"Sekarang bagaimana?"
"Apanya yang bagaimana?" jawabku seakan tidak tau apa yang dia tanyakan.
"Hentikan sikap tidak taumu itu Fima! Itu sangat menjengkelkan"
Aku hanya diam, yah dalam hati akupun tersenyum senang rasanya mendengar suaranya.
"Kau harus jelas seperti kakakmu Fima, aku bukanlah Ed yang akan membiarkan cinta pertamaku hilang tanpa kabar dan hanya menunggunya. Aku berbeda denganya! Aku......"
"Ya, saya tau kamu berbeda dengan Revan. Kamu butuh sebuah kepastian"
"Dan?"
"Kita beda El"
"Aku akan pindah jika kamu mau menikah denganku"
"Kita baru saja lulus dan sekarang akan menikah? Hidupku tidak sesingkat itu El"
"Aku sudah punya pekerjaan sendiri, itu bisa menghidupi kita berdua dan masalah keluarga? Aku sudah besar sehingga mereka tidak bisa mengaturku lagi, lagipula aku punya rumah sendiri"
"Tapi aku masih ingin diatur oleh keluargaku"
"Putuskan sekarang Fima! Jangan membuat aku menunggu"
Aku bingung. Ya Allah apa yang harus aku lakukan? Kulihat Mbak Asha mengintip kami berdua dari balik pintu. Apa aku harus bersama dengan El atau aku harus merelakannya sama seperti Mbak Asha yang merelakan Revan?
"Maafkan aku El, aku......"
"Kamu menolakku? Ikuti kata hatimu Aisyah aku yang akan belajar agamamu. Pertanyaanmu yang sudah setahun lebih kubiarkan tidak terjawab sekarang akan aku jawab! Ya. Aku mau pindah dan belajar tentang agamamu. Aku berusaha keras di Inggris supaya bisa berpisah dari keluargaku. Kubangun usahaku dari nol tanpa satupun bantuan dari papaku ini semua hanya untuk kamu Aisyah. Aku ingin membuktikan kalau aku sangat serius denganmu. Pikirlah baik-baik, karena aku tidak akan mengejarmu lagi kalau memang kamu tidak ingin menikah denganku. Aku bukan Ed Aisyah"
Aku cukup kaget mendengar penuturannya itu. Apa aku akan siap jika tidak bersama dengan El lagi? Dia akan melepasku kalau aku menolaknya. Dia memang berbeda dari Ed yang terus mengikuti Mbak Asha bahkan ketika Mbak Asha sudah bersuami. Apa yang akan aku lakukan?
"Fima!!!" El mulai mendesakku.
"Aku.......... Masih bingung"
"Hhh... kamu selalu bingung bahkan dengan perasaanmu sendiri"
"AKU MENOLAKMU EL!!!"
Akhirnya kata-kata itu keluar juga dengan sangat lantang. Tiba-tiba saja aku tidak bisa berkata-kata lagi. Seperti biasa, El menanggapinya tanpa sebuah ekspresi. Sekali lagi dia melihatku.. dan kemudian dia mulai berbalik menuju ke pintu, sebelum kakinya benar-benar keluar dari pintu itu dia sempat melihatku dan berkata
"Setelah aku keluar dari sini, semua kenangan kita akan hilang. Tidak ada yang boleh bercerita tentang masa lalu kita kepada siapapun aku memang egois tapi ini adalah caraku untuk bisa melupakanmu"
Reflex aku berlari dan memeluknya. Jantungku berdegup dengan sangat cepat bagaimana tidak ini pertama kalinya bagiku. Kupeluk dia dengan sangat erat karena ini terakhir kalinya. Kusadari El berbalik dan membalas pelukanku.
"Kenapa kau tidak mengejarku? Memaksaku untuk menerimamu?" pertanyaan bodoh itu keluar begitu saja dari mulutku.
Dengan sebuah senyuman manis El menjawab pertanyaanku.
"Aku bisa apa? Aku sangat menghargaimu, maka akupun harus menghargai semua keputusanmu. Aku tidak ingin memaksamu karena aku ingin kita berdua merasakan bahagia yang sesungguhnya. Kalau menurutmu ini yang terbaik maka akan aku lakukan"
"El tidak bisakah kau......"
"Jangan memintaku untuk terus berada disampingmu Fima karena itu akan sangat menyakitkan untukku"
Malam itu, kuhabiskan waktuku untuk berdoa dan menangis sekuat-kuatnya di atas sajadahku. Kulepaskan El walau sejujurnya akupun mengalami perang batin. Kulepaskan dia yang kucintai, kulepaskan dia yang mencintaiku, kulepaskan dia yang kuharapkan dan kudambakan, kulepaskan dia yang selalu aku rindukan.
Tapi aku akan selalu percaya bahwa kita berdua akan menemui akhir yang bahagia entah bahagia bersama atau sendiri-sendiri. Aku selalu menyimpan perasaan ini sendirian tidak pernah kukatakan padamu karena sejujurnya aku takut, aku takut dengan perasaanku sendiri dan kini saat aku mulai berani mengungkapkannya kau telah hilang, menghilang bersama dengan angin malam yang selalu membawa pesan rinduku kepadamu.
~TAMAT~
Vote and komentarnya cans.........
yeey akhirnya cerita pertamaku selesai juga, Alhamdulillah.
gimana endingnya? biasa yah? haha maklum yah soalnya ini kan cerita pertama yang nulis juga belum pro
Love you guys.....
*Author Junior

KAMU SEDANG MEMBACA
Assalamualaikum Cinta
Teen Fiction"Ini cinta Aisyah! kelak kalau kamu sudah mau membuka hati untuk pria lain, kamu akan merasakan apa yang aku rasakan tapi semoga kamu hanya menyukai yang seiman denganmu"