"YOONGI!!"
Ouh, benar-benar sial. Bertemu lagi dengan orang yang ia hindari dengan cara mengenaskan seperti ini.
Yoongi pasti akan menelannya hidup-hidup. Heels yang dilempar Hyerim ternyata mengenai kepala Yoongi.
Tamatlah riwayatmu, Kim Hyerimㅡ
Entah apa yang ada di pikiran gadis itu, hanya diam di tempat dengan perasaan panik.
Yoongi terus mengusap-ngusap kepalanya yang terasa sakit akibat lemparan itu, ia membungkuk sedikit untuk mengambil heels yang tadi terlempar mengenai dirinya.
Kedua mata kecilnya menyipit, lantas ia mengedarkan pandangannya dan dengan cepat ia mendapatkan si pelakunya.
"Ya, kau!" seru Yoongi lantang, ia kemudian mendekati Hyerim yang berdiri dengan gelisah. "Kau yang melemparku dengan sialan ini?" Yoongi mengangkat heels itu kearah Hyerim.
Hyerim mengangguk pelan, "Tapi aku tidak sengaja!" tukasnya cepat.
"Kau tidak lihat kepalaku? Gara-gara heels ini kepalaku jadi ada luka lebam."
Hyerim merebut kembali heels itu dari Yoongi. "Aku tidak tahu kau ada disana."
"Kau harus bertanggung jawab atas ulahmu ini!" Yoongi berkacak pinggang tanpa melepas sedikitpun tatapannya pada Hyerim.
Hyerim mengernyit, "Aku akan mengobatimu, tenang saja."
"Tidak usah." tukasnya.
"Lalu? Aku harus apa? Menggantinya memakai uang? Oh ayolah, aku ti ㅡ"
Tiba-tibq terdengar suara bunyi perut yang membuat Hyerim tak melanjutkan kalimatnya, suara itu berasal dari perut Yoongi dan tentu saja Hyerim tak bisa menahan tawanya.
"Ya! Perutmu berbunyi haha.." Hyerim terbahak mendapati ekspresi Yoongi yang berubah jadi malu, pria itu memegangi perutnya.
Yoongi mendengus sebal, memukul pelan perutnya membuat Hyerim semakin terbahak dibuatnya.
"Ya! Ya! Berhenti menertawaiku! Sekarang lebih baik temani aku makan, aku lapar." Yoongi berjalan lebih dulu Meninggalkan Hyerim yang masih sibuk tertawa. Bahkan gadis itu sudah memegangi perutnya sendiri yang terasa melilit akibat terlalu banyak tertawa.
"Ya Yoongi! Tunggu aku!"
----
Disinilah mereka, di kedai ramen yang kini tampak terlihat sesak dengan antrian para pelanggan juga beberapa orang yang berlalu lalang disana.
Yoongi dan Hyerim sudah menempati kursi dan sudah memesan ramen , Yoongi masih memegangi kepalanya sesekali meringis pelan.
"Apakah masih sakit?" tanya Hyerim masih diliputi rasa bersalah.
Yoongi mengedikkan bahunya, "Sepertinya kulitnya sobekㅡ aku merasakan perih."
Hyerim menyendu, ia semakin merasa bersalah dibuatnya. "Biar aku lihat."
Ragu, namun akhirnya Yoongi menundukkan kepalanya sedangkan Hyerim setengah berdiri untuk menyuar rambut itu. Lelaki itu menahan kedua tangannya di atas meja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Healer Night.
FanfictionPertemuan malam itu benar-benar menjadi penyembuh bagi Taehyung yang selama ini tersiksa dalam ketidakpastian. Bertemu dengan teman masa kecilnya yang sepuluh tahun lalu tiba-tiba menghilang setelah kecelakaan mobil itu. Ini akan menjadi sebuah plot...
