"A-aku sudah mengingat semuanya."
Taehyung mengerjap beberapa kali, rahangnya terjatuh saking terkejutnya mendengar pengakuan Hyerim.
"K-kau?"
"Aku ingat semuanya, namaku Jaerim bukan Hyerim." kemudian Hyerim menatap pria yang masih terdiam membeku itu, "Dan kau, kau Kim Taehyung temanku."
Detik itu pula Taehyung langsung menarik tubuh Hyerim kedalam pelukannya. Setetes air mata jatuh mengenai punggung kecil gadis itu.
Taehyung tak dapat menahan air matanya, akhirnya Hyerim bisa mengingat siapa dirinya, seperti anugerah terbesar yang sudah Tuhan berikan padanya, Taehyung benar-benar bersyukur dan bahagia.
Taehyung tak henti-hentinya mencium puncak kepala gadis itu, air matanya terus bercucuran, terlebih saat kedua tangan Hyerim membalas dekapannya semakin erat.
"Hyerim, bisa kau ceritakan apa yang terjadi padamu selama ini?" tanya Taehyung setelah pelukan mereka terlepas.
Pria itu mengusap kedua pipi gadisnya yang basah,ternyata Hyerim juga menangis.
"Taehyung.." lirih Hyerim pelan.
Kedua pasang retina mereka terkunci, jujur Taehyung sangat merindukan tatapan ini.
"Hmm? Kenapa?"
"Aku ingin memberitahumu suatu hal."
Hyerim mencengkram kemeja pria itu, seperti ia butuh kekuatan untuk bisa menceritakan semuanya pada Taehyung.
Hyerim menarik napas, "Saat kecelakaan itu terjadi, aku benar-benar tidak sadarkan diri. Ibuku bilang, aku mengalami koma selama setahun, ketika aku bangun aku sudah berada di Busan, tidak tahu kenapa aku ada disana."
Hyerim menjeda, ia berusaha mengumpulkan semua ingatannya meskipun tatapan yang diberikan Taehyung seakan menyiratkan rasa haus berlebih untuk mendengarkan apa yang akan Hyerim sampaikan selanjutnya.
"Dan selama itu pula, aku selalu dipaksa minum pil oleh ibuku. Aku tidak tahu itu pil jenis apa, ibuku bilang itu demi kesehatanku, tapi setiap aku minum pil itu aku selalu merasakan sakit yang luar biasa di kepalaku sampai aku pingsan dan saat aku bangun aku benar-benar tidak mengingat apa yang terjadi padaku sebelumnya."
"Apa pil yang diberikan ibumu ada kaitannya dengan hilangnya ingatanmu?"
Hyerim menggeleng pelan, "Aku tidak tahu, aku hanya meminumnya setiap dua minggu sekali, jika aku telat meminumnya tubuhku akan bereaksi dan kepalaku seperti dipaksa untuk mengingat sesuatu."
Taehyung mengangguk mengerti, jadi ini semua pasti permainan ibunya. Bibi Jaesun.
"Kapan terakhir kali kau minum pil?"
Hyerim nampak berpikir, "Seharusnya dua hari lalu adalah jadwalku untuk minum pil itu, tapi aku telat."
"Itu artinya selama ini kau lupa ingatan karena minum pil itu, bukan karena efek kecelakaan sepuluh tahun lalu."
Hyerim tak menjawab, ia sendiri tidak tahu fungsi pil itu apa untuk tubuhnya. Hyerim hanya mengikuti perintah sang ibu untuk tetap mengonsumsi pil itu setiap dua minggu sekali.
KAMU SEDANG MEMBACA
Healer Night.
FanfictionPertemuan malam itu benar-benar menjadi penyembuh bagi Taehyung yang selama ini tersiksa dalam ketidakpastian. Bertemu dengan teman masa kecilnya yang sepuluh tahun lalu tiba-tiba menghilang setelah kecelakaan mobil itu. Ini akan menjadi sebuah plot...
