16. Finally, I Remember

171 25 14
                                        

Jimin menarik tangan Nara, menyeret paksa gadis itu kedalam sebuah ruangan yang sangat minim penerangan. Nara menjerit keras, tangisannya semakin pecah ketika Jimin mendorong tubuhnya hingga tersungkur ke lantai yang penuh dengan debu itu.

"Mana ponselmu!"

Nara menggelengkan kepalanya, menatap Jimin dengan tatapan tak percaya, "Jimin apa yang terjadi padamu? Kau kenapa?!"

"Kubilang mana ponselmu! Berikan padaku!" Jimin berteriak membuat Nara semakin ketakutan.

"Jimin ingat aku tunanganmu! Kau menyakitiku!"

Jimin mendecih, "Persetan dengan tunangan!" Jimin melepaskan cincin di jari manisnya lalu melempar benda kecil itu ke sembarang arah tepat didepan mata Nara sendiri.

"Berikan ponselmu, wanita sialan!"

"Tidak mau!"

Jimin mengacak rambutnya, frustasi dengan semua ini. Jimin sama sekali tidak berniat menyakiti Nara, Jimin sangat mencintai gadis itu. Selama ini ia tidak pernah kasar apalagi sampai menyeret gadis itu seperti tadi.

"Jimin apa yang terjadi hiks... Kenapa kau bersikap seperti ini padaku?"

Jimin terdiam, mencoba menjernihkan isi kepalanya terlebih dahulu. Sejujurnya ia tidak bisa melihat gadis itu menangis.
Tanpa mengatakan sepatah katapun, Jimin pergi meninggalkan Nara sendirian di ruangan, mengunci gadis itu dari luar.

Sontak Nara bangkit mencoba mengejar Jimin, tapi pria itu terlalu cekatan.

"JIMIN BUKA PINTUNYA, JIMIN!"

Tidak ada jawaban, Jimin benar-benar mengurungnya disini.

Nara semakin terisak, tubuhnya beringsut ke lantai, tak menyangka jika Jimin akan berbuat seperti ini padanya.

Nara meremas dadanya, ada rasa sesak yang tak tertahankan didalamnya. Rasa sesak yang berasal dari pria yang amat ia cintai dan ia percayai. Bahkan pria itu berani melepaskan cincin yang selama ini telah menjadi pengikat hubungan mereka.

Sekali lagi, Nara tidak percaya Jimin seperti ini.

Tadi, saat Nara sedang menelpon Taehyung—memberitahu jika Yoongi datang ke tempatnya tiba-tiba saja ponselnya ditarik oleh Jimin, beruntung Nara berhasil mengambil ponsel itu lagi dari tangan Jimin.

D

an saat itu juga Nara dapat melihat kilatan amarah dari balik bola mata Jimin, Jimin bahkan menyeret paksa dirinya hingga berakhir ia dikurung disini.
Sebenarnya apa yang terjadi? Kenap Jimin tiba-tiba seperti marah dan malah bersikap kasar padanya?

***

"Minumlah dulu.."

Hyerim langsung meminum air putih dalam gelas yang diberikan Taehyung sampai habis.

Disisi lain, Taehyung sedang berusaha menelpon Nara, sang adik yang masih ada di Busan. Namun nomornya tidak aktif. Taehyung pun mencoba menelpon Jimin dan hasilnya tetap sama, nomor mereka berdua tidak aktif.

Saat ini Taehyung berhasil membawa Hyerim ke Seoul, tepatnya ke apartemen miliknya, Taehyung tidak mungkin membawa Hyerim ke rumahnya mengingat Yoongi adalah relasi ayahnya, bisa saja pria itu mendatangi rumah ayah Taehyung.

Healer Night.Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang