintu ruangan tersebut, Yamada lebih dahulu membukanya dari dalam.

"Ada apa ?" Yamada bertanya.

"Ah, Ryo-chan. Ad-ada yang ingin ku sampaikan" jawab Chinen kikuk.

"Katakan saja"

Kelu menyerang lidah Chinen kembali. Rasanya Chinen ingin sekali menampar dirinya sendiri.

Chinen menatap dalam mata Yamada, ingin rasanya ia berteriak, namun tak bisa. Ingin rasanya ia memeluk orang di depannya, namun tak bisa. Ingin rasanya ia memberitahukan semuanya, namun tetap tak bisa.

"Yuri, siaran akan dimulai. Kau mau mengatakan apa ?" Yamada nampak tak sabar menunggu uke yang satu ini berkata.

"Ano, Ryo-chan...." Chinen mengambil nafasnya dalam. "Ganbatte"

"Hanya itu ?"

Dan betapa bodohnya Chinen, ia menganggukkan kepalanya.

Yamada pun meninggalkan Chinen sendiri di depan ruang make up. Sedangkan Chinen, ia mulai geram dengan dirinya sendiri. Ia menjambak rambutnya dan melenggang pergi mengikuti arah tujuan Yamada.

.

.

.

Semua staf siaran sudah bersiap, kedua penyiar pun telah siap di bangkunya. Tanda siaran berita akan dimulai.

"Ryo-kun, kita berjuang bersama, ya" Takaki tiba-tiba berucap dengan senyum palsunya yang terlihat.

Yamada tak menggubris sama sekali perkataan Takaki. Ia memilih diam dan mempersiapkan dirinya.

"Siaran akan di mulai !" seperti biasa, sang cameramen memberikan instruksi.

Tasukete [HIATUS]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang